
Zahra bersusah payah menarik koper keluar Asrama. Mereka ber lima pun sudah berpamitan dengan semua penghuni Asrama putri. Penuh mengharu biru.
Sopir Bis pun memasukkan satu persatu koper mereka itu ke bagasi bis. Mereka berlima pun bersalaman dengan takzim kepada Abuya dan Ummi yang telah menjadi guru mereka selama satu tahun ini. Dan tidak lupa pamit dengan Mas Hanif juga beserta para Ustadzah.
Zahra dan kawan-kawan pun menaiki Bis, Zahra duduk di pinggir kaca. Dan menengok ke luar.
Ternyata, Harris terlihat dikejauhan sedang berlari dari jalan poros asrama. Sambil melambai kan tangannya. Harris meneteskan air matanya melambaikan tangannya, mata nya memerah, dia menatap Zahra tanpa henti.
Firdaus pun juga melambaikan tangannya dan memberi kode untuk menelpon. Firdaus terlihat sendu, dia tidak menangis, tapi mata nya merah, ia pum berdiri dan melambaikan tangannya.
Zahra pun mengangkat tangannya memperlihatkan gelang yang diberikan Harris selalu terpakai ditangannya. Dan memperlihatkan boneka yang diberikan Firdaus. Dipeluknya boneka itu, dan itu membuat Firdaus tersenyum.
Semuanya menangis haru. Tapi ada satu sosok yang dicari Zahra. Namun tidak ada muncul melepas kepergian Zahra. Sampai bis itu pun berjalan perlahan meninggalkan semuanya.
Padahal Zahra ingin memperlihatkan bahwa jaket yang diberikan Furqan telah ia pakai. Dan selalu mendekap hangat tubuhnya.
Setelah bis melaju pergi dari tempat Pondok itu, mereka ber lima pun terdiam sambil memandangi jalan yang dilewati mereka.
"Kiayi, kita pulang naik apa? Kapal laut atau pesawat? " tanya Linda kepada Kiayi.
" Karena tahun kemaren kapal laut, biar adil. Kalian naik pesawat, " Jawab Kiayi.
Jawaban Kiayi sangat membuat mereka berlima pun senang. Akhirnya mereka pun sudah mulai ceria kembali.
" Tapi sebelum kita ke Bandara, kita bakal mampir dulu berwisata. Agar kalian tidak sia-sia sudah ke jawa. "
" Wah , Alhamdulillah. Terimakasih Kiayi, Ummi, " Ucap kami berlima kepada Beliau.
💐💐💐
1 bulan kemudian.
Mereka berlima pun sudah kembali ke Pondok di Kalimantan.
Dan mereka sudah memasuki kelas dua SMA. Jadwal mereka sangat padat, apalagi sekarang berkewajiban menjadi Osis di Pondok. Bukan hanya mengurus di sekolah selama 8 jam. Tapi mengurus semua hal selama 24 jam.
Kebayangkan, mereka dituntut mandiri dan mengatur adik-adik yang lain. Itu adalah hal yang sangat baru.
Zahra masuk di dalam bagian seksi Bahasa dan Ta'lim. Jadi, apabila santriwati yang melanggar atau tidak mematuhi aturan berbahasa maka Zahra lah yang akan memberikan hukuman.
Begitupula seksi lainnya, ada seksi keamanan, dan masih banyak lagi.
"Zahra, kamu dapat surat nih ! " Ucap Ririn teman sekelas Zahra.
" Dari siapa sih Rin? "
" Dari Jawa. "
Zahra pun dengan riang langsung melihat surat itu. Dibacanya pengirim surat itu.
" Mba Lili, tumben ini orang mau mengirim surat. " Batin Zahra.
Rupanya ada beberapa surat, yaitu surat dari Firdaus dan dari Harris.
Zahra pun tersenyum dengan mereka. Seketika ia cemberut, ternyata Ustadz Furqan tidak ada mengirim surat sama sekali selama 1 bulan ini.
Zahra pun sengaja duduk di depan musholla sekaligus mencari angin sambil membaca surat dari Mba Lili.
__ADS_1
**Dear Zahra
To the point.
Za, aku minta maaf ya atas perlakuan ku kepada mu saat di sini. Aku tidak tahu kenapa aku melakukannya. Mungkin terlalu cinta buta.
Asal kamu tahu, ternyata benar apa yang kau beritahu kepada ku dulu.
Belum lama saat kamu pulang ke kalimantan. Ternyata Furqan datang ke rumah ku dan mengajak ku balikan.
Dia sampai bersujud kepada ku. Tapi tenang saja, aku menolaknya mentah-mentah. Tapi bukan karena kamu, tapi untuk diri ku sendiri.
Karena sekarang aku tahu, kau benar akan permainan yang kau mainkan.
