3 Cinta

3 Cinta
Bab. 8 Surat Cinta


__ADS_3

Hari demi hari, Mba Lili sudah semakin bisa menguasi keadaan. Tidak marah lagi ketika berpapasan dengan ku. Tapi wajah nya tetap cuek, aku pun tidak berani mengusiknya. Takut aku yang kena tamparnya. Badan sih sama besarnya. Tapi aku pantang berkelahi badan kecuali memang kepepet.


Aku pun tidak meminta juga penjelasan tentang Mba Lili kepada Ustadz Furqan. Aku hanya pura-pura tidak tahu saja. Aku hanya mengikuti alur dan bermain-main dengan perasaannya dan perasaan ku. Lumayan membuat hiburan dan penyemangat ku belajar.


Sehabis makan siang, Mba Lili menghampiriku.


Wah ini orang ada apa lagi sih. Aku pun dalam mode waspada.


"Nih surat untuk mu Za, " Ucapnya secara menyerahkan selembar kertas yang dilipat-lipat.


Ku terima dengan tangan ku, "Dari siapa Mba? " tanya ku.


"Ada namanya, kalo mau ngirim balasannya. Katanya langsung ketemu saja. " Lalu dia pun pergi.


Ku buka surat itu :


*Kepada : Zahra


To the Point.


Dengan Surat ini aku mencoba mengungkapkan perasaan ku.


Semenjak kedatangan mu ke pondok ini. Membuat hari ku berwarna.


Kau cinta pertama ku.


Mau kah kau menjadi pujaan hatiku.


Note : Beri aku jawabanmu.


Kita bertemu di dapur umum setelah sholat magrib.


Dari : Harris*


Setelah selesai ku baca surat itu. Ya ampun, aku mendapatkan surat cinta lagi. Apalagi yang harus ku jawab. Kenal orangnya saja tidak. Kekanak-kanakan sekali.


Yaa, ku fikir kembali. Tidak apa-apa lah. Cuma 1 tahun disini. Semua ku ambil kesempatan ini.


Ku simpan surat nya disaku, dan aku pun melanjutkan makan. Aku hanya senyum-senyum saja. Rupanya disini banyak mata yang mengawasi ku.


Linda datang kepada ku dan duduk tepat disebelah ku.


"Za, boleh tukeran tahu. Kamu ambil tempenya, aku ambil tahu kamu. " Mata nya seolah memelas kepada ku.

__ADS_1


Aku pun mengangguk tanpa berkata apa-apa.


"Za, ternyata Aya sudah punya pacar. Di tembak anak SMP kelas 3. Sedangkan Nuri, dia pacaran dan surat-suratan dengan anak kelas 2 SMA. Terus si Rika dia dekat dengan anak SMP kelas 3 juga! " Dia memulai gosip sambil makan tahu yang dicomot dari piring ku.


"Lalu kamu? Siapa yang kamu naksir, atau ada yang menyukaimu. " Ku pandang wajahnya.


Dan dia pun tersipu malu. Lalu dia membisikkan ketelinga ku. Aku pun terperanjat dan berteriak.


"Mas Hanif!! " seketika mulut ku disumpal oleh linda dengan tangannya.


"Ssssttttt ... Jangan keras-keras. " dia setengah berbisik.


"Dia menyatakan cinta kepadaku, aku langsung terima. Tapi setahu ku, dia sudah punya hubungan juga dengan Mba Lisda temannya Mba Lili mu itu, " ucap Linda dengan senyum merekah.


"Kamu tahu Za, ternyata kedatangan kita kesini menjadi perusak hubungan orang disini.! " Linda tersenyum dan setengah tertawa.


"Nasib ... Nasib, kau bakal dimusuhi sama seperti ku Lin. " Aku geleng-geleng sambil tertawa.


"Temani aku habis sholat maghrib ya ke sini lagi, " ucap ku kepada nya.


"Ngapain? " Linda kebingungan.


Ku ambil surat dari saku ku dan mengancungkan dan memukul ke dahinya.


"Hah surat lagi Za, dari Ustadz Furqan? " tanya linda penasaran.


"Oh astaga. Kau sudah tau orangnya? " tanya nya lagi kepada.


"Ya ga tau bego, makanya habis sholat maghrib temenin aku lihat siapa si pemilik surat ini. Mau ga? " wajah ku geram dengan linda yang telmi ini.


"Oke Za. Aku jadi penasaran, " Ucap linda sambil mengunyah makanannya.


