
Pemimpin penduduk itu sedikit menganggukan kepala dan salah satu dari mereka mengeluarkan sesuatu. Dia mengeluarkan wadah logam yang terlihat seperti kompor dan sedikit seperti tripod, dan tidak tahu apa itu.
Akbar dan Arman memperhatikan dengan fokus, apa niat mereka.
Sementara buto masih menjilati minyak mayat, mereka menempatkan wadah logam di celah batu, dan kemudian menuangkan puluhan botol minyak mayat ke dalamnya, hampir mengisi banyak wadah logam.
"Aku punya firasat buruk. Selain aku, ada tiga anak indigo yang mampu melihat hantu itu dan mampu melawan."
"Tapi kamu tidak terlihat seperti anak indigo, jangan tersinggung, okey."
"Tidak, kamu benar. Aku bukan anak indigo."
Xiayu ikut mengangguk.
Belum lama perasaan lega mengalir dalam diri Akbar dan Arman. Mereka melihat air danau bergejolak.
Wow!
Ombak besar mendorong air danau ke samping.
Xiayu membantu Akbar dan Arman agar tidak tersapu oleh kekuatan air yang terhempas.
__ADS_1
Namun segera, mata semua orang tertarik oleh pemandangan di depan mereka, dan melihat tubuh besar menonjol di atas sungai, seolah-olah raksasa besar sedang memperhatikan mereka, di depannya, manusia dan bahkan penduduk itu seperti sekecil semut.
"Siluman naga lagi?!."
Meskipun sebagian besar tubuhnya masih di sungai, tidak mungkin untuk melihat seluruh gambar, tetapi hanya bagian yang terbuka cukup untuk mengejutkan orang.
"Menjauh! Cepat lari!." teriak Xiayu.
Itu adalah naga, tetapi bukan naga, bentuknya seperti naga, tetapi tubuhnya bukan daging dan darah. Tidak ada sisik dan daging naga. Itu tampak seperti naga yang dibentuk oleh karang.
"Ini ... Apakah ini Raja Naga Siluman? Ya Tuhan ... !."
Ketakutan mengalir dengan tajam, membuat hati dan jiwa keduanya bergetar. Mereka berdua bukan takut berkelahi, tapi perasaan mereka sekarang ini, seperti anak domba yang akan disembelih.
Sekarang, barulah menyadari kepolosan mereka pada sisi lain dunia.
Dan karena kemunculan makhluk ini, hanya bisa gemetar dengan ketakutan, mereka benar-benar tidak dapat bergerak, dan itu lebih mengerikan daripada dikejar pocong atau kuntilanak!
Setidaknya mereka bisa lari atau menghindar.
“Roar!”
__ADS_1
Naga itu tampak menyadari keberadaan Akbar dan Arman tapi tatapannya tertuju pada penduduk di tepi kawah.
"Ini adalah kutukan suara yang menyebar melalui suara ... dengan cepat menutup telinga kamu ... jangan mendengarkan suara itu ...." Xiayu berteriak.
Keduanya dengan cepat menutup telinga dan berusaha lari lagi.
Tanpa sadar mereka terpeleset hingga masuk ke sebuah celah, di sana berdiri patung-patung aneh yang tidak mereka ketahui.
"Waaaaaaaa—."
Brukk!!
"Selamat, masih bernafas."
"Gila, apaan sih, aduhhh."
Akbar sering mendengar cerita Dinda, dan sedikit mengerti siapa dan bagaimana perwujudan patung budha. Namun Akbar melihat ke dalam kuil dan menemukan bahwa para dewa di kuil itu bukanlah penganut Buddha.
Akbar : " .... "
“Apa yang disembah di sini adalah Gu Mantong dan Gu Manli?” Arman melirik, melihat banyak boneka pria dan wanita, dan mungkin tahu itu apa.
__ADS_1
Kuil ini cukup besar, dan ada banyak halaman di dalamnya. Setiap halaman adalah rumah bagi beberapa anak Guman, yang terlihat menakutkan.
Akbar dan Arman selalu merasa bahwa bangunan-bangunan keagamaan ini sangat tidak menarik, dan tidak peduli apa pun bangunan keagamaan mereka, mereka berdua akan merasa tidak nyaman.