3 Cinta

3 Cinta
19. Bakso


__ADS_3

Akhirnya mereka pun datang dengan mata berbinar. Kapan lagi kan bakal makan bakso spesial.


Dengen segera mereka pun mengambil jatah bakso di dalam panci. Dan masuk ke ruang makan dan memulai mencicipinya.


" Emmmm baunya enak Ummi, " ucap Zahra


" Betul Ummi, sudah lama tidak makan bakso. Alhamdulillah akhirnya makan juga bakso. Makasih Mi sudah membuatkan kami bakso kambing! "


" Sama-sama. Selamat menikmati ya. "


Lalu Ummi pun pergi, dan mereka mulai mencicipinya.


" Hueekk. Ini kenapa jadi begini. Aku rasa tidak cocok dengan lidah ku. "


Zahra pun langsung mencari kantong plastik.


" Buat apa Za? "


" Aku rasa lidah ku tidak cocok dengan bakso ini. "


" Aku juga! " ucap Nuri.


"Aku juga. " ucap Aya, Risa dan Linda.


Semuanya sama merasakan tidak cocok di lidah mereka.


" Ayo ,cepat cari plastik. Nanti jika Ummi datang. Kita tidak mehabiskan. Beliau pasti kecewa. "


Dengan segera mereka sibuk mencari Plastik. Nuri celingak celinguk mengawasi pintu, takut Ummi bakal datang.


" Eeh eh eh. Ummi datang. "


Dengan segera mereka pun menyembunyikan plastik dengan berisi bakso mereka dipojokan ruang makan.


" Gimana rasanya ? Wah sudah habis saja Baksonya, tambah ya. "


" Tidak Mi, kami sudah kenyang sekali, " ucap Nuri menolak.


" Nah kalo begitu, bungkus saja ya. Buat di asrama. Ummi senang kalian suka, Ummi bingung mau di apakan daging itu, jadi Ummi bikin bakso saja. Kan biasanya daging sapi. Ternyata enak ya buat bakso."


"Iya Ummi. " ucap Linda lirih.


" Sate kambing ada juga, Nanti Ummi bungkus kan juga ya. "


Linda hanya tersenyum membantu membungkusnya. Dan mereka pun pulang dengan bungkusan besar.


" Terimakasih Ummi. "


Sesampainya di Asrama.


" Kita apakan bakso ini? " tanya Linda.


" Entahlah. Aku juga bingung. Aku rasa bau dagingnya terlalu menyengat, sehingga aku tidak sanggup memakannya. "


" Sepertinya ini Daging kambing etawa yang di sembelih waktu idul adha kemaren ya. "


"Iya betul. Tapi aku bersyukur Ummi tidak tahu jika kita suka. Beliau hanya senyum-senyum saja tadi melihat kita menghabiskan dimangkok kita. "


Tiba-tiba, Santriwati yang lain pun datang.


" Teman-teman , ayo kesini semua. Tadi Ummi memberi bakso 1 panci untuk kita. Ayo berkumpul."


Mereka berlima pun saling berpandangan. 1 panci lagi ada di asrama.

__ADS_1


💐💐💐


1 Hari menjelang Kepulangan.


Malam hari.


Mereka ber lima pergi ke dapur umum untuk makan malam.


Setelah selesai makan mereka pun bersantai dulu di ruang makan.


" ini adalah malam terakhir kita makan disini, " Ucap Nuri.


" Betul, kita pasti sangat kangen dengan tempat ini. Meski hanya 1 tahun saja kita berada disini. Aku merasa sangat banyak pengalaman yang aku dapatkan. "


" Iya, betul Aya. "


" Sedih juga ya, Kalian sudah packing kan! ".


" Sudah, tapi kita tidak tahu kapan akan pulang, jam berapa kita pulang. "


" Tadi Aku bertemu Abuya, kata beliau besok pagi Kiayi kita bakal datang ke sini menjemput kita. "


"Kapan kamu ketemu Lin? "


" Hehe, saat bertemu dengan Mas Hanif."


" Di mana? "


"Di Kantin Za. "


" Apa kata Mas Hanif kepada mu? "


" Ya ga papa, memang apa yang harus dilakukan. Tidak ada kan, karena memang tidak bisa juga aku harus berada disini. "


"Zahra! "


" Hah, Harris.! "


" Zah, Jangan lupakan aku ya. Kamu lah cinta pertama aku, " Ucao Harris sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat.