💐💐💐


Sehabis sholat maghrib kami pun keluar masih dengan mukena dan sarung serta membawa sajadah. Dan menuju ke dapur umum.


Ada segerombolan pemuda di depan dapur umum, mungkin sekitar 5 orang. Bagaimana aku tahu orangnya ku fikir. Lalu kami berdua melewati mereka. Dan masuk ke dapur umum. Ternyata ada Ummi. Aku pun kaget, antara bingung apa yang kami lakukan.


" Lo Zahra, Linda. Ada apa? " Ummi bertanya sambil mengangkat panci besar untuk merebus air.


"Oh Ummi, anu Mi, Mau ... Mau minum, iya mau minum Ummi, " kata-kata ku terbata-bata. Lalu aku pun senyum sambil masuk ke dalam tempat kami biasa makan. Disusul oleh Linda.


" Ada botol aqua mi? " Setengah menengok dari tempat kami makan.

__ADS_1


"Ada, ini. " Sambil menyerah kan botol aqua yang kosong. Lalu aku duduk dan mengisi air putih. Setelah itu ku tengok lagi di dapur umum. Ternyata Ummi sudah tidak ada. Lalu aku dan Linda keluar.


Lalu ada laki-laki yang masuk ke dapur umum. Aku hanya duduk dikursi dan menunggu. Jantungnya terasa semakin terdengar detaknya. Ternyata yang masuk adalah Ustadz Furqan.


"Za, kamu ngapain disini ! " Furqan menghampiri ku. Aku pun tersenyum, namun teringat kejadian yang menimpaku beberapa hari lalu. Terasa ingin ku cabik-cabik wajahnya, tapi setelah ku pandangi wajahnya perasaan itu pun hilang malah berubah menjadi berbunga-bunga. Ini cinta apa gimana sih batin ku bingung.


"Ini tadz, ngambil air minum. Ustad ngapain juga? " kata ku bertanya balik.


"Mau minta sambel, " ucap dia sambil mencari plastik kecil.


"Ini ya yang ustadz cari. " Aku sambil senyum dan menenteng plastik disamping wajahku lalu aku pun menaruh plastik nya ke telapak tangan ustadz. Dia pun membalas senyuman ku dengan senyum manisnya.


"Kamu ya .... " dia menggoda ku dengan kelipan mata sebelahnya.


"Sudah selesai buku bindernya? " Aku teringat buku ku.


"Belum, sedikit lagi. Aku besok mau pulang kerumah. Mau oleh-oleh apa? " dia menawari ku.


"Terserah Ustadz aja. "


"Mmm nanti telpon aku ya, biar kamu minta apa, pasti aku bawakan. " Janjinya kepadaku.


Aku hanya mengangguk, dia pun selesai membungkus sambelnya dan kami pun berpisah. Ketika Ustadz Furqan keluar masuklah seorang laki-laki. Dan menghampiriku.


"Zahra, kenalkan aku Harris, " Ucapnya agak sedikit gemetar dan tegang.



Ku pandangi dia, ooh jadi ini namanya Harris. Yang mengatakan aku cinta pertamanya.


"Hai, Harris. Aku belum sempat membuat surat balasannya. Besok ya." Ku tatap wajahnya. Entah kenapa, aku tidak terasa malu dengannya. Apa karena dia terlalu muda.


"Kamu kelas berapa? " tanya ku kepada nya.


Dia duduk dihadapan ku,


"Aku kelas 2 SMP, biar aku lebih muda. Tapi aku tulus, tidak seperti furqan. " Dia seolah marah menyebut nama furqan.


"Jadi kamu tahu hubungan ku dengan Furqan, " tanyaku kepadanya penuh penasaran.


" Ya tahu lah, makanya aku ingin merebutmu darinya. Dia itu sudah punya Mba Lili, masih saja mendekatimu." Dia menjelekkan furqan.


"Mmmm ... Ya udah. Nanti jawabannya besok. " Aku berdiri dan keluar dapur sambil membawa botol aqua.

__ADS_1


"Yuk linda, kita pulang. " Ku tingggalkan Harris sambil memandang ku, lalu aku berbalik kepadanya. Dan ku berikan kerlipan mata sebelah dan tersenyum. Dan dia pun tersenyum balik kepada ku.


Aku tak menyangka akan disukai anak kelas 2 SMP. Apa yang harus ku jawab dengannya. Apalagi dia mengatakan bahwa akulah cinta pertamanya. Apa aku mematahkan hatinya. Betapa menyakitkan, karena aku juga sudah pernah tersakiti ketika pertama kali merasakan cinta pertama.


__ADS_2