
Tubuhku tiba tiba berjalan menuju mereka berdua,setibanya disana hari sudah malam,tiada pencahayaan,anehnya aku mengucap dan bergerak tidak sesuai kehendakku.
‘’oii..dari mana kou?” tanya gora
‘’habis mencari iblisnya’’
‘’apa? Kou berangkat sendirian?’’
‘’ya,aku sudah membunuhnya’’
Semuanya tidak dapat dikendalikan tubuhku,kaki,tangan,mata,semuanya bergerak semaunya.
‘’apa kou sedang berbohong hah?’’ ucap gora
‘’apa?’’
‘’goru,tanda dipetanya belum hilang dan lehermu itu ada bekas cekikan!’’ kata nayla
‘’cepat katakan yang sejujurnya goru’’
‘’khhhkkk,iblis itu adalah temanku dan aku akan membunuh kalian’'
‘’apa maksudnya?’’ Gora terkejut
‘’buaya yang sangat besar dia mencekikku dan menyuruhku untuk membunuh kalian dan ternyata dia adalah teman terbaiku’’
‘’hah? kenapa kou goru?’’
‘’jika kalian maju dan masih mencarinya,aku akan membunuh kalian.’’
‘’apa?’’
Aku sadar,namun semua anggota tubuhku berjalan tidak sesuai kehendakku.
Buaya itu memang benar iblisnya,goru sudah menghirup nafasnya,kini dia terkena salah satu tehnik iblis itu,siapaun yang menghirup nafasnya,korbannya memang masih sadarkan diri namun semua anggota tubuhnya bergerak sendirinya termasuk bicaranya juga,sekeras apapun korban teriak jika iblis itu tidak mengijinkan teriak korbannya tidak akan teriak,cara mengobatinya adalah dengan nafas manusia.
gora melihat goru menyala biru,dia maju kehadapannya,dan Gora langsung mengeluarkan jurusnya.
‘’rasakan ini sialan...jurus api pertama bola api’’
Tanganku tiba tiba menangkisnya,aku memegang pergelangan tangan gora,dan aku membantingkannya ketanah
‘’brugghhhhh’’
‘’apa maksudnya ini goru? Nayla pergi menjauh dari sini,jurus api kedua gerbang api’’
Nayla langsung bersembunyi meninggalkan mereka berdua tanpa rasa ragu,karena untuk melerainya sangatlah mustahil.
Gora langsung menghilang seketika dari hadapaku dan aku dikelilingi api,tiba tiba aku mengeluarkan air dari tanganku,aku bisa merasakannya tubuhku meloncat tinggi dan aku melemparkan bola air dari tanganku,seketika api yang mengelilingi itu padam
‘’apa? Air?’’ Nayla terkejut
‘’nayla apa yang sebenarnya sedang terjadi kepadanya?’’
‘’sepertinya goru,bukan goru yang asli’’
‘’apa?’’ Gora terkejut
‘’atau dia benar benar beraliansi dengan iblis?’’
‘’goru.? sialan jangan jangan dia...’’
dengan penuh emosi Gora langsung keluar dari persembunyian Nayla Gora benar benar sangat marah
‘’huahhhhh rasakan ini....jurus api ketiga’’
Terlihat gora berlari dan sangat marah menghampiriku
‘’rasakan ini...goru penghianat...semburan api’’
Dia mengeluarkan api dari mulutnya dan api itu sangat besar,tubuhku tidak bisa aku gerakan sama sekali api itu sangat besar dan semakin dekat,tiba tiba apinya padam begitu saja dan aku melihat
‘’oi...manusia batu,lihat ini...’’
Gora mengepalkan tangannya dia siap meninju goru.
‘’hahhhhhhh’’ Gora meninju goru sambil berteriak emosi
‘’bughhhhhh.....’’
Tinjuan gora mengenai muka goru,goru terpental ketanah,lalu gora menghampirinya dengan tatapan marah kemudian gora langsung menduduki goru dan menarik lehernya sembari mengucap.