Terimakasih Zahra, terima lah permintaan maaf tulus ku.
Dari : Berliana Sari (Lili*)
Jantung Zahra berdegup keras setelah membaca surat dari Mba Lili, bukan karena bahagia tebakan ia benar justru sedih dan ada marah terselip diujung hatinya. Kenapa tebakan ia harus menjadi kenyataan.
Ia buka surat Harris dan surat Firdaus. Zahra pun akan membalas surat mereka.
Cinta yang dikira Zahra adalah serius tapi ternyata Permainan cinta Zahra, Cinta itu pula yang membuat 2 cinta lainnya terluka.
" Kenapa kau Za terlihat sedih? " tanya Aya.
" Ga papa, " sahut Zahra dengan menyembunyikan surat mereka.
" Kamu pulang Za? "
Zahra pun mengangguk pelan.
💐💐💐
" Bu, boleh pinjam handphone nya. "
" Iya pakai saja. "
Zahra pun langsung menelpon nomor telpon rumah Ustadz Furqan.
" Assalamuaikum, Furqan ada? "
"Ada, Tunggu sebentar ya. "
"Ya Hallo, "
"Ini Zahra, apa kabar tadz? "
"Baik, ini nomer siapa Za? "
"Nomor handphone ibu,"
"Ambil polpen, catat ya, nanti kau hubungi aku disini 0812********, aku kangen kamu Za, "
"Sama Tadz,kenapa saat aku pulang ustadz tidak ada? "
"Aku tidak sanggup melihat kepergianmu! "
__ADS_1
tuuttttt
" Tadz. "
Clekkkk*
Telpon pun terputus. Ternyata pulsa ibu Zahra habis.
Dengan segera, Zahra pun mengambil kerudung dan berlari ke gerai telpon di depan rumahnya untuk membeli pulsa. Ia tidak mau ibunya tahu jikalau pulsa telah habis ia pakai.
💐💐💐
Jika aku beli handphone bekas kira-kira tabungan ku cukup tidak ya.
Praankkkk.
Suara pecah akibat palu yang menghantam celengan ayam Zahra.
Berserak uang perak dan kertas. ia kumpulkan dan dihitung, ini adalah tabungan ia sejak kelas 6 SD.
Ternyata hasil tabungannya lumayan banyak, yaitu 573 ribu.
Zahra pun ke gerai telpon, ternyata ada handphone bekas dari Nokia, dengan harga 600 ribu.
" Kak, tolong aman kan dulu handphonenya. Aku ingin beli. Tapi uang ku hanga 573 ribu. "
"Oh, ya udah, aku jual segitu aja. Sesuai uang mu. "
" Yang benar Ka, wah makasih. "
Dengan senang hati Zahra pun mempunyai handphone. Ia pun langsung memberikan kabar kepada Firdaus dan Furqan. Ia sudah diizinkan membawa handphone ke pondok karena Zahra sudah memasuki Kelas 3 SMA.
Dan untuk Harris, Zahra memberikan kabar lewat surat. Karena memang Harris masih berada di pondok.
Lagu baru yang hits itu melantun menemani Zahra. ia pun memesan lagu itu menjadi NSP di setiap orang memanggil dia. Maka ia akan mendengar lagu itu sampai Zahra pun mengangkat telponnya.
Begitu pula saat Zahra menelpon Furqan, NSP yang di dengar pun adalah Lagu dari Naff Engkau Masih Kekasih ku.
Dan Firdaus pun tidak mau kalah ia mengatur NSP nya dari Samsons Akhir Rasa Ini.
Semua NSP melambangkan hati mereka yang memang tidak bisa bersama.
3 Cinta Zahra sudah terpisah jauh oleh lautan yang membentang, 1 langit beda awan.
Ia pun tahu 3 cinta nya tidak akan berakhir happy ending untuk bersama.
Tapi ia tetap bersyukur 3 cinta yang telah hadir bisa membuat warna warni di setiap lembar kehidupannya dan menjadi kenangan terindah. Seperti lagu Samsons, Kenangan Terindah.
Mereka menjadi kenangan terindah Zahra, kenangan yang telah terukir di dalam lubuk hati yang paling dalam dan tak akan terganti.
Meski suatu saat nanti ia akan mendapatkan kabar mereka akan mendapatkan wanita pilihan mereka untuk memulai hidup baru, begitu pula dengan dirinya. Meskipun perjalanan cinta mereka berhenti, tapi kehidupan harus tetap berjalan.
Karena mereka sadar, cinta mereka tidak bisa dilanjutkan. Hanya cukup untuk 1 satu tahun saja dan tidak untuk diperjuangkan sampai ke pernikahan. Cinta yang tidak ditakdirkan untuk bersama.
Selamat Tinggal
Furqan, Harris dan Firdaus.
__ADS_1
3 Cinta di seberang lautan.