
Kami semua melamun memikirkan kenapa mereka bisa lolos dari penghalang yang dibuat oleh ayahnya lisa,ini ada yang tidak beres dengan semua ini,aku bingung sendiri kenapa penduduk disini bisa bermusuhan dengan iblis itu,dan kenapa iblis itu harus dikurung disebuah hutan.
‘’gora...sebenarnya aku belum paham kenapa kita harus membunuh iblis itu?’’ tanyaku
‘’dasar batu...apa kamu tidak pernah mendengar soal iblis?’’
‘’aku sempat mendengarnya,Cuma kata kakekku dari dulu iblis itu telah punah dibantai oleh pemilik sihir air dan api’’
‘’apaan kakekmu itu,dia sama sekali tidak akan punah’’
‘’begitu ya?’’
‘’ya,awal mulanya disaat penduduk disini dipimpin oleh sang legenda air dan api,dahulu iblis dan manusia saling berdampingan goru,lalu karena iblis memiliki sipat rakus dan haus akan kekuasaan dia menginginkan kepimimpinan di desa ini,dia membunuh manusia dan berniat membunuh sang legenda pemilik sihir air dan api itu,untungnya ketuanya dibunuh oleh sang legenda,namun naas setelah kejadian itu...beberapa minggu kemudia istrinya melahirkan dan anak dan istrinya sang pemilik legenda air dan api harus terbunuh oleh seseorang yang misterius pemilik sihir tak terbatas,kemudian sisa sisa iblis itu hidup dihutan,karena mereka ingin membalas dendam,dia menyerang kelompok terlemah dan sudah pasti tidak akan dilindungi desa,ya mereka menyerang orang orang yang hidup disini,bertahun tahun,berhari hari sampai sampai aku dan sugihara datang dan membunuh sebagian populasi mereka,dan ya seperti yang kou tahu,dia dikurung dihutan itu dengan perjanjian kami tidak boleh membunuh mereka dan mereka tidak boleh keluar dari tempat itu’’ Gora menjelaskan kepadaku
‘’ohh,begitu ya?’’
‘’apaa....? aku menjelaskan panjang lebar kou malah Cuma bilang ohh...dasar batu’’ teriak gora
‘’sudah,sudah gora sekarang kita lebih baik menyelesaikan misi ini,disini iblisnya berada di tengah sungai di seberang kota ini’’ ucap nayla
‘’dimana itu?’’ tanyaku
‘’dilihat dari peta,ini berada disungai terlarang.’’
‘’jangan jangan?’’ gora seperti teringat sesuatu
Aku mengetahui itu,tempatnya tidak jauh dari rumah ketua kelasku,saat aku diasrama dulu,saat aku berumur sekitar 8 tahun,aku dijebak ghio masuk sungai itu.
"Kejadian dahulu"
Disiang yang mendung goru dan ghio serta anak anak lainnya sehabis pulang bermain dari asrama goru di ajak oleh ghio kesuatu tempat.
‘’goru,ayo kita main?’’ajak ghio
‘’tidak aku tidak akan keluar dari asrama ini?’’jawab goru dengan raut wajah tanpa ekspresi
‘’ Disana ada banyak ikan untuk kita tangkap dan dimakan loh goru,bahkan banyak ikan hias juga’’
‘’begitu ya kak? ada ikan hias?’’
