
Hari berlalu sejakku kembali dari desa lisa,kesedihanku sangat cepat mereda,kami kehilangan nenek yang sangat berharga bagi kami dan salju masih tidak berhenti disini,aku dan gora saat ini berada berdua di atas jembatan dengan bintang yang bertabur diangkasa dan cahaya bulan yang menerangi salju salju yang turun,selama ini Gora bersedih dia terus menyendiri sampai akhirnya dia mengajak diriku saat sudah mencari makanan di musim dingin,ohh iya,setelah aku pulang dari negeri lisa,kami hanya menjalankan misi seperti biasa,yaitu,mencari makanan,bermain dan tidur,tetapi yang sudah aku bilang tadi,gora tidak pernah lagi bersemangat.
‘’kenapa kamu mengajakku kesini?’’
‘’apa kou tahu? peran nenek itu bagiku?’’ dia menjawabnya dengan tatapan kosong menatap ujung sungai
‘’ya,aku paham’’
‘’kenapa bulan lalu kita terlambat?’’ gora menatapku dengan matanya yang berkaca kaca
‘’gora,kita sudah melakukannya’’
‘’apa yang kita lakukan? meninggalkannya?’’
‘’gora?’’
‘’ini semua rencanamu, rencanamu untuk membuat kita meninggalkannya disaat dia sakit,apa yang kau lakukan?’’
‘’apa?bukan kah Kita kan sudah sepakat?’’
‘’khhkkk....’’
‘’gora aku pernah merasakannya,manusia itu ditakdirkan untuk mati,semua pasti akan merasakan hal yang sama,kematian akan selalu ada jika kehidupan masih berjalan’’
‘’apa yang kamu bicarakan hah?,ini salahku,karenaku nenek charai tidak terselamatkan’’ dia marah dan menarik kerah bajuku
‘’gora,selama ini aku selalu diam....aku, selalu ingat semuanya yang telah tiada,aku ingin hidup selamanya bersama mereka,kou sendiri yang bilang padaku,agar tidak cepat menyerah dalam hal apapun,apakah kou tidak memikirkan masa depanmu? gora kita masih jauh,kita belum mencapai apapun,sadarlah biarkan nenek itu bahagia disana,kita yang dibumi harusnya mewujudkan keinginan kita,nanti kita juga bisa berkumpul lagi bersama mereka,goraa dunia ini adalah tipuan.’’ucap goru mengatakan itu sembari menangis juga
‘’kou?’’ gora langsung melepaskan cengkramannya
‘’sudahlah,lupakan,mari kita bermain dan jadilah sahabatku’’ ucap goru sembari menjulurkan tangannya sama hal nya gora diwaktu yang lalu ditempat sampah saat pertama kali gora mengajak goru sebagai temannya.
‘’goru? kou?’’
‘’ini tidak akan ada artinya,saat kou hanya besedih,aku mengerti gora,karena bukan hanya kau yang pernah mengalaminya aku,aku sendiri selalu ingin semuanya hidup!,aku sangat mengerti,terkadang aku membenci diriku kenapa saat itu aku terlambat pulang dari sekolah,kenapa aku tidak bisa menyelamatkan mereka,aku kadang ingin bunuh diri dan menemui mereka dan meminta maaf,tapi,aku selalu ingat tujuanku’’
‘’goru? ‘’
‘’aku,harus hidup,kita harus hidup,gora lupakan semuanya ingat tujuan kita untuk diakui dunia’’
‘’apa yang telah aku lakukan selama ini?’’ gora menatap tangannya sendiri
‘’nenek charai akan tertawa saat kita tertawa disini,dia akan bahagia jika kita bahagia,yang lain,yang lain juga merasakannya,nenek charai mungkin aku baru mengenalnya tapi,tapi aku yakin bahwa dia orang baik,kita ini keluarga bukan? jangan membebaninya sendirian gora,semuanya tertawa agar nenek charai tenang bisa melihatnya dari sana’’
‘’goru? ’’
"kita akan selalu mengingatnya dan mewujudkan impiannya"
saat aku mengatakan itu gora terdiam lalu dia memukul wajahnya sendiri menggunakan tangannya
"Apa yang kau lakukan?"
