
Pria itu mendekati Warewolf dengan tubuh gemetar.
"Aku sudah membunuhnya sesuai permintaanmu. Apakah janji kamu berlaku?"
Tubuh Warewolf itu perlahan berubah, tangan dan kaki tertutup bulu itu perlahan berubah menjadi kulit mulus manusia. "Kamu melepaskan bocah itu."
"Tidak. Dia sendirian di depan mesin itu, tidak ada anak kecil sama sekali."
"Itulah kesalahan kamu! Tidakkah kamu lihat ada anak kecil duduk ditaman tidak jauh dari wanita itu?"
"Kamu, kamu hanya berkata membunuh dia."
"Hahahah, aku berkata membunuh dia dan jelas aku menunjuk kedua orang. Tapi kamu membiarkan anak itu lari."
"Kamu hanya ingin merubah janji, apa yang kamu inginkan jelas hanya wanita dampir itu."
"Aku selalu memenuhi apa yang aku janjikan, manusia. Bukankah kamu ingin uang dan jelas uang sudah ditangan, bukan."
Pria itu terdiam, tubuhnya semakin gemetar.
"Seharusnya aku tidak mempercayai kamu! Kamu tidak berasal dari Sverine. Kamu dari klan penghianat!!."
"Sayang sekali kamu tahu sangat terlambat. Manusia serakah yang hanya ingin jalan pintas seperti kamu, sudah beruntung telah membantuku, hahaha."
Isolde dan Akbar yang mendengarkan di balik bayangan pepohonan terkejut.
Severin??
Akbar merasa tidak asing dengan kata itu tetapi tidak dapat tahu dengan pasti kapan dia pernah mendengarnya.
__ADS_1
Isolde merasa kepalanya sakit, kata itu membangkitkan sesuatu dalam dirinya dan itu sangat menyakitkan. Sambil menekan kepalanya, dia menahan suara dengan susah payah.
"Kamu tidak akan lepas dari kutukan itu, kamu terkutuk!"
"Oh, kamu membawa hadiah rupanya."
"Apa maksud kamu? Aku menemui kamu diam-diam. Aku ...."
Isolde merasa angin dingin di punggungnya, sayang sekali reaksi mengelaknya terlambat dan manusia serigala itu menangkap lehernya.
"Le ... lepaskan aku!." Isolde membentak dan berusaha melepaskan diri.
"Hehehehe bayi vampire. Hal yang tidak biasa ... Kekekeke."
"Mustahil, bagaimana dia bisa ...."
"Aku jelas pergi lama sebelum polisi maupun klan lain melihatku, aku sama sekali tidak tahu gadis ini."
"Jelas saja kamu tidak akan tahu, anak ini baru saja terbangun dan darah manusia di tubuhnya belum hilang."
Pria itu terkejut, "Jangan bunuh dia. Jika seperti ini terus, kamu akan menjadi buruan vampire tua itu."
"Tidak akan ada yang tahu, lagi pula darah vampire nemberi energi kekuatan besar pada kelompok Warewolf seperti Sverine. Hahaha."
Pria itu sadar dia lemah tapi sama sekali tidak bisa membiarkan bocah muda ini mati di depannya. Melihat Isolde seumuran dengan putrinya yang meninggal, dia semakin tidak tega.
"Kumohon, lepaskan dia. Aku akan menjaganya, mungkin dia yatim piatu. Tidak pahan dunia."
"Apa kamu layak memohon, kamu bahkan tidak bisa selamatkan diri sendiri."
__ADS_1
Brakk!
"Uakgh!"
Brak! Brukk!
Tubuh pria itu melayang terkena tendangan manusia serigala dan menghantam pohon berkali-kali sebelum terpental kembali di bawah kaki manusia serigala itu.
Manusia serigala itu tersenyum.
Dan tiba-tiba menginjak telapak tangan pria itu dengan keras.
"Aaaaaaarrrgggghh!!"
"HENTIKANN—!!" teriak Isolde dengan keras.
"Jangan cemas, giliranmu akan tiba."
"Tidak ...."
"Huh?." Manusia serigala itu melihat pria di tanah memeluk kakinya dengan erat.
"Aku tidak ...." Dia bernafas dengan susah payah, "Aku tidak akan membiarkan kamu membunuhnya!."
DEG!!
Jantung Akbar berdetak keras, gema detak jantung memenuhi telinga dan memberi reaksi di kepalanya.
Sosok tidak berdaya pria itu bertumpuk dengan dirinya saling berganti membuat ingatan tersegel sedikit terbuka.
__ADS_1