‘’apa ini sialan?...khkkk....apa ini..sadarlah’’
Goru langsung sadar karena nafas gora ada yang sebagian terhirup oleh goru, sambil menarik leher goru,gora meneteskan airmatanya.
‘’jangan bersikap jahat sialan’’
‘’gora? kou?’’
‘’apa ? batu?’’
‘’menangisiku?’’
‘’apa?’’
‘’aku sudah menemukan iblis itu’’
‘’kou sudah mengatakannya tadi jangan bicara lagi atau akan kubunuh kau’’
‘’dan dia belum terbunuh’’
Mendengar hal itu gora langsung melepaskan cengkramannya
‘’apa yang kou katakan?’’
__ADS_1
‘’aku tidak tahu apa yang terjadi,tubuhku bergerak sendirinya dan...’’
‘’oii....’’ teriakan Nayla dari jauh menghampiri mereka berdua
‘’nayla?’’
‘’kalian berhenti...goru kou tidak apa apa?’’ tanya Nayla tergesa gesa
‘’ya aku baik baik saja,saat dia menyuruhku untuk pergi dan mengatakan sesuatu,tiba tiba tubuhku bergerak sendiri dan aku tidak dapat mengucap apapun aku bicara sendiri aku tidak bisa mengendalikan jiwaku’’
‘’apa?’’
‘’nayla sepertinya iblis waktu itu masih hidup"
‘’apa?’’ goru bingung dengan perkataan gora
‘’mustahil dia masih hidup?’’ Nayla terlihat sedih
‘’ya,sepertinya ini akan susah’’
‘’apa yang kalian katakan?’’
‘’dia iblis yang dulu menjadi otak penyerangan para iblis,’’
‘’apa?’’ goru terkejut mendengarnya
‘’goru,dia bisa mengendalikan masyarakat’’
‘’syukurlah,kou tidak beraliansi ternyata,maaf sudah mengataimu penghianat’’
Sungguh aku tidak mengerti,aku dulu tidak tinggal di desa ini ketika kecil sekali,kakekku meninggalkanku di umur 5 tahun,dia tidak pernah bercerita tentang iblis dan sebagainya,dia hanya bercerita tentang sihir dan sihir.mereka kembali tersenyum dan hari mulai gelap kami bertiga membuat tenda dan sebagai pertanda kami membuat jebakan supaya iblis atau apapaun itu yang mengganggu kami,akan kami hajar.aku tidur bersama gora,nayla agak jauh tidurnya bersamaku dan gora.
....................................................................................burung berkicauan menyambut pagiku yang jauh dari pusat desa,terlihat gora sudah bersiap siap untuk menghajar iblis itu,disusul dengan nayla yang cantik dan rambutnya yang panjang menanyakan sesuatu kepadaku.
‘’goru,dimana letak goa nya?’'
‘’sebentar nay,aku mau cuci muka dulu’’
‘’oh ya silahkan’’
Setelah aku mencuci mukaku menggunakan air minum aku langsung menjelaskan segalanya atas apa yang sudah terjadi kepadaku
‘’apa apaan ceritamu itu?’’ Gora seperti tidak percaya kepada cerita goru
‘’ya,memang begitu’’
‘’ayo kita berangkat saja jangan banyak bicara’’
ucap nayla yang sudah berangkat duluan
Aku dan gora langsung bergegas menyusulnya,tidak lama kami berjalan,buaya itu sudah mendatangi kami saat kami menyelusuri sungai menggunakan rakit.
‘’huhuhahahuhuhahaha kalian...’’
‘’apakah dia iblisnya?’’ tanyaku
‘’aku rasa ia’’
Goru yang gugup dia terdiam dan tidak berkata apa apa,gora yang sudah panas dari semalam langsung mengeluarkan jurusnya.