"sadarlah,sadarlah,sadarlah,apa yang telah aku lakukan selama ini? aku berjanji,nenek caharai tujuan kita,aku aku akan menggapainya untukmu"
‘’syukurlah,kou sadar juga gora’’
Gora kembali tersenyum dan bersemangat aku bisa melihatnya,dia sekarang seperti menjadi gora yang dulu lagi.
(kejadian tersebut bertepatan dengan satu bulannya kehilangan nenek charai mereka berdua kembali kebawah jembatan setelah nya dan tidur.)
Hari berlalu dengan sangat lambat,nenek itu sudah tidak bersama kami sekarang,gora perlahan hidup bahagia,dimusim yang sangat dingin dipenuhi salju,aku dan gora menyelesaikan banyak sekali misi,kami juga sumpat mendatangai tempat kayu itu lagi karena persedian kayu sudah habis,anehnya saat kami malam datang kesana,iblis iblis yang dikatakan oleh gora tidak ada,sungai yang kami lewati juga membeku,kami bermain salju bersama sama,aku sekarang juga mengenal sugihara dengan begitu dekat,aksi aksinya yang luarbiasa ketika musim dingin,sangat luar biasa,dia menyelesaikan berbagai macam misi menggunakan samurainya dan entah kenapa sejak pertempuran bulan yang lalu,aku jadi tertarik untuk mempelajari sihir.musim dingin sudah berakhir,matahari yang ku kenal menyinari jembatan itu lagi,sungai disana mencair semua. aku,gora,sugihara,shinji dan juga shinju berdiri menatap matahari itu,setelah satu bulan penuh merasakn musim dingin,lisa juga tidak pernah ke tempat kami lagi,mungkin dia sudah aman dinegerinya.
‘’hari ini kembali cerah’’ ucap Sugihara
‘’ya,tentu saja,kamu sendiri bisa melihatnya sugi’’ disusul dengan ucap gora
‘’ya’’
Saat kami berdiri berlima menonton matahari gora tiba tiba berteriak sangat kencang.
‘’nenek tunggu kau disana dan lihat sajaaaa,aku akan membuktikannyaaa kita semua bisa di akui oleh dunia,aku berjanji’’
Gora meneteskan airmatanya,aku sangat terharu saat melihatnya,tenang saja dia sudah tidak murung dan sudah kembali seperti gora si penguasa api lagi.
‘’apa yang kau katakan?’’ Sugi bertanya padanya
‘’aku akan merindukannya’’ ucap gora
‘’kita semua tentunya’’ ucap shinju
Siang itu salju mencair,kami kembali ke aktivitas yang biasanya,saat mentari sedang panas panasnya,aku,gora,sugihara,shinji dan shinju mandi bersama.
‘’woaaahhh nikmat sekali’’ ucap gora kegirangan
‘’diamlah,kou selalu berisik gora’’ Sugihara memarahi gora
‘’hahahahhahaha’’ aku,Shinji dan Shinju menertawakan tingkahnya
‘’tunggu ada yang masuk kedalam celanaku’’ucap gora
‘’apa?’’
‘’seperti ikan,ini geli sekali,hahahahhaa,hahahahahhahahahaha’’ gora tertawa sendiri
‘’ehhhh?’’
‘’hahahahahhahaha,hentikan,hentikan,kumohon hentikan hahahahahha’’
‘’kau ini kenapa kak gora?’’
Gora berlari kedaratan dan itu sangat lucu sekali bagi kami,kami menertawakannya,ternyata ada ikan masuk kedalam celanannya.
