A.B.A.I : Misteri Desa Hantu

A.B.A.I : Misteri Desa Hantu
Ch. 82


__ADS_3

Keduanya berpesta satu sama lain, dan setelah beberapa saat, bersandar di kursi dan mengusap perutnya dengan wajah puas.


Dia sudah lama tidak makan masakan Xaiyu.


“Apakah kamu kenyang?” Xiayu memandangnya.


"Aku kenyang~" Akbar mengangguk.


"Pergi cuci piring saat kamu kenyang, dan lakukan kebersihan rumah, jadi kamu tidak menjadi gemuk," kata Xiayu.


Akbar: "...."


Laki-laki? Cuci piring?


"Mau protes?."


"Tidak, tidak." Akbar segera membersihkan peralatan makan itu.


“Bagaimana situasinya?” ucap Xiayu pada keheningan.


Syuu~ syuu~


"Okey."


Akbar sedikit terkejut oleh firasat yang datang, 'apa yang sedang terjadi?'


Setelah beberapa lama, dia kembali sadar dan menggelengkan kepalanya.


Segala sesuatu yang lain, biarkan berjalan dengan sendirinya!

__ADS_1


Dini hari berikutnya.


"Aku punya sesuatu untuk pergi keluar, dan aku mungkin tidak bisa kembali sampai malam. Kamu tinggal di rumah ini dan jangan lari-lari."


"Tapi kamu sendirian Xiayu."


"Tidak masalah."


Diluar area mimpi buruk....


"Lapor! Terjadi perubahan pada area terisolasi."


"Perubahan? Akhirnya fenomena itu muncul??."


Untuk tujuan ini, kepala polisi menanti begitu lama. Harapan satu-satunya untuk menyelamatkan orang yang tertahan di area itu kini mendekati akhir.


"Siapkan ambulance dan ahli medis."


Tanpa diduga, harapan ini telah diharapkan selama dua tahun. Dia sangat ingin melihat perkembangan kemampuan Akbar.


Cara orang timur biasanya menggunakan susunan formasi batu. Tapi ... Lingshi sulit didapat. Ini adalah sumber daya langka yang sangat penting secara strategis. Ini dikontrol ketat oleh pemerintah, dan perdagangan dilarang. Bahkan uang tidak dapat membelinya.


Namun, sebagai sekte kuno yang telah diwarisi dari sebelum pemulihan energi spiritual, peramal tua itu masih memenuhi syarat untuk menyimpan batu roh.


Setelah keluar dari mobil dan berjalan ke timur selama lima atau enam menit. Xiayu berhenti. Di lengkungan batu besar adalah sebuah plakat kuno, yang diukir dengan empat karakter yang kuat dan kuat: Tanah Terkutuk.


Di belakang gerbang gunung, ada sekelompok bangunan yang diselimuti awan dan kabut, yang terlihat misterius dan abadi. Sebelum mengambil beberapa langkah, dia dihentikan oleh seorang pria paruh baya berbaju hijau.


"Siluman ular, apa niat kamu kesini?."

__ADS_1


"Masih berani bertanya? Anda menahan kekasih saya, dan sekarang Anda bertanya?."


"Kekasih? Seekor siluman punya kekasih? dan itu masih manusia?."


"Satu kesempatan untuk kamu, siluman tua. Buka mata kamu dan lihat siapa dia."


"Menarik. Pria tua ini akan melihat sejenak, siapa manusia yang kamu suka itu."


Tidak lama kemudian pria tua membuat sebuah cermin dari kekuatannya. Di sana terlihat Akbar sedang membersihkan peralatan makan. Itu hanyalah kegiatan sederhana tetapi berhasil membuat wajah pria tua itu berubah pucat.


"Keberanian serigala berhati leopard. Apa kamu serius dengan ini?." nada pria tua sedikit naik karena gemetar ketakutan.


Itu bukan manusia, itu kekacauan !


"Dan bawahan kamu masih ingin memakan dagingnya? Siapa yang menjadi serigala?."


"Kurang ajar!! Siapa! Siapa yang berani!?." pria tua sangat marah.


"Percuma berteriak, aku sudah memakan mereka."


"Siluman kecil, apa mau kamu sekarang?."


"Kamu menempati area milikku. Planet ini sudah menjadi tempat aku tidur. Kalian datang ke benua ini, apakah hanya ingin mengusik tidurku dan dirinya?."


"Apa?!." pria tua itu tidak percaya, "Tapi joker bilang tempat ini tidak bertuan."


"Dia tidak bisa melihatku, kamu juga tidak akan melihatku jika aku datang diam-diam."


Pria tua terkejut dan wajahnya semakin kehilangan darah.

__ADS_1


Satu kekacauan, satu harapan.


Pria tua itu semakin yakin joker tidak tahu keberadaan kedua makhluk mengerikan ini!


__ADS_2