
Siluman telah terpancing keluar, pertarungan spiritual terjadi lagi.
Bagas sangat senang bisa mengasah kemampuan bertarungnya dan Akbar juga sedikit merasa lega, tidak harus membuat Xiayu membantunya lagi karena dia sedikit tidak terbiasa bertarung.
Siluman itu sadar telah di tipu, sangat marah dan menyerang keduanya dengan ganas!
Arman yang mencari bukti juga sedikit menghela nafas, "Hey, What is angry is what they do?."
Ya. Meski sangat marah, apakah akan membantu? Tidak.
Arman bahkan sempat berpikir, ini masih negeri sendiri, bagaimana bila di luar negeri?
Begitu terpikirkan dia dan Akbar sebentar lagi akan ditugaskan sebagai pertukaran mahasiswa, bukankah dia akan langsung 'chilling, trembling, dan fear', jika di sebut dengan bahasa inggris.
Tubuhnya terasa beku. "······"
Arman langsung membuang pemikiran itu di belakang kepala. Mengerikan!
Dari lorong tempat makhluk itu tinggal, ternyata ada jalur lain yang menghubungkan ke dalam laut. Arman sempat terpikir, apakah hilangnya jejak para supranatural itu mungkin lewat ke lorong itu?
Arman memutuskan segera keluar dari lorong setelah menyelesaikan apa yang diperlukan.
Berkali-kali Bagas menatap ke arah Akbar.
"Ada apa? katakan saja, jangan seperti gadis mau menyatakan cinta." Kata Akbar sambil sedikit menjauh dari Bagas.
"Sialan." Bagas tertawa, "Aku hanya penasaran, bukankah kamu aliran kanan, mengapa tahu cara klasik seperi Qigong?."
"Pacar dia orang asian, kekeke." Arman tertawa sambil berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Huh?."
"Yah. Kesayanganku." ucap Akbar sembari mengusap lengannya.
"Busyaet, sudah ada yang punya dia oh sedihnya para jomblo."
Hahahahahaha—
Mereka bertiga tertawa lepas.
"Hey, kalian manusia kurang ajar. Kalian anggap aku apa!? Masih bisa tertawa bercanda saat bertarung?!."
"Eeh, maaf. Aku lupa."
"Aaaaaaaaaa!!." Makhluk itu pun mengamuk tanpa basa- basi.
"Kamu punya terlalu banyak omong kosong," kata makhluk gaib, lalu menyerang mereka secara langsung.
Hanya saja dia tidak ingin mendapat masalah, tetapi ketika dia mendapat masalah, dia secara alami harus menolak, dan dia harus melawannya, sehingga orang-orang tidak merasa bahwa dia diganggu, dan dia akan menemukannya tanpa henti.
Makhluk gaib ini bukan yang paling kuat, beberapa kekuatan, beberapa orang, mereka masih tabu dan tidak mau terpancing. Selama kamu cukup kuat, jika kamu mengirim beberapa pembunuh padanya, kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa.
Pada dasarnya, makhluk itu tidak akan bertindak lagi, karena kekalahan itu adalah miliknya.
Kedua pria bermain waktu singkat, namun, mereka juga dapat melihat dari trik pihak lain bahwa mereka adalah seni bela diri yang profesional.
Bertarung dengan makhluk supranatural tentu saja bukan hanya mengandalkan energy murni tapi juga kesiapan dalam memutuskan strategi dan bela diri dalam pertarungan.
Tampak penyesalan terlihat dari wajah pucatnya. Ya, dia telah kalah.
__ADS_1
"Bagaimana itu mungkin? Bagaimana itu mungkin?."
"Aku turut berduka untukmu!." Arman berkata.
Akhirnya, semua ketenangan makhluk itu runtuh seketika, satu langkah tidak stabil, hampir jatuh, tapi untungnya, dia hantu dan tidak ada jatuh!
Perlahan tubuh rohnya menghilang menjadi abu.
"Well, kesekian kalinya." Arman terduduk di tanah tanpa malu.
Bagas juga ikut duduk di sebelahnya, "Apa yang kamu dapat dari goa?."
"Tidak banyak. Pacar dia mungkin tahu." Arman menunjuk ke arah Akbar.
"Apa?." tanya Akbar.
"Panggil dia, ini barang klan ular." Arman melempar sebuah batu mirip giok ke arah Akbar dan dia menangkapnya dengan baik.
"Klan ular?." Suara manis membuat Arman dan Bagas terkejut.
Xiayu muncul perlahan dari balik punggung Akbar lalu mengambil batu itu.
"Hm? Benar barang dari klan? Jadi orang itu masuk ke dimensi gaib?."
"Ya. Ada lorong di dalam sana tapi tidak ada ujungnya."
"Cukup sampai di sini, jangan mencari lagi. Sisanya biar aku yang mencari."
Mereka bertiga mengangguk.
__ADS_1