‘’hahahahahhahahaha’’ kami tertawa bersama
‘’apa yang kalian tertawakan?’’ tanya gora
‘’hahahahhaa’’ kami hanya bisa tertawa melihatnya berlari
‘’lihatlah ini!’’ dia menunjukan sesuatu
‘’ikan?’’ ternyata benar ikan itu masuk kedalam celananya
‘’kubunuh kou ikan sialan……..’’
‘’gora hentikan’’ ucap sugihara
‘’apa?’’
Kami berlima langsung kedaratan
"Jangan membunuhnya kak gora" ucap Shinji
"Tapi ikan ini tidak sopan" ucap gora
tanpa bicara Sugihara langsung menaruh ikan itu diwadah dan memperhatikannya,karena ikan bentuk baru ini baru ditemukan disini.
‘’aku baru melihatnya’’ ucap Sugihara
kami berempat langsung melihat ikan itu didalam wadah
__ADS_1
‘’ikan apa ini?’’ tanya shinju
‘’warna sisiknya bersinar sekali’’ ucapku
‘’bolehkan kita memakannya?’’ ucap shinju lagi
‘’tunggu,ini pasti beracun’’
‘’ha? apa yang kalian bicarakan?’’ ucap gora yang dari tadi berdiri
‘’ini kita akan bawa ke jembatan’’
‘’apa yang kou pikirkan sugi?’’
‘’gora bodoh,kita akan melepaskannya disana’’
‘’ha? itu hanya ikan biasa’’
‘’yossshh kak sugihara memang baik’’ ucap shinji
‘’terimakasih shinji’’ Sugihara tersenyum pada Shinji
"itu hanya ikan jelek yang masuk kedalam pantatku mending kita bakar aja dan memakannya"
setelah gora mengucap hal yang aneh tiba tiba ikan itu menyemburkan air kemukanya gora yang sedang berdiri
"hahahahahhahahahahahahhahaa" lantas kami langsung tertawa
‘’ayo kita bawa ikan ini’’
‘’apa yang kau lakukan ikan jelek? Aku lapar biarkan aku memakannya’’
‘’kita bisa makan ubi jalar’’
‘’itu membosankan sekali’’
‘’ayolah kak gora,kasihan bukan,ini ikan langka’’ ucap Shinji
‘’baiklah…huuuhhhhaahhh padahal ikan itu menyukai pantatku’’
tiba tiba ikan itu menyemburkan air kepada muka gora
"hahahahhahahahahahaa"
kami tertawa lagi bersama
‘’apa ini?’’
‘’ikan itu mesum dasar ikan mesum’’
ikan itu lagi lagi menyemburkan air kepada gora
‘’hahahahahahahahahahahahaa’’ kami mentertawakan tingkah gora yang lucu
setelah mandi kami langsung pulang dengan membawa ikan itu,sesampainya dijembatan,tidak ada siapa siapa disana,hanya ada anak anak sedang bermain,mereka menyambut kami.
‘’kakak selamat datang,’’ sambutan anak anak yang sedang bermain
‘’ya,’’
‘’kami mendapatkan ikan cantik loh’’ ucap shinju
‘’ikan apa?’’
Kami menunjukan ikan itu kepada mereka,ikan yang baru kami tangkap,mereka juga terkejut dengan bentuk ikan yang cantik seperti ini.
‘’tidak tahu’’
‘’kayaknya sangat enak untuk dimakan.’’ Kata gora
‘’tunggu dulu kakak,ini kita masih belum tahu ikan apa? jadi jangan sembarangan" ucap salah satu dari mereka
‘’ahhhhh aku lapar sekali’’
‘’sabar lah kau gora,kita cari makan nanti’’ ucap sugihara
Penduduk disini sedang ke bukit hara,disini tidak siapa siapa,kami disuruh menjaga anak anak,mereka baik baik semua,setelah kami berdiskusi sangat panjang,kami melepaskannya di sungai yang ada disini.
