
Tidak terasa S2 ABAI sudah hampir berakhir!
Maaf karena ceritanya masih belum sempurna, rasanya jadi kurang manis hehehe masih belajar terus~
Terima kasih telah menemani perjalanan Akbar menjelajahi desa hantu 👻👻
S3 ABAI coming soon~ ✨✨🧛
okay, lanjut ya ~
Ch. 65 - Xiao Li muncul !
Ketika pertarungan usai, mereka berdua hanya bisa berbaring di tanah layaknya orang sekarat. Lelah fisik, lelah mental dan spiritual.
Wajah Xiayu terlihat sangat kesal dan segera memukul bahu Akbar.
"Ouch!" Akbar menjerit kesakitan saat Xiayu memukul lengannya.
"Sepertinya ada yang lupa pada janjinya." Arman berkata sambil menahan tawanya.
"Bukan hanya lupa tapi ceroboh juga, hm?."
Bagas melihat ke Arman ingin bertanya sebelum terhenti oleh kata-kata Akbar.
"Tidak sengaja, sungguh. Hey, katakan sesuatu."
Bagas tertegun. Katakan apa?
"Ayolah, Bagas."
"Ya, ya, itu tidak sengaja. Dia tidak sengaja terhempas tadi." Bagas membantu Akbar sambil sedikit gugup berbicara.
"Pfftt–."
"Huh, mengelak pun percuma saja. Jangan mencariku selama sebulan!!."
__ADS_1
"Xia ... Xiayu !! Jangan ...."
Akbar berusaha menahan Xiayu pergi namun upaya dia tetap gagal. Xiayu menghilang begitu saja sekali lagi.
"Tamatlah sudah."
"Cie, akan ada yang kena mala rindu, nih."
"His, salahmu juga!." bentak Akbar marah.
"Ahahahaha—."
Tidak berapa lama mereka berjalan kembali ke jalur utama, sebuah suara lolita mengejutkan mereka.
"Hey, tampan. Siapa diantara kalian yang bernama Akbar?."
Bagas dan Arman segera menoleh ke arah Akbar.
"Itu aku. Siapa kamu?."
Akbar menangkapnya dan melihatnya dengan cermat. Itu adalah cincin emas dengan 2 kepala ular berhiaskan permata.
"Namaku Xiao Li, peringkat kedua di klan. Aku diperintahkan nona untuk menemani kamu sampai dia kembali."
Akbar sangat terkejut, Xiayu benar pergi darinya?!
"Hey, hey, jangan muram begitu. Kalau nona tidak pergi, akankah dia bisa membantu kamu lepas dari kejaran para siluman ular ini?."
"Tidak, aku hanya ...."
"Tenang, bro. Hanya sebulan, bukan." hibur Bagas sembari menepuk pundaknya.
"Ya. Liburan kita masih panjang, kan. Salsa dan Dinda juga kesini."
__ADS_1
Xiao Li mengangguk setuju. Dia lalu berubah dan kembali menyatu dengan cincin di tangan Akbar.
"Hah~." Akbar menghela nafas.
"Sabar, bro. Bukan yang pertama." Arman menepuk pundak Akbar.
"Heh, iya. Bukan jones seperti kamu."
"Sialan. Di hibur malah nantangin." Arman melemparlan ranting pohon pada Akbar.
"Hey, dog food everwhere, so sad ...."
"Ahahahahaha—." Ketiganya tertawa lepas saling mengejek satu sama lain.
"Omong-omong nih, ada kontes sparring lokal loh. Demit lawan demit. Minat, kah."
"Enak saja, aku bukan demit, ya." protes Xiao Li.
"Iya, iya, baby Xiao Li bukan demit tapi spirit."
"Iya, pastinya. Jangan samakan aku dengan setan kebun yang lemah seperti mereka."
"Well, apakah banyak klan seperti kalian ?." tanya Bagas.
"Iya, sejauh yang aku tahu spirit di bagi menjadi 12 utama 24 klan luar dan 5 klan kuno murni. Klan kami termasuk dalam 5 klan kuno. Ah! bukannya Xiayu sudah menjelaskan?."
"Memori masa laluku belum bangkit." jawab Akbar.
"Rupanya begitu, pantas saja duo kucing juga Xiayu selalu tidak tenang. Ternyata seperti ini."
"Apakah ada yang salah?." tanya Arman, "Xiayu bilang, lebih baik dia lupa ingatan itu dan memulai hal baru."
"Begitu juga bagus, lagi pula ...." Xiao Li berhenti berbicara.
"Lagi pula? apa?."
__ADS_1
"Hehehehehe, yah, tanya Xiayu saja." Xiao Li diam dengan buru-buru.