‘’iya,ada banyak pula,ayo kita menangkapnya’’
‘’woaahhhh,yasudah kak aku mau’’ Karena goru masih kecil dia tertarik dengan hal hal seperti itu,mereka berangkat dengan anak anak lain dari asrma,mereka melewati daerah persawahan disana terdapat satu rumah orang kaya yang besar ya itu rumah shelly,ayah dan ibunya merupakan pengusaha,tetapi shelly tidak pernah diberitahu soal pekerjaannya,mereka melewati rumah itu dan sampailah di sebuah rawa rawa yang tidak berpenghuni,airnya berwarna hijau pekat dan banyak sekali pepohonan disana membuat suasana semakin menyeramkan,karena goru terlalu polos,dia disuruh oleh ghio untuk mendapatkan ikan hias itu caranya adalah dia harus berenang,dan tiba tiba goru berenang,saat baru saja menginjakan kakinya di sungai,ratusan buaya buaya yang sangat besar menghampirinya,itu membuat dia ketakutan,dia langsung berlari dan terpeleset,anak anak asrama dan juga ghio malah menertawakannya,goru menangis sangat kencang,buaya buaya itu semakin mendekat,untungnya takarumi datang tepat waktu dan membunuh buaya buaya itu menggunakan samurainya,takarumi adalah pemilik asrama itu,dia langsung dibawa pulang ke asrama,anak anak semua termasuk ghio membuat alasan bahwa gorulah yang mengajak mereka dan harus melihatnya berenang dirawa rawa itu,goru sempat membela tetapi dia malah dimarahi,semuanya dimarahi,sebab kejadian itu,anak anak diasrama semakin tidak mau berteman dengan goru terutama ghio,ghio semakin membencinya.
‘’kenapa kou goru?” tanya gora
‘’te-tempat itu....sangat menyeramkan.’’
‘’apa? Kou pernah kesana?’’ tanya Nayla kepadaku
‘’ya,nay sejak kecil,aku dikejar begitu banyak buaya besar’’
‘’buaya?’’ gora terkejut
‘’iblis itu,sepertinya bersembunyi disana, Untuk.....’’
‘’ketua kelas’’ ucapku bernada tinggi memotong omongan nayla
__ADS_1
‘’sepertinya iblis itu sudah tahu kekuatan ketua kelas dia mengincarnya dan buaya itu akan menjadi inang pertamanya’’ tegasku
‘’tumben kou pintar batu’’ kata gora
‘’ini misi kedua kita,yoshhh ayo kita lakukan goru,nayla’’
‘’ya’’ ‘’ya’’
Kami bertiga langsung menuju kesana,saat kami akan menaiki anak tangga jembatan,suara teriakan sugihara memanggil kami bertiga.
‘’oiii....kalian’’
Kami berhenti sejenak dan melihat kearahnya
‘’apa? Sugi’’ ucap gora
‘’ingat,jangan melibatkan banyak orang untuk membunuh iblis iblis didesa ini,’’
‘’ya,tentu saja’’jawab gora lagi
‘’kalian boleh menginap,jangan memikirkan waktu,pikirkan keselamatan warga desa ini,ingat itu gora!,jangan kembali sebelum kou benar benar membunuh iblis nya’’
‘’ya,berisik sekali kou’’ jawab gora
Kami langsung melanjutkan perjalanan kami,dengan memakai topeng yang menutupi rambutku yang biru dan wajahku yang sering diasingkan,aku berjalan melewati jalan yang tidak asing bagiku,dari jalan itu,terlihat bekas asrama yang sudah hancur,aku berhenti sejenak dan melihatnya.
‘’khhkkk....’’
Sakit yang tidak bisa aku tahan lagi,hanya ada sisa puing puing bangunan yang sudah hancur,airmataku kembali menetes dibalik topeng serigala,tetapi itu terjadi sesaat,karena gora yang seperti biasanya teriak.
Airmataku langsung terhenti dan aku langsung menyusul mereka berdua,kami menyelusuri jalan kecil dan tiba disebuah persawahan yang sangat luas,ada rumah besar juga disana,itu rumah ketua kelas,aku dengar dengar ketua kelas juga sudah keluar dari rumah sakit dan dirawat dirumahnya,saat kami melewati rumah itu,rumahnya sangat sepi,seperti tiada orang,gora yang ketakutan berlari sangat kencang sendiri,aku dan nayla berjalan sangat pelan.setelah beberapa menit aku dan nayla berjalan sampailah disebuah hutan yang masih terjaga ada banyak binatang buas tentu saja disini,peta ini membawa kami kesini.
