A.B.A.I : Misteri Desa Hantu

A.B.A.I : Misteri Desa Hantu
Ch. 36


__ADS_3

Tampaknya telah menghasilkan energi yang sangat besar. Di alisnya, mata vertikal muncul, dan saat ketika mata vertikal tertutup, tampaknya tidak terbatas.


Gerbang-gerbang neraka terbuka, dan tak terhitung hantu yang meratap dan meraung di dalamnya.


Xiayu sendiri tampaknya telah menjadi raja iblis, dan seluruh orang itu memancarkan kematian yang mengerikan.


"Tidak ... dia tidak mati ... dia masih hidup ..." Akbar menangis ngeri, tangannya masih membelai dirinya sendiri, seolah berusaha menentukan apakah Xiayu benar-benar mati.


Air mata Xiayu menetes.


"Terima kasih, akhirnya aku bisa membawa roh yang tersesat ini kembali ke alamnya. Akbar, kamu orang yang baik, jangan pernah melewati batas itu dan jalani hidup kamu dengan baik. Aku akan selalu bersama kamu."


Akbar luar biasa berani, dan mengulurkan tangannya dan menarik wajah Xiayu, berkata dengan tak percaya: "Dia jelas orang yang hidup normal, bagaimana bisa dia menjadi orang mati?."


Tubuhnya normal, detak jantungnya normal, suhunya normal, kecuali bahwa jantungnya berdetak agak tertunda, tetapi ia tidak bisa melihat di mana ia seperti orang mati.


"Aku kan membawa dia keluar."


“Kamu tidak takut jiwanya akan terbang dan menghilang secara permanen antara langit dan bumi, lalu membawanya keluar desa,” kata pemilik sosok hitam, yang benar-benar memberi jalan.


“Oke, ayo pergi.” Arman menarik Akbar menjauhi Xiayu.


Tapi tampaknya dia terlalu meremehkan perasaan Akbar. Akbar meronta menepis tangan merwka yang berusaha meraih tangan Xiayu. Akbar tersiksa melihat air mata Xiayu.


"Anak baik," Kedua wanita itu muncul dihadapan Akbar dan teman-temannya,"Kamu sangat beruntung bisa mendapat cahaya berkah."


"Hey, jangan lupakan kami, ya." goda adik wanita pada Akbar.

__ADS_1


"Selamat jalan, pergilah ke alam kalian kembali. Jangan pernah terjebak ke dunia hantu dan iblis lagi."


"Ah ... bagaimana ini bisa terjadi ..." Akbar berteriak berteriak untuk mengambil kembali telapak tangan Xiayu, wajahnya penuh rasa tidak percaya dan putus asa. "Xiayu, kembalilah! Xiayu!."


Sosok ular Xiayu melepas tubuh Akbar kembali pada Arman, Nanda dan Salsa.


"Pergilah, pergilah dan jangan kembali lagi."


"Xiayu ... Xiayu!!."


Akbar dan semua murid yang selamat berhasil kembali ke alam manusia. Jejak desa hantu pun telah memudar, ketika tersadar, hanya ada tanda tatto ular kecil melingkar di pergelangan tangan Akbar.


Semua kembali normal, hanya sebuah buku bertuliskan nama teman-teman sekolah mereka terlempar keluar bersama mereka bertujuh.


Buku itu akan menjadi pengingat rekan mereka yang telah lenyap di desa hantu.



.....


Akbar, Arman, Nanda dan Salsa berhasil selamat dari Desa Hantu.


Tangis membanjiri mata mereka, Akbar masih terduduk menghadap hutan yang kosong itu.


"Xiayu ... Xiayu ...."


Akbar menyalahkan dirinya sendiri, bukan hanya sekali namun dua kali dia telah mengorbankan Xiayu.

__ADS_1


Salah satu paranormal mendekati Akbar.


"Anak muda, kamu pasti akan bertemu lagi. Kamu luar biasa bisa membawa rekan kamu kembali dalam keadaan hidup."


"Apa gunanya, aku masih kehilangan orang yang paling berharga!!."


"Tidak, itu tidak benar. Lihat dengan hatimu, apakah dia benar hilang darimu?."


Akbar tertegun mendengar ucapannya.


"Maksud Anda, dia tidak lenyap? Dia masih bersamaku?."


Akbar meraih kerah baju paranormal itu, berusaha meyakinkan.


"Cobalah, tanyakan pada hatimu, pada dirimu yang ada dalam hati kecilmu, akankah dia hilang?."


"Ini bukan lelucon, kan?."


Akbar mencoba ingat bagaimana awal pertemuan mereka di masa kecil.


Samar-samar dia kembali merasakan sentuhan dingin sisik ular di lengannya. Akbar menunduk, memandangi tatto ular ditangannya dan kembali menangis.


"Terima kasih ... terima kasih."


Paranormal itu hanya menepuk pundak Akbar dan pergi.


See you again~ 🧚🧚

__ADS_1


__ADS_2