A.B.A.I : Misteri Desa Hantu

A.B.A.I : Misteri Desa Hantu
Ch. 24


__ADS_3

"Tutup mata kalian jika tidak ingin melihat." terika adik wanita.


Salsa dan Dinda melihat tuyul-tuyul menyeret siswa yang mereka tangkap. Lalu Humantong menarik siswa itu ke atas baskom.


Ditengah rasa takutnya, dia sempat melihat Salsa dan Dinda disisi seorang wanita cantik.


"Kamu ..." Siswa itu ingin membuka mulutnya, tetapi pada saat ini mulutnya sudah penuh darah, dan dia tidak bisa berbicara sama sekali.


Siswa itu berubah begitu cepat sehingga dia menutupi lehernya dengan tangannya, tetapi ketika tangannya menyentuh leher itu, garis muncul di leher yang terlihat normal.


"Ugh...."


Noda darah, lalu darah dan air keluar dan tidak bisa menutupinya. Dia jatuh ke bawah dan berkedut beberapa kali, dan lelaki itu kehabisan nafas.


Salsa dan Dinda hanya menutup mulut dan membiarkan air mata menetes di wajah mereka.


Adik wanita hanya menghela nafas lalu berkata: "Jiwa terlarang. Seharusnya manusia tidak mengurung jiwa negatif ini.Roh gaib di dalam jimat hanya dapat mengerahkan sebagian dari kekuatannya, dan ketika digunakan oleh orang biasa, akan ada banyak tabu."


Salsa jatuh terduduk dan masih menangis.

__ADS_1


"Apa gunanya semua ini?." tanya Dinda menatap adik wanita.


"Bukan kegunaan, tapi kerakusan manusia. Jika seseorang melemah dan tidak baik, roh ini juga akan memakan tuannya kembali. Kebanyakan orang tidak akan memilih ini. Metode untuk mengendalikan hewan peliharaan pendamping. Ini mirip dengan Guman Tongling, yang juga merupakan semacam jiwa kehidupan yang cepat. Selama metode ini digunakan dengan benar, mudah untuk menyingkat Guman Tongming, tetapi itu adalah cara untuk menyingkat Guman Tongming. Metode ini kejam, dan seperti jimat, mudah untuk merespon tuannya, jadi kecuali untuk daerah tertentu."


"Bukankah, itu artinya adalah kesia-siaan?."


Adik wanita hanya mengangguk.


Tidak berapa lama, teriakan terdengar.


"Aaaaaaaaaaaa—, aku tidak mau mati! tidakk!!."


Siswa itupun berlari meninggalkan area pagoda tanpa melihat kebelakang lagi. Dinda ingin menghentikan tapi dia sudah lagi sangat jauh, tidak mungkin dikejar dengan kaki lemasnya.


Dinda akhirnya juga menangis di bahu Salsa dan mereka saling berpelukan, menghibur diri.


Keluar.


Mereka hanya ingin keluar dari desa mengerikan ini hidup-hidup.

__ADS_1


Diluar sana, ada terlalu banyak kekuatan misterius di dunia. Mereka tidak berharap kemampuan Akbar sanggup melawannya. Dan diri Akbar sendiri juga tidak akan berpikir bahwa ia tak terkalahkan karena prestasi kecilnya.


Akbar dan Arman dihadapkan denga biksu yang cukup aneh, dengan tatto mantra memenuhi tubuhnya dan beberapa tabung air kecil keemasan.


Dikejauhan, Akbar bisa melihat biksu itu mengambil jimat aneh dari tabung-tabung jimatnya. Jimat itu tampak seperti botol kaca transparan kecil dengan cairan kuning di dalamnya, dan patung seperti bayi direndam dalam cairan.


"Itu Guman Tongmin." ucap Xiayu.


"Gumantong? bukankah hanya ada Humantong yang tersebar di masyarakat sebagai jimat?."


"Kalian manusia sangatlah serakah, hanya demi harta atau menang judi, apalah artinya sebuah tumbal?."


Arman dan Akbar merasa malu.


Bukan hanya karena pengalaman mereka yang sedikit, tapi juga kenyataan pahit bahwa manusia tidak bisa lepas dari tujuh dosa.


"Itu di buat dari apa?."


"Jasad bayi yang lahir dengan kegelapan, lahir dengan energy negatif yang asli."

__ADS_1


"Apa kamu ingin berkata bahwa bayi hidup juga bisa dijadikan tumbal?."


"Mungkin itu artinya, tetapi pengetahuan spiritual tidak persis sama dengan jiwa tua. Ilmu yang saat ini ada telah di ubah susunannya menjadi hal buruk," kata Xiayu.


__ADS_2