‘’lama sekali kalian’’ ucap Gora yang sudah menunggu kami didekat pohon besar
‘’apa yang lama gora? Kou berlari terlalu kencang sialan’’ ucap nayla sambil memukul kepala gora
‘’aduh...aduh..sakit nayla sialan’’
‘’diamlah kalian’’kataku
Aku langsung duduk membaringkan punggungku di pohon yang besar aku melihat kearah langit dan celah celah cahaya matahari dari atas yang terhalang oleh dedaunan menyorotiku.
‘’cape sekali...’’
Tubuh gora,goru dan juga nayla sangat lelah Karena misi misi sebelumnya yang sangat menguras tenaga,mereka tertidur di hutan tersebut sampai sore hari.
Suara burung elang menghampiri telingaku aku terbangun disebuah tempat dan tiba tiba sendiri dan diikat disebuah batu.
‘’apa ini?’’ goru terbangung dan terkejut.
‘’dimana aku ini?’’
‘’goraaaaaa.....’’ ‘’nayla...... kalian dimanaa?...’’ aku berteriak sebisaku dan tidak ada jawaban apapun dari mereka
‘’dimana mereka? apakah ini mimpi?Tidak,tubuhku terasa,atau jangan jangan....’’
‘’oiiii,kou sudah bangun anak muda?” suara seperti monster datang dari dalam goa
__ADS_1
‘’siapa itu?’’
‘’apakah kou sedang menjalankan misi? manusia kecil’’
‘’Siapa disana?’’ goru ketakutan
langkah kakinya semakin mendekat, dan Begitu terkejut diriku saat aku melihat buaya yang sangat besar menghampiriku dan dia bisa bicara.
‘’apa? Kou berbicara?’’
‘’hahahahahaha,selamat datang diwilayahku bocah!’’
‘’apa,?jangan jangan dia iblisnya?’’ goru berbicara didalam hatinya
‘’oi bocah....kau sedang apa diwilayahku?’’
‘’tidak salah lagi’’
Tiba tiba buaya itu menghampiri goru dan mencekik lehernya menggunakan tangannya yang berkuku panjang.
‘’khhhkkk le...paskan..aku...siapa...pun tolong’’ ucap goru tersengal sengal karena dicekik
‘’apa kou sedang berbohong hah?,aku menculikmu karena kamu paling lemah,apakah kou sedang mencariku? manusia?’’
‘’apa...yang..sedang...kkkk..kou bicarakan?’’
‘’kou mencari iblis bukan?’’
‘’khhhkkk,dari mana dia mengetahuinya?’’ goru bicara dalam hatinya
‘’jangan bicara dengan hatimu bodoh!’’
‘’khhkkkk....’’
‘’aku mengetahuinya,aku iblisnya..’’ suaranya semakin picik dan mencekam
‘’begitu...ya? sialan..’’
‘’aku akan memakanmu,jika kamu membocorkannya kepada desa angin,jika kebaradaanku sebentarlagi diketahui aku akan memakan hatimu dengan lahap
‘’apa?’’
‘’sekarang kamu pergi dari sini,dan katakan pada mereka bahwa kou telah membunuh iblisnya dan pernah datang lagi kesini manusia hina’’
‘’tidak...manabisa orang lemah sepertiku membunuhmu’’
‘’APA YANG KOU KATAKAN HAH?’’
Sambil berteriak buaya itu semakin erat mencekik Gora dan menusuk lehernya menggunakan kuku jemarinya yang tajam
‘’hhaaaaaaaaaahhhhhh......’’ teriak goru kesakitan
‘’huh...hah...huh..hah...sakit sekali kou...’’
‘’cepat beritahu mereka,atau akan kubunuh kou disini’’
buaya itu menjilat bekas luka goresan dari kukunya,hari sudah malam,tiada pencahayaan apapun,goru bergerak tidak sesuai kehendaknya dan siap membunuh siapapun sesuai kehendak buaya itu,bahkan goru bisa membunuh dirinya sendiri,dia telah dikendalikan.
__ADS_1