Air Dan Api

Air Dan Api
Air dan Api Chapter 14


__ADS_3

Ayah shinju menangis tidak tertahankan saat kami sudah berjalan agak jauh darinya terdengar suara bersama tangisannya yang masih tersisa ketika ia berteriak


"semuanyaaaaaaa berhati hatilah......"


aku juga berjanji hari ini akan menjadi hari yang istimewa,nenek itu harus selamat.


kami melewati jalan biasa menuju ke sungai tempat kami mandi disana ada jalan sempit menuju hutan terlarang atau tempat dimana lisa dan penduduknya hidup,kami menelusuri lewat peta yang diberikan oleh ayah Shinji (Hikaru) setelah lama berjalan kami menemukan jalan buntu disini tidak ada apapun,hanya ada tebing yang menjulang tinggi dihadapan kami.


‘’ini buntu gora’’ ucap Sugihara


‘’iya,tidak salah lagi ini adalah tempatnya’’


‘’bagaimana kita kesananya kak?’’


‘’lihat lagi petanya’’ucap sugihara


Saat kami membuka peta,terdapat sebuah mantra disini,gora seperti bulan lalu saat membuka pintu penyimpanan kayu,dia seperti bertapa dan membaca mantranya,tak berselang lama,petanya menghilang dari genggaman gora diikuti tebing tersebut yang menghilang.


‘’apa ini?’’


‘’tebingnya menghilang kak?’’


‘’tunggu dulu petanya juga’’


‘’yasudah kita tinggal masuk’’ ajak Sugihara kepada kami


Tanpa banyak pertimbangan kami langsung masuk ke dimensi lain,yang aku rasakan juga sama seperti waktu itu,pengelihatanku putih semua dan perlahan memudar dan aku melihat sebuah kerajaan dan pedesaan yang sangat besar sekali disini,kami sudah sampai di negeri nya Lisa,tentunya kami asing disini maupun sugihara atau aku baru pertama kalinya kesini,kita berdiri di sebuah batu yang sangat besar dan tinggi,kami sampai disana hari sudah siang,sedangkan di dunia hari masih pagi ini menandakan ada perbedaan waktu lagi,satu hari disini sama dengan dua hari kurang di dunia.


"apa ini?"


"aku rasa kita sudah sampai Sugi" ucap gora


"indah sekali"


kami sangat terpikat dengan keindahannya,kamipun tidak berlama lama,kami langsung turun menyelusuri tebing itu dan sampai di pedesaan.terdapat banyak sawah dan kehidupan,kami berjalan melewati jalan setapak,warga disana tentunya tidak mengenali kami,ada satu warga bertannya,dia memakai topi dan memikul jerami.


‘’oii kalian siapa? Dan dari mana?’’


‘’aku gora dan ini teman temanku,maaf sebelumnya kami berasal dari dunia nyata,tujuan kami kesini untuk mencari lisa’’


‘’ada urusan apa kalian mencari ratu kami?’’


‘’kami ada urusan,kami harus buru buru permisi.’’ ucap Sugihara


Kami meninggalkan bapak bapak itu.


karena mungkin gerak gerik kami mencurigakan,bapak itu meniup sebuah terompet yang dibuat dari jerami,awalnya kami mengira ini hal yang sangat wajar di lakukan dipersawahan untuk menghibur diri


"Merdu sekali suara terompet nya"

__ADS_1


"iya,tetapi kita harus buru buru"


saat kami berjalan menuju kerajaan lisa,dari belakang kami terlihat warga berlari dan membawa alat perang,seperti panah,pedang dll


‘’mereka mengejar kita?’’ tanya gora


‘’tu….tunggu dulu,apa yang terjadi?’’


‘’ serang mereka’’ teriakan mereka


Gora sudah mengeluarkan sihirnya,tetapi di berhentikan oleh sugihara,karena kata sugihara mereka pasti tidak akan menyerang kita,wajar saja mereka begitu karena kami asing bagi mereka,terlihat sekujur badan gora sudah muncul api.


‘’tunggu dulu gora,hentikan..’’ ucap sugihara


‘’apa?’’


‘’jika kita menyerang mereka,mereka akan mulai berperang dengan desa kita,lagian,kita tidak akan diserang tenang,ingat tujuan kita datang kesini.’’


Api yang ada di sekujur badan gora padam seketika saat itu,kini mereka semakin mendekat,kami tidak memilih untuk melarikan diri,karena itu akan memancing rasa curiga mereka,mereka kini mengepung kami,ada banyak sekali warga yang sudah membawa senjata dan mengepung kami berlima,karena ketakutan shinji bersembunyi di belakangku lalu mereka menanyakan sesuatu kepada kami.


‘’dari mana asal kalian? Dan apa maksudnya kalian datang kesini?’’


‘’kami sedang mencari ratu lisa’’ ucap sugihara


‘’hah? Ada tujuan apa kou sama beliau?’’


‘’penduduk kami membutuhkan bantuannya’’


‘’kami dari negeri sihir,desa angin’’


‘’desa angin? tangkap mereka’’


Kami semakin dikepung oleh mereka,bahkan satu persatu dari kami di ikat tangannya dan kini kami sudah tertangkap,kenapa kami tidak melawan,jika kami melawan sama saja kami ingin mengadakan perang,karena alasan kami kesini bukan untuk itu aku rasa kami tidak perlu menyentuh mereka satupun,kami di gotong dan dibawa ke rumah tua oleh mereka,kami dikurung disana.