‘’jurus api pertama,bola api’’
Gora melompat keudara dan menyerang buaya itu dari udara menggunakan bola apinya,buaya besar itu langsung menyelam kedalam air lagi,gora yang marah terus menembakinya sampai sampai airnya berwarna orange kemerah merahan.
‘’hentikan...gora’’ teriak nayla
Gora yang mendengar teriakan nayla,dia langsung mendaratkan tubuhnya ke air,buaya itu lari ntah kemana,
‘’brusshhhhh’’
Goru yang melihat gora tercebur dia langsung terjun menyusulnya.
Karena aku sangat ketakutan aku tidak bisa berbuat apa apa,aku langsung menolong sesuai apa yang aku bisa lakukan kepada mereka.
‘’apa?kemana buayanya?’’ ucap gora setelah naik di atas rakit
‘’dia sepertinya takut gora,lain kali jangan bertingkah gegabah"Ucap Nayla
‘’iya,iya nay maaf,’’
‘’sekarang apa rencanamu?’’ tanya nayla ke gora
‘’kita telusuri terus aja rawa ini,siapa tau dia lewat lagi,sampai kita sampai ke goa tersebut’’
‘’baiklah’’
Aku hanya bisa terdiam dan mendengarkan mereka,aku dan nayla langsung mengayuh kembali,tidak ada tanda tanda lagi buaya itu muncul,kami terus menyulusuri rawa itu,karena tidak ada tanda tanda gora sampai tertidur.
‘’sepertinya dia lelah’’
‘’iya’’
‘’goru terus saja kita jalankan rakit ini’’
‘’baiklah’’
berselang cukup lama kami menyelusuri rawa tersebut sampai hari sangat sudah malam,baru kami sampai di ujung sungai dan disana terdapat sebuah goa yang sangat besar.
‘’apa ini tempatnya?’’tanya Nayla kepadaku
‘’iya’’
Nayla bertanya dan langsung membangunkan gora,gora tidak kunjung bangun.
‘’oi bangun sialan’’ ucap nayla sembari menggoyang goyangkan badan gora
__ADS_1
Gora semakin keras mengoroknya dan tiba tiba.
‘’graaaaaaaaaaaaaaa,berisik sialan...’’
Terdengar suara teriakan yang sangat menakutkan dari dalam goa,gora langsung terbangung dari tidurnya,aku dan juga nayla sangat ketakutan aku bisa merasakan tangan nayla bergetar kencang,gora langsung berdiri didepan aku dan nayla dia sudah siap menyerang buaya itu,langkah nya semakin dekat yang terdengar menggema sampai keluar,pas terlihat di mulut goa,terlihat bayangan buaya yang tidak labil,dia seperti berdiri,tubuhnya kekar,dan berjalan menuju keluar.
‘’goru,bawa nayla agak jauh dari sini.’’
‘’tapi,bagaimana denganmu?’’
‘’aku bilang bawa pergi ya bawa pergi sialan’’
Karena gora menyuruhku aku langsung menarik tangan nayla dan berlari menuju semak semak yang tidak terlalu jauh dari gora,aku sendiri masih bisa melihat nya dari semak semak.
Buaya itu sudah sampai dihadapan gora,dia iblis yang mengambil buaya sebagai wadahnya kedatangannya di desa pasti ada tujuannnya.
‘’ada bocah lagi...ada apa ini? Kou siapa ?’’
teriak buaya itu
‘’apa kou iblisnya?’’ tanya gora
‘’hhahahahahahahahahaha,kou ini sudah lupa ya?,kami masih menyimpan balas dendam kepada kalian,terutama kepada sipemilik api dan air itu dendam kami abadi kepada manusia’’
‘’apa? apa yang sedang kau bicararakan?’’ tanya gora
‘’bocah sepertimu tidak akan pernah mengerti tentang perasaan kami’’
‘’aku tidak mengerti sama sekali,’’
‘’apa?,apa kou masih tidak mengerti?’’