‘’selamat jalan ikan cantik’’ kata kami beramai ramai mengatakannya
‘’selamat jalan,jaga dirimu baik baik’’ucap gora
‘’jangan seperti mengeluh gora’’ucap sugihara
‘’apa,aku bisa mati kelaparan nih’’
‘’hahhahahahahhaa kau ini"
Setelah itu kami bermain sebentar dengan anak anak,main lari larian,gora yang sedang lapar dia tidak bermain,dia duduk menonton kami,kami bermain sore hari.
‘’ahhhhhh cape sekali kakak’’
‘’hahahahahaha ini menyenangkan’’ ucap sugihara
‘’gora kemarilah’’ ajakan Sugihara memanggil gora
‘’apa?’’
‘’kou terlihat lesu dan pucat loh’’
‘’apa yang kou katakan sugi sialan’’
‘’kou ingin makan ya?’’
‘’ya,tentu saja’’
‘’semua juga kan?’’
‘’ya’’
‘’bagaimana jika aku mencari makan,kalian tunggu disini’’
‘’ada apa sugi?,kou mendadak baik’’ ucap gora
‘’ehhh,gora bodoh bukannya aku selalu baik?’’
‘’tumben sekali kou,biasanya kou menyuruhku’’ ucap gora lagi
‘’kasihan,kou itu sudah lesu’’
‘’yasudah,apa boleh buat,aku belum makan dari pagi’’
‘’hahahahha iya iya,semuanya tunggu aku kembali’’
"baik kakak!" anak anak langsung beramai ramai mengatakan itu
‘’sugi,jangan lama lama dan berhati hatilah’’ ucap gora lagi
‘’urus saja dirimu’’
__ADS_1
‘’bodoh’’ ucap gora
‘’kou yang bodoh,jaga anak anak,jangan khawatirkan aku’’
‘’baiklah’’
‘’aku pasti kembali secepatnya,selamat tinggal semuanya’’
Sugihara berangkat mencari makanan,dia berangkat sendiri,dia memang selalu sendiri dan dia yang terhebat.
‘’apa yang akan kita lakukan disini?’’ kata shinju
‘’lakukan saja seperti biasanya shinju’’ ucap shinji
‘’ini sangat membosankan’’ ucap gora
‘’gora,kita diam disini saja’’
‘’ya itu juga sangat membosankan aku lapar"
‘’kalian ingin bermain?’’ ucapku
‘’ya,tentu saja’’
‘’ehhhh? Apa yang kau akan lakukan goru?mereka sudah lesu’’
‘’kou diam saja,lesu’’
‘’kubunuh kou nanti kalau sudah aku makan’’
‘’haahaahahaha kak gora sangat lucu’’ ucap shinji
‘’hahahahahaha’’ anak anakpun ikut menertawakan gora
Saat sore hari itu goru memperkenalkan permainan yang dinamakan gajah,semut,manusia,gorupun menjelaskan kepada mereka permainan itu sering dilakukan kakek yang mengurusnya dan dia ketika lagi bosan.
‘’baiklah,peraturan permainan sangat mudah sekali’’
‘’apa kakak itu?’’
‘’jari,jari tanganmu ada lima,yang besar ini disebut gajah,yang disisinya disebut manusia,dan jari kelingking disebut semut,cara bermainnya dilakukan paling banyak empat orang,setiap orang bisa mematikan antara gajah,manusia,maupun semut,dengan cara menyentuhnya,permain ini mencari pemenang,sisakan satu dari tiga jari yang dipermainkan,disini berlaku hukum logika,manusia lawan gajah,gajah yang kalah,manusia melawan semut,manusia yang menang,gajah melawan semut semut yang menang’’
‘’ahhh apa boleh menang semut melawan gajah kakak?’’
‘’ya,tentu saja,’’
‘’mereka kan kecil?’’
