Air Mata Pernikahan Siri

Air Mata Pernikahan Siri
BAB 10. Keberanian Alexa


__ADS_3

Alexa segera melepaskan pelukannya, menyeka air matanya dengan kasar sebelum merubah sorot mata kepiluannya menjadi tatapan dingin menatap Kira.


"Apa anda ingin aku bersikap seperti itu Nyonya? menganggukkan kepalaku mantap untuk memenuhi segala keinginan kalian yang berkuasa hanya karena status adik dari Nyonya Amelia Kirana?" ucap Alexa berusaha menegakkan kakinya yang gemetar, membuat Kira tersentak menatapnya.


Begitupun Arga yang terkejut membulatkan matanya segera berdiri dari duduknya.


"Aku bahkan tidak tahu siapa anda, baru hari ini aku mengenal nama Amelia Kirana, dan anda ingin menaklukkanku hanya karena status adik anda? sama seperti tidak ada ibu yang kejam di dunia ini kecuali ibuku sendiri yang sudah tega menjual ku untuk kelangsungan perusahaan suaminya, begitu pun anda, tidak ada kakak yang kejam dengan adiknya kecuali anda yang ingin membeli rahimku untuk kelangsungan keturunan suami anda!" tambah Alexa membuat Kira semakin terkejut membekap mulutnya yang menganga.


"Bagaimana bisa kamu.....kamu menipuku Al?" tanya Kira dengan tatapan tidak percayanya.


"Aku tidak menipu Nyonya, aku hanya ingin memberi tahu anda, bahwa tidak semua keinginan anda bisa dipenuhi dengan mudah," jawab Alexa tegas menatap Kira.


"Berani sekali kamu menghina niat baik istriku Al! aku tidak membelimu untuk mempermainkan perasaan istriku!" Sentak Arga dengan nafasnya yang memburu menatap tajam Alexa.


"Hahahaha," Alexa tertawa pilu mendengar kalimat Arga.


"Saya lupa kalau anda orang kaya Tuan, anda membeliku hanya untuk mempermainkan hidup dan perasaan ku, Nyonya Kira wanita terhormat yang nggak pantas dibuat bahan permainan olehku, Hanya aku, seorang Alexa anak dari pemerkosa yang pantas dibuat bahan permainan oleh kalian berdua!" Ucap Alexa lagi dengan perasaannya yang hancur.


"Dan masalah niat Baik Nyonya Kira, niat baik apa Tuan? bahkan aku sendiri tidak bisa melihat niat baik kalian berdua, kalian hanya dua manusia kejam yang memanfaatkan wanita lemah untuk kepentingan kalian sendiri, apa kalian tidak sadar kalau keinginan kalian ini sangat menyakiti ku dan menghinaku?" jawab Alexa seolah kehilangan rasa takutnya dengan Arga.


"Dasar kamu wanita nggak tahu di untung ya...!" teriak Arga yang terlihat kalap, menaikkan tangannya ke atas hendak memukul Alexa yang di nilai terlalu lancang kepadanya dan istrinya.


Massss..." pekik Kira menahan lengan suaminya.


Membuat Alexa tersentak reflek memejamkan mata, "Mati sekarang kamu Al," batin Alexa, sebelum membuka matanya kembali menatap Arga yang terlihat gusar.


"Apa yang kamu inginkan sekarang?" tantang Arga kepada Alexa.


"Ceraikan aku Tuan!" jawab Alexa lantang balik menatap Arga.


"Baik, sebelum itu.....,Hams...." Panggil Arga kepada Hams yang sedari tadi berdiri di dekat pintu.


Membuat Hams melangkahkan kakinya mendekati Tuannya.


"Cabut semua uang investasi kita di perusahaan Bram, pastikan perusahaan mereka jatuh dan bangkrut." Titah Arga gusar kepada Hams.


"Baik Tuan," Jawab Hams membuat Alexa memejamkan matanya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang ya Allah....bantu aku, aku mohon...aku tidak kuat dengan semua ini, aku terlalu lemah untuk menjadi Kuat." Batin Alexa kembali meneteskan air matanya.


"Tunggu Hams," ucap Kira menghentikan Hams yang hendak melakukan panggilan, membuat Arga tersentak menatapnya.


"Kenapa?"

__ADS_1


Kira menggelengkan kepalanya menatap Arga, sebelum mengalihkan pandangannya kembali menatap Alexa.


"Kamu terlalu emosional Al, lebih baik kamu ke kamar sekarang, tenangkan hati dan fikiran kamu!" ucap Kira lembut menatap Alexa.


Alexa terdiam, menyeka air matanya bingung menatap ketiga orang yang ada di depannya.


"Cepat pergi...." