
Tinggal 1 minggu mereka berlima pun bakal pulang ke Kalimantan. Program pembelanjaran mereka pun sudah berakhir sesuai yang telah di sepakati dari awal.
" Sebentar lagi kita bakal pulang. Aku tidak sabar."
"Iya Nur, aku pun rindu ibu ku, " Ucap Zahra.
" Za, ada yang nyari kamu tuh di depan. "
" Siapa? "
Dengan segera Zahra pun pergi ke depan asrama.
Ternyata adik Ustadz Furqan yang datang memberikan uang yang ia pinjam. Setelah adiknya pergi, datang pula kakanya. Ustadz Furqan.
"Za, adik ku tadi ngapain ketemu kamu. "
" Oh ga pa-pa kok. "
" Ini oleh-oleh untuk mu, dan ini hadiah buat kamu. Dipakai ya."
" Makasih tadz. Saya pulang 1 minggu lagi tadz. "
"Iya , aku tahu. "
" Nanti saat pulang, ustadz datang kan untuk terakhir kalinya. "
Furqan pun hanya tersenyum.
" Aku membeli jaket persis sama dengan ku. Sepasang. "
Setelah memberikan kado itu, Furqan pun pergi ke asrama santri.
Zahra pun hanya memandangnya sampai punggung Ustadz Furqan menghilang dari pandangannya.
Ada rasa Bahagia karena akan bertemu keluarga, ada rasa sedih karena harus berpisah dengan orang-orang disini.
Zahra pun terduduk memandang hadiah dan oleh-oleh makanan dari Ustadz Furqan.
" Siapa yang kamu temui Za? " tanya Aya sambil duduk di samping Zahra.
" Emm Ustadz Furqan. Dia ngasih oleh-oleh. Yuk kita maka. "
"Asyikkk, itu apa? " dia menunjuk bungkusan satu lagi.
" Kado dari nya."
" Emmm so sweettt. "
" Buka geh, aku juga penasaran apa isinya. " pinta Aya kepada Zahra.
Lalu mereka pun masuk ke dalam Asrama. Di depan lemari Zahra, Zahra membuka kado nya. Sedangkan Aya sudah tidak sabar menunggunya.
Setelah dibuka, terlihat lah sebuah jaket dari kain berwarna hitam. Zahra pun menentengnya bolak balik dan mencoba memakainya.
Agak kebesaran. Tapi tak masalah. Masih bisa dipakai.
" Yeeee Zahra dapat baju. "
Aya berteriak, zahra yang dapat dia yang sangat kegirangan.
" Cih jaket doang Girang sebegitunya banget, " ucap temannya Mba Lili.
" Apaan sih, merusak kebahagian orang saja, " sahut Aya.
" Apaan sih , ga jelas. "
" Loe tu yang ga jelas. "
" Eiittssss ,,,, sudah. Sudah.. Kita makan cemilan yuuu Ayy. "
Zahra menarik Aya ke belakang Asrama.
"Nih makan, Sabar, Sabar. Kamu juga, kenapa sih harus meladeni dia. Dia itu sengaja bikin kamu marah Ay. "
__ADS_1
Zahra pun memberi Snack yang masih terbungkus kepada Aya.
" Iya aku tahu kok, dia marah karena iri saja. Katanya kita ini di manja kan Abuya. Makan pun sampai di adakan ruangan khusus. "
" Ooh gitu. Ah biarin aja. Telat ah dia irinya, 1 minggu lagi kita udah pulang. Hehe. "
" Iya juga yaa. Hahahaha. "
" Woyyy ngapain tuh ketawa! " Suara pria terdengar diluar.
" Kenapa? Siapa kau? "
" Weeee. "
" Udah-udah, dia ga bakal lihat kita juga."
" Tunggu Za, "
Aya pun pergi ke kamar mandi dan membawa gayung berisi air. Dia menyuruh Zahra untuk mengangkat meja.
Setelah itu mencoba naik meja dengan perlahan sambil membawa gayung berisi air.
BYURRRRRRRRRR
"Waaadddduuuhhhh aku basah! "
" Upssss , maaf ya. Ga tahu tuh kalo kamu ada di situ. Hahahaha, " Tawa gelak Aya sambil mengejek.
" Siapa Ay? "
" Entahlah, aku tidak lihat wajahnya. Ia hanya pakai peci hitam. Salah siapa juga ngagetin kita. "
" Yu ah kabur. "
" Kita pura-pura jalan ke dapur umum yuk, siapa tahu kita dapat mengetahui orang jahil itu. "
" Ayo-ayo. "
Ternyata di depan Dapur umum banyak berkumpul para Santri.
" Ih baju ku basah nih, gara-gara cewek aneh. Coba aja tahu siapa pelakunya."
Zahra dan Aya pun langsung memandang asal suara itu.
" Kenapa lihat-lihat? "
" Engga, ga papa kok, " Sahut Aya sambil langsung menarik tangan Zahra.
Dan mereka berdua cekikikan melihatnya, ternyata si Romy pacar Nuri yang kena air siraman Aya.
Aya pun masih menguping pembicaraan mereka.
" Oohhh ternyata bukan Romy yang mengejek kita tadi, dia hanya lewat. "
" Kasian, orang yang makan nangkanya, dia kena getahnya. Hahaha, " sahut Zahra.
"Aakhhhh... Tolongggg... "
" Za, suara apa itu , ada yang minta tolong, ribut sekali dan bunyi air. "
Aya pun menarik Zahra ke dalam dapur umum dan lebih dalam lagi, mengikuti sumber suara itu.
Sampai di ruang tengah, Aya pun terdiam.
" Kenapa Ay? "
" Ya Allah.... "
Dengan segera Aya dan Zahra pun langsung duduk melihatnya.
" Ehh kalian, ayo duduk disini. "
" Itu kenapa Ummi? " Tanya Zahra.
__ADS_1
" Itu berita di Aceh Zahra, Ada stunami yang sangag besar. "
" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. "
" Semoga orang-orang disana selamat ya ummi. "
" Buya nelpon sepupu Buya, tapi mereka tidak dapat dihubungi. Semoga mereka selamat. "
" Amiinn Abuya. "
" Fir, Fir, Firdaus. "
" Inggih Buya, ada apa? "
" Umumkan di Musholla, kita akan mengadakan Penggalangan dana untuk di kirim ke Aceh. "
" Baik Buya. "
" Kalian merasa tidak, tadi kan agak sedikit goyang,"
Ucap Firdaus.
Aya dan Zahra pun pamit keluar, dan mengiringi Firdaus keluar.
" Masa sih Fir, kami tidak merasa. "
" Dari berita yang aku lihat, sebelum stunami, ada gempa terlebih dahulu. Lalu air laut pasang sampai menyebabkan Stunami secara mendadak. "
" Za,, kamu pulang nanti hati-hati ya. "
" Iya Fir, masih 1 minggu juga kok."
" Oiya kamu mau Susu kambing ? bagus untuk kesehatan, tunggu disini ya. "
Dengan segera Firdaus pun keluar dari dapur umum menuju musholla dan memberi tahu Ustadz untuk penggalangan dana. Setelah itu ia kembali lagi ke dalam rumahnya.
Lalu ia pun datang dengan membawa botol kaca dengan Susu,.
" Nih coba, ini cangkirnya! "
Aya dan Zahra pun menuangkan sedikit susu ke cangkir dan mencobanya. Ada rasa ragu karena tercium bau yang menyengat.
" Kenapa kamu tertawa Fir? "
" Engga kok, ayo minum. Cepetan, ini bagus untuk orang Asma."
" Masa sih, bau Fir, " ucap Zahra.
" Pencet hidungnya. "
Lalu Zahra pun melakukannya sesuai instruksi Firdaus.
" Hueeek, Hueeekkkk. "
" Hahahahaha, " Tawa Firdaus melihat Zahra dan Aya mau ter muntah-muntah meminumnya.
" Ayo demi sehat Aya, Zahra Ayo. "
" Udah ah, ga sanggup aku Fir, aku mau kumur-kumur, " Zahra pun berlari ke kran air. Disusul oleh Aya.
" Kalian ngapain? " Tanya Ummi penasaran mendengar keributan di dapur umum.
" Hahaha, ga papa kok Um, mereka hanya aku beri susu Kambing etawa saja. Lalu mereka mau muntah, hahahaha," tawa firdaus melihat kami yang mau ter muntah-muntah.
" Ooh iya, kebetulan. Aya, Zahra. Ajak teman mu yang lain kesini ya. Ummi bikin bakso dari kambing."
" Hah bakso Ummi, asyikkkk, " seru Aya.
" Kamu tunggu disini Zahra, aku panggil mereka dulu, makasih ya Ummi. "
Dengan segera Aya pun langsung berlari memberi tahu yang lain agar merasakan bakso Kambing.
__ADS_1