‘’Brukkkkkkkk"kami di lempar


‘’oii bisa tidak sopan sedikit hah?’’


‘’gora jangan marah santai..’’ ucap sugihara


‘’kami temannya lisa,awas kalian semua’’


‘’gora sudah,ini tidak akan menyelesaikan masalahnya.’’


‘’memang kami akan percaya pada kalian? Tunggu sampai beliau pulang,kami akan melepaskan kalian.nanti dia akan menemui kalian’’


‘’hah? Memang si Lisa sialan itu kemana?’’ teriak gora


‘’siapa yang kou bilang sialan hah?’’ satu penduduk memarahi kami

__ADS_1


‘’ti-tidak,kami minta maaf’’ucap sugihara


‘’sudah,kalian diam disini,sampai dia kembali’’


‘’brukkkk pintu ditutup’’


Di rumah tua itu,banyak sekali sarang laba laba,ruangan ini seperti tidak di urus,kami berlima sekarang disana,tanpa makan dan minum karena peralatan kami semua dirampas oleh mereka,diluarpun tidak ada suara apa apa,sepertinya mereka meninggalkan kami berlima,kami hanya bisa tertunduk lesu dan meratapi keadaan ini,seketika aku teringat saat dikamarku dulu,aku merasa begini,di ikat dan tidak ada siapa siapa yang mau mendekatiku.


shinji juga menangis layaknya anak kecil,gora seperti biasa dia tidak bisa diam,sugihara tertidur,dan shinju dia sedang berpikir,aku sendiri sedang meratapi ini semua.


‘’huaaahhhhhhhhh.... kenapa semua seperti ini’’ teriak shinji menangis


‘’apanya yang beliau hah? woi siapapun lepaskan kami,oiiiiii tolong kalian’’ teriakan gora


‘’ini? aku merasakannya lagi?’’ aku termenung dengan keadaan ini


Hari semakin sore,perutku bersuara meminta makanan,sedangkan gora,Shinji,shinju dan juga sugihara kini mereka tertidur, tiba tiba suara pintu dibuka dan cahaya terlihat dari sela sela pintu itu.


‘’krrrrrrrrkkkkk’’


‘’ini makan sore untuk kalian’’


‘’apa,pak takarumi kembali?’’


-takarumi adalah seseorang pemimpin di asrama goru,dia yang memberi makan, tempat tinggal untuk goru,kini dia sudah tiada karena tragedi pengeboman tahun lalu-


Seolah olah aku melihat dia seperti pemilik asrama yang setiap malam,pagi,maupun sore memberikanku makan,aku dibuat tidak bisa bicara apa apa dengan keadaan ini,selain mataku menangis melihatnya,hatiku sakit saat aku merasakan itu kembali,pikiranku kembali,ya aku menangis saat dia tiba didalam rumah tua dan membawa makanan.


‘’kenapa kou menangis?’’ Tanya bapak bapak itu


‘’tidak,aku hanya teringat’’


‘’hah?’’ apa yang kou ingat?’’


Aku tidak bisa menahan apa yang ku alami sekarang,ini benar benar menyedihkan,aku menceritakan semuanya kepada bapak itu dengan secara singkat,saat semuanya masih tertidur.respon bapak itu,tentu saja biasa saja,karena dia tidak mengalaminya,hanya saja dia lebih perduli kepadaku setelahnya.


‘’jadi begitu?’’


‘’ya,aku kehilangan semuanya yang aku punya’’


‘’mavia itu? apakah mereka masih ada ya?’’


‘’ya,mereka terus ada,mereka benar benar kejam’’


‘’yasudah hapus airmatamu,ini tidak akan merubah apa apa yang telah terjadi,saya yakin Pemiliki asrama itu sekarang sudah tenang,saya minta maaf,saya tidak bisa percaya apa apa tentang kalian,ini adat kami,jika benar benar terjadi,saya perhatin dengan kehidupanmu nak,baiklah perkenalkan saya pemimpin desa disini,seperti bawahana yang paling bawahannya,saya hanya mengatur rakyat saja dan saya mengerjakan apa yang harus dikerjakan,ohh iya nama saya tio ,kou bisa memanggilku pak tio’’


‘’ya,saya juga mengerti kok,nama saya goru,itu yang berambut merah namanya gora,yang dua anak kecil itu bernama shinji dan shinju,yang terlihat gagah dan keren dia sugihara’’


‘’hahahahaha begitukah? Kalau begitu nanti pas mereka bangun,lepaskan saja ikatannya,terus bagikan ini,tapi kumohon jangan keluar dari sini,tenang jika kalian niatnya sangat baik,pasti kalian tidak akan keluar dari sini,saya percaya pada mu goru,saya sendiri akan mengontrol kalian kesini dengan membawakan makanan tenang saja.’’

__ADS_1


‘’baiklah,terimakasih ya.’’


Setelah dia mengantarkan makanan kepada kami,dia meninggalkan tempat itu dan sebelumnya sudah melepaskan tali yang mengikat tanganku,makanannya sangat banyak,cukup untuk kami berlima,aku membangunkan mereka setelah pak tio itu pergi.


__ADS_2