‘’mereka banyak ,mereka bisa menyusup ketelinga gajah,semut sangat pintar loh’’
‘’hebat sekali semut itu,ya’’
‘’ya tentu saja,semut seperti kalian kecil kecil tetapi suatu saat kalian akan mengalahkan hal besar yang ada didepan kalian dan diakui dunia’’
‘’woaahhh sepertinya hebat sekali semut,aku ingin menjadi semut,kakak ayo kita lakukan permainannya’’
‘’ya baiklah’’
mereka bermain sore itu,sambil menunggu sugihara pulang,sudah malan,terlihat dari atas jembatan seseorang membawa karung yang berisi makanan yang sangat banyak,dan pedang samurai di punggungnya,dia sangat keren.
‘’kak sugihara ,dia sudah kembali’’
‘’cepat kakak’’
‘’tunggu’’
‘’lama sekali kou sugi’’ucap gora
‘’apa,ini makanannya’’
‘’ahhhhhh banyak sekali’’
mereka makan bersama malam itu,gora yang lesu kembali bertenaga,dia bercerita lagi setelah dia kenyang,makanannya tidak habis karena sangat banyak tetapi mereka tentunya bukan memakan makanan yang layak dimakan.
‘’dengar,goru kou belum tahu bukit hara kan?’’ ucap Sugihara kepadaku
‘’ya’’
‘’kou mau kesana kakak?’’
‘’tentu saja,jika itu bersama kalian’’
‘’waahhhhh hebat sekali’’
‘’Cuma aku yang belum mengenal bukit hara bukan?’’
‘’ya,aku belum mengetahuinya juga’’ tiba tiba satu dari mereka mengatakan itu
‘’ehhh aku lupa,kau anak dia ya’’ ucap gora
ternyata anak itu adalah anak dari nina dan paman itu.ia paman yang sebelumnya menyamar jadi Babi ngepet
‘’tenang,akan kuceritakan,bukit hara itu tempat yang paling menyenangkan,disana banyak sekali wanita,’’ ucap gora
‘’kau selalu mesum kakak’’ucap shinji
‘’maaf,aku bercanda,bukit hara merupakan tempat yang indah yang ditemukan oleh sugihra,dia yang membawa kami kesana,tempatnya sangat indah,tidak ada hujan,disana ada air terjun kami selalu mandi disana,sedangkan orang orang dewasa mereka mencari makanan dan perhiasan,sugihara kau jelaskan bagaimana kita bisa mendapatkannya’’
‘’ya,disana sebenarnya tempat dulu aku dilahirkan,itu tempat yang dibuat oleh ayahku,sebelum meninggalkanku,kata dia pakailah sesukamu,berlatihlah disana’’
‘’hebat sekali kou kak sugihara’’ ucapku karena terkagum melihatnya bisa menyenangkan hati mereka yang tidak di akui oleh dunia yang kejam
‘’jangan panggil aku kakak goru,itu kesannya seperti kita belum berteman’’
‘’maaf,aku harus panggil apa?’’
‘’biasa saja,sugi,sugihara,ataupun hara,aku tidak keberatan kok’’
‘’baiklah sugihara saja’’
‘’ya,ngomong ngomong,asramamu dulu hancur kan?’’
‘’ya,itu sangat menyedihkan’’
‘’tenang goru,aku penasaran,siapa yang…’’
"lihat bintang bintang diatas sana! dia membentuk ikan hias loh" ucap gora
‘’apa?’’
Percakapan sugihara terpotong oleh gora yang mencegahnya berbicara,sehingga anak anak dan Sugihara langsung melihat kearah bintang itu,selama ini aku tidak mengerti setiap kali aku membicarakan asrama yang hancur,gora selalu mencegah siapapun untuk menanyakan lebih dalam lagi soal itu,akupun langsung melihat bintang itu karena penarasan,aku melihat banyak sekali bintang di angkasa yang luas,malampun semakin dingin,kami semua duduk menghadap sungai di sisi sungai yang tempatnya sangat luas sekali.
‘’bintangnya sangat banyak sekali’’ ucap shinju
‘’mereka yang dibukit hara tidak akan melihat ini’’
‘’iya’’
karena hari sudah semakin malam mereka semua tertidur bersama disana disisi sungai yang luas.
__ADS_1