A.B.A.I : Misteri Desa Hantu

A.B.A.I : Misteri Desa Hantu
Ch. 85


__ADS_3

"Menjauh dari Akbar, orang tua!."


Akbar dan paranormal itu berbalik ke arah suara keras itu berasal.


"Siapa kamu?." Paranormal tampak terkejut dengan kemunculan lolita yang berteriak kepadanya.


"Akbar, kamu terluka? Kamu penuh bau darah." Xiao Li terkejut.


Akbar meraih pundak Xiao Li , "Xiao Li, kamu tahu dimana Xiayu?."


"Ah?." Xiao Li terhenti bergerak. "Bukankah ada bersama kamu? Dia yang memanggilku kesini, kan."


"Dia pergi dari kemarin malam dan kini belum kembali." nada suara Akbar terdengar sedih.


"Eeeeeehhhh!!."


"Xiao Li? Xiayu?." paranormal menatap Akbar dengan bingung.


huft huft huft


"Yang ... Yang Muliaa~."


"Renren, kenapa kamu kehabisan nafas?." tanya Xiao Li penasaran.


"Langkah anda terlalu cepat, tubuh saya tidak bisa ikuti anda. Kaki ini membunuhku."


"Bukankah kamu bisa terbang?."


"Awalnya iya, tapi manusia menyerangku, wuuuu—."


Akbar, Xiao Li dan paranormal memang melihat tubuhnya penuh debu.

__ADS_1


"Tidak mungkin manusia menyerang jika bukan karena kamu ...."


Ucapan paranormal terhenti. Ya, kalau bukan siluman!?


"Kamu! Kalian berdua ... siluman?!."


"Seperti baru melihat hantu pertama kali saja." Renren mendengus kesal.


"Hei, jangan mencandai orang tua. Aku sungguh belum pernah melihat siluman dengan wujud begitu nyata."


"Bukankah anda sudah melihatnya sekarang."


"Ah? Benar juga, ya."


Ahahahaha—


Manusia tidak semudah itu menerima keberadaan makhluk alam lain. Meskipun itu adalah hantu, siapa yang berani berkata 'percaya adanya hantu' dengan kebenaran?


Dan bila suatu hari nanti ....


Batas tipis itu menghilang, akankah kalian para manusia percaya hantu?


Oh, mungkin saja ....


Paranormal itu pun tidak banyak berbicara, dia kembali ke Kantor Kepala Polisi dengan senyuman.


"Bagaimana hasil penantian kamu dia area itu?."


"Iti bagus. Aku menemukan dia tepat waktu di saat dia dengan dingin membunuh makhluk mengerikan itu tanpa rasa takut."


"Apakah ada kemungkinan dia tahu hal lain?."

__ADS_1


"Kamu tidak akan percaya bahwa dia sangat dekat dengan kerajaan ular, bukan?."


"Mustahil. Kebanyakan manusia hanya memberi persembahan untuk bisa dekat dengan siluman di tanah ini."


"Hehe, tapi dia sangat akrab bahkan dilindungi."


"Apa dia juga siluman?."


"Tidak. Kelahiran dia bisa disebut sebagai 'anak indigo' tetapi entah kenapa dia masih pekat sebagai orang awam. Anehnya dia sama sekali tidak terkejut."


"Kakek paranormal sebelumnya berkata dia akan jadi pemandu."


"Ya, ya, itu masuk akal. Ketika suatu hari nanti gerbang gaib terbuka. Mungkin dia harapan kita."


Kepala Polisi memijat kepalanya, "Berharap kepada anak kecil. Selemah itukah kita sebagai orang tua?."


"Apa boleh buat, dengan meningkatnya frekuensi spiritual di bumi. Kita terlalu tua untuk bisa menjaga semua stabil."


"Tetap saja, Akbar, anak itu masih terlalu muda."


"Tanpa orang tua dan hanya tumbuh di panti asuhan karena keluarga dia tidak mau membesarkannya. Hidupnya cukup sulit, bukan?."


"Jika itu aku, mungkin aku sudah jadi preman yang akan tinggal di tempat kumuh, hah!."


"Tapi dengan adanya dia, kita sedikit bernafas juga."


"Yeah."


Ini memang hal memalukan...


Masa depan milyaran manusia, dipertaruhkan dalam genggaman tangan anak muda yang baru berusia 20 tahun.

__ADS_1


Kebenaran ini sangat dirahasiakan, hingga nanti waktunya tiba... kebenaran akan diungkapkan....


__ADS_2