
Ingatan masa lalu terbuka....
[Ryuu, masih ada kehidupan selanjutnya, jangan ceroboh ....]
[Tidak ada kesempatan lagi, aku akan kehilangan kamu lagi!]
Ryuurei menatap langit, [Aku tidak akan membiarkan kamu menyentuhnya! Tidak akan membiarkan wanitaku terbunuh!!]
[Aaaaaaaa—] Kilatan petir menyerang Maelys.
Hentikan ... Hentikan ... Hentikan ....
"HENTIKAN !!!" Akbar berteriak.
Bruak!!
Akbar meninju muka manusia serigala itu dengan sangat keras.
"Hah ... hah ... Sialan ... Sekarang, aku terlanjur melakukannya."
"Ugh~ ... Kamu ...." Isolde terbatuk-batuk dan berusaha melihat siapa yang datang menolongnya. "Kamu ... kenapa ...."
"Seperti neraka, siapa yang tahu apa yang aku lakukan ...."
"Apa?"
"Aku hanya tidak bisa berdiam dan hanya melihat. Seseorang terluka ...."
Di kastil.
Ester sangat marah besar kepada petugas yang mendapatkan tugas darinya. Kehilangan jejak dan lepas kendali bukanlah kebiasaannya. Ini sudah sangat tidak masuk akal.
Warewolf penghianat memasuki wilayahnya tanpa diketahui!?
Itu hal konyol.
Sayangnya itulah yang terjadi....
"Katakan padaku apa yang terjadi!"
__ADS_1
"Jejak penghianat ditemukan memasuki area timur."
"Di mana Akbar? Tidak ketemu juga?"
"Kami minta maaf."
"Kalian tidak ... Kalian tidak benar-benar ...."
Tap ... tap ... tap ...
Seluruh tempat itu mendadak membeku, aura tajam yang dingin memenuhi kastil.
"Aku tahu kalau kalian akan berkhianat pada kami."
"Organisasi ini telah ketahuan berbuat hal buruk dan ingin melakukan sesuatu diluar perjanjian."
"Ugh ... Noble ...."
Plakk!! Bruakk!!
Ester tiba-tiba terhantam kekuatan keras dan menabrak dinding kastil.
String ! Kuku tajam muncul di jari-jarinya.
Kelima pria di depannya memberi ruang, sosok elegant berjalan perlahan ke arahnya.
"Kamu hanyalah Baron yang ditugaskan menemukan klan terbangkitkan. Apakah pantas kamu menguji Noblesse?"
Dihutan.
"Kamu mengambil resiko seperti ini, apakah pantas?"
Isolde meraih lengan Akbar, "Jangan ...."
"Hahaha, apa yang mau kamu lakukan? Manusia biasa seperti kamu?"
Boom!!
"Oy, oy ... klan Sverin sampai muncul disini?"
__ADS_1
Lingkaran bola energy segera terbentuk di tangan pria yang baru saja muncul. Lalu bola itu melayang menyerang lengan manusia serigala.
"Ugh ... Aaaaaarrgh!"
Manusia serigala terdorong mundur beberapa langkah, "Bagus, ini bagus. Sudah lama tidak ada yang membuatku bersungguh-sungguh."
"Kamu dan aku berada di level yang berbeda." ucap sosok itu di balik jubah hitam.
"Huh? Apa yang kamu lihat?"
"Melihat kamu mempertanyakan kemampuan diri, bukankah begitu?"
"Aku bertanya apa yang kamu lihat !"
Telepathy terhubung di kepala sosok berjubah itu, "Master?"
"Manusia dimasa ini sudah berkembang sejauh ini? Dengan kemampuan lemah manusia, tidak akan mampu meredam mereka."
"Saya sudah menemukan kakak tertua."
"Aku, Arlette Francoise Henrietta, memberi kamu persetujuan untuk menggunakan kekuatan kamu. Lindungi dia, hancurkan musuh dihadapan kamu."
"Ya, master."
Glegar !!!
Kilatan petir bergemuruh dilangit. Aura hitam kehijauan keluar dari tubuh sosok berjubah itu. Menutupi seluruh tubuhnya.
"Apa ini? Energy yang sangat mengerikan, bagaimana bisa ...."
"Bukankah luka di lengan kamu akibat serangan pemuda itu tidak sembuh, bukan?"
"Ugh ...." Dia meraih lengannya yang tidak bisa pulih.
"Aku punya dugaan tapi sepertinya aku benar tentang hal ini. Semua tentang kamu berasal dari aku ...."
"Apa yang ingin kamu katakan !!"
"Hanya itu yang pantas kamu ketahui, matilah sekarang!"
__ADS_1
Bola-bola petir yang terbentuk selama pembicaraan mereka, melesat ke arah manusia serigala yang telah kembali ke wujud aslinya.
"Aaaaaaa .... tidak mungkin ... mengapa kamu ada di sini!."