
Diam-diam Xiaoli membuat rune dan mengirimnya kepada Xiayu.
Itu adalah rune khusus kerajaan ular. Xiaoli tahu saat ini Xiayu pasti sedang bertugas atau bahkan di medan perang kerajaan siluman.
Tetapi perkataan Akbar telah menyalakan tanda Alarm di hatinya. Karena ketenangan dunia manusia, dia hampir lupa pada kenyataan bahwa Akbar sedang menjadi orang paling di cari, alam para siluman telah membuat Akbar dimasa lalu sebagai penghancur yang mengerikan, jika ada musuh yang tahu dia telah menjadi manusia... Bukankah itu santapan lezat bagi para siluman itu?
Hanya memikirkan kemungkinan itu, jantungnya berdebar kencang.
Untungnya tidak ada kata "Jika" didunia ini.
Xiaoli menggelengkan kepalanya berusaha membuang berbagai pemikiran buruk.
Akbar akan baik-baik saja. Bahkan jika dirinya mati, setidaknya dia harus menjamin Akbar hidup hingga Xiayu datang.
Mengingat kegagalannya, aura dingin memenuhi tubuh Xiaoli. Dia terlalu lemah, ya, terlalu lemah untuk melawan makhluk yang telah hidup lebih lama darinya.
Berlatih.
Xiaoli dan Akbar hanya memikirkan hal yang sama. Kelemahan mereka sangat tidak dapat di tawar lagi.
Menjadi kuat dan mampu melindungi.
Keduanya tenggelam dalam pemikirannya masing-masing.
Keesokan harinya.
"Xiaoli, kamu bangun lebih pagi lagi?."
"Aku tidak butuh tidur kecuali musim dingin dan kebetulan tropis tidak ada musim dingin."
"Kamu benar juga."
"Mau berjalan kemana? Ke tim Bagas dan Arman atau mau bolang lagi?."
__ADS_1
"Sebaiknya menemukan mereka. Aku punya firasat buruk."
"Baiklah. Lagipula aku juga bosan tidak ada hal yang menarik."
"Kamu selalu mencari sesuatu untuk di bully, tidak lelah, kah?."
"Huh, mereka terlalu lemah, hanya bermain dan roh mereka rusak."
"Iya, iya."
"Ke arah mana mereka berjalan. Kurasa ke barat."
"Okey kita kesana juga."
Akbar dan Xiaoli melanjutkan perjalanan mereka untuk berkumpul dengan tim Arman dan Bagas.
Akbar tidak nyaman membiarkan teman seperjuangan dia jatuh dalam kematian yang sia-sia. Beruntung Salsa daaa Dinda tidak ikut dalam permainan ini.
Jika kedua gadis itu ikut, entah apa yang akan terjadi.
Sejauh yang dia rasakan, di kehidupan ini dia tidak punya musuh kuat.
Lalu apa yang terjadi?
Kekuatan spiritual yang terkunci.
Para makhluk gaib yang menekan kebangkitannya.
Juga memghilangnya Xiayu?
Apa hubungan dari semua kejadian ini?
Akbar masih tidak tahu jawabannya.
__ADS_1
Selama ini Akbar selalu di anggap sebagai perfectionis di kalangan remaja.
"Kalau kamu disuruh memilih, Xiayu atau Putri jin?."
"Itu sama sekali bukan level, kan?!"
"Kan "Jika" , bukan berarti benar akan begitu, kan?."
Dia bukan satu-satunya yang menderita sakit kepala, pertanyaan Xiaoli terkadang membuat dirinya tidak bisa berbicara dengan baik!
"Arman."
"Yo, Akbar."
Ketika Akbar datang untuk menemukannya, dia sedang mengobrol dengan Bagas dan tidak menghindarinya.
"Alhirnya ketemu lagi, aku kira kamu hilang, bro."
"Tidak mungkin. Yang ada juga aku ke culik masuk alam gaib seperti ini."
"Terladang aku kasihan sama kamu."
"Kata-kata kamu membuatku merinding."
"Kalian berdua tampak sehat. Aku tidak perlu khawatir kalian kelaparan."
"Hey, kelaparan sih tidak. Tapi kami bosan."
"Kenapa? Tidak bisa bertarung dan bosan?"
"Bukankah itu sangat jelas?."
"Hampir sama saja. Memangnya petunjuk apa yang kamu dapat?."
__ADS_1
"Tidak banyak. Setidaknya cukup untuk explorasi, lagipula ini game horor."