Zahra pun tidak dapat berkata apa-apa. Ia pun menyambut tangan Harris dan menjabatnya.


" Janji, baik-baik sepeninggal aku ya! Kamu harus lulus sekolah dengan benar. Dan jadi orang sukses ya Harris. "


" Iya Janji Zahra. "


Setelah itu Zahra bersama empat temannya pun keluar pergi dari dapur umum.


Zahra celingak celinguk mencari keberadaan Ustadz Furqan. Namun tidak terlihat.


" *Dimana sih orang itu, seharian ini aku tidak melihatnya. Saat seperti inilah yang aku harapkan, besok aku sudah tidak ada, ia malah tidak menemuiku, huuhh Furqan, apa ia tidak tahu bahwa besok aku bakal balik*. " Batin Zahra yang hatinya sedang kalut.


" Kenapa Za, ? "


" Tidak apa-apa! "


" Pasti kamu mencari Ustadz Furqan ya! Dia memang tidak terlihat dari tadi pagi. "


Zahra pun mengangguk pelan.


" Harris saja ingin menemuiku, masa sih dia tidak berinisiatif sekali saja bertemu aku untuk terakhir kalinya. "


"Zahra! " Suara Pria yang serak memanggil Zahra dan itu mengejutkan mereka semua.

__ADS_1


Ketika di lihat sumber suara itu. Ternyata Ustadz Furqan berada di samping Musholla di dalam kegelapan bersandar seorang diri.


Melihat ada Ustadz Furqan, mereka berempat pun berjalan perlahan meninggalkan Zahra yang mematung di jalan.


Lalu Furqan pun berjalan menghampiri Zahra.


" Besok ya pulangnya! "


Zahra pun menunduk dan mengangguk.


" Nanti besok Ustadz ada kan saat Zahra pergi. "


Furqan tidak menjawab, dia meletakkan tangannya ke kepala Zahra.


" Baik-baik di sana ya Za, Jadi orang Sukses. Kamu tahu kan no telpon rumah ku. Nanti telpon ya! "


Zahra tidak dapat berkata, hanya diam memandang Furqan dan berlinang air mata.


Meski ia menanggapi tentang cinta Harris atau Firdaus. Tetap yang menyentuh hatinya terlebih dahulu adalah Furqan. Meski pun ia tahu kelakuan Furqan seperti apa kepada Mba Lili.


Takut ketahuan yang lain, akhirnya Zahra pun balik ke Asrama dengan berjalan perlahan. Furqan pun masih berdiri sambil bersandar ke dinding dan memperhatikan Zahra.


Sampai di depan Asrama, Zahra pun berbalik hanya untuk melihat Furqan kembali. Dan ternyata Furqan masih berdiri tetap disana dan memandanginya.


Furqan pun melambai, dan mengusap matanya. Lalu berlalu pergi masuk ke dalam wilayah Asrama putra.


Ya , Zahra pun tahu bahwa Furqan sangat sedih harus berpisah dengannya.


" Apa kata Ustadz Furqan Za? " Mereka berempat pun kepo.


"Kamu nangis ya! "


Zahra pun mengangguk dan memeluk Linda. Dan mereka pun berpelukan dan menangis.


Mereka pun packing kembali dan bersiap-siap.


" Zahra, aku minta maaf ya selama satu tahun ini, "Ucap Mba lili menghampiri Zahra.


" Iya Mba, aku pun minta maaf. " lalu mereka pun berpelukan.


Dan semua penghuni asrama pun saling bersalaman dan berpelukan dengan mereka be lima dan saling meminta maaf.


" Jika kalian ke jawa, nanti mampir lagi kesini. "


" Pasti. "


" Maaf kan kami ya. "


" Iya mba, maafkan kami juga. "


" Saling bertukar kabar, saling bertukar surat ya Mba, dan teman-teman yang lain. "


" Ingat yang baik nya aja ya, yang ga baiknya di lupakan ya, " Ucap salah satu santri wati.


" Siaappp. Sama-sama, anggap ini semua sebuah warna di cerita kehidupan kita," Ucap Nuri.


"Cieeee puitis banget Nuri, Hahahaha. "


" Hahahaha, " mereka pun akhirnya tertawa bersama.


Mereka pun bergadang sambil bertukar cerita dan tidak lupa sambil mengemil. Tidak ada yang bisa melarang mereka, karena ustadzah pun tahu hari ini adalah malam terakhir mereka bersama.


Jam 2 malam mereka pun akhirnya baru tidur.

__ADS_1


__ADS_2