‘’aku mengerti perasaan balas dendammu,tapi aku tidak mengerti soal iblis yang saat ini bermunculan ke desa lagi,kita sudah membuat perjanjian bukan tahun lalu untuk berdamai?’'
‘’apa? Apa yang perjanjian bocah keparat,kalian yang melanggarnya,rasakan ini’’
Buaya itu sangat marah ketika gora membahas kembali soal perdamaian antara iblis dan manusia ditahun yang lalu saat Negara sihir sudah kehilangan sosok pemimpin sihirnya,buaya itu langsung mengayunkan ekornya yang cukup panjang dan besar,ekornya menghempasankan gora ketanah
‘’uhkk’’
‘’goraaaaaa’’ Nayla teriak spontan melihat Gora terpental
‘’apa? Apa ada orang lagi disini?’’
‘’oiii keluarlah para pengecut manusia’’
aku langsung mentup mulut Nayla dan menundukannya
‘’lawanmu adalah aku iblis sialan’’ gora bangun dengan pelan dan tubuhnya menyala dikelilingi api yang membara
‘’apa? Kou mempunyai sihir api?’’ iblis itu terkejut
‘’jurus sihir api pertama,bola api’’
Gora langsung melemparkan bola api miliknya ke buaya itu,buaya itu menghilangkannya menggunakan raungannya,bola api gora menghilang begitu saja,gora langsung menghampirinya
‘’jurus api ketiga,semburan api’’
Dia mengeluarkan api dari mulutnya yang begitu banyak,saat dia mengeluarkannya buaya itu tiba tiba menghilang dari hadapan gora
‘’apa? Kemana dia?’’
Tiba tiba buaya itu ada dibelakang gora
‘’aku disini bocah’’
Buaya itu mengepalkan kedua tangannya yang sangat besar dan memukul punggung gora,gora terlempar sangat jauh kedinding goa,
‘’khhhkkkk’’
Gora terlihat sangat kesakitan,mukanya terlihat memar karena mengenai dinding goa
‘’hhahhahahahahah itukah kemampuanmu bocah tengik?’’
‘’apa?’’
‘’ini baru pemanasan bodoh’’
Gora bangkit lagi,mulutnya berdarah dia langsung berlari menuju buaya itu,buaya itu tidak menghindar sama sekali,gora juga tidak menggunakan sihir apinya kali ini,dia langsung melompat dan mengepalkan tangannya dia siap melakukan sebuah pukulan.
‘’rasakan ini’’ teriak gora
Dia mengayunkan tangannya dan memukul muka buaya itu.
‘’aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’’ teriakan gora
Gora berhasil mengenai buaya itu,kemudian gora langsung turun lagi ketanah dia melewati kedua kaki buaya itu,kini dia berada di belakang buaya itu
‘’jurus api pertama,bola api’’
Gora mengumpulkan api berbentuk bola di tangannya,dia akan melakukan serangan jarak dekat
‘’aaaaaaaaaaaaaa’’teriak Gora lagi
Tangannya mengenai punggung buaya itu karena apinya yang sangat panas membuat tangan gora masuk ke tubuh buaya itu,buaya itu terluka parah buaya berteriak sangat histeris.
‘’grrrraaaaaaaaaaaaaa’’
Tangan gora kini menancap ditubuh buaya itu,buaya itu kemudian melompat kedalam air membawa gora dipunggungnya.
‘’brussshhhh’’
Didalam air ini sangat menguntungkan posisi buaya iblis tersebut,gora kehabisan napas dan dia terpingsan dipunggung buaya itu,buaya itu langsung berhenti saat dia sudah menuju dasar dari sungai yang dalam, lalu dia mencekik leher gora
"mati,mati,mati,mati kau manusia hina,sampai kapanpun kami tidak akan memaafkan kalian,sampai kapanpun kalian seharusnya berada dibawah kami,kalian semua seharusnya menjadi budak kami" ucap iblis itu kepada Gora yang pingsan didalam air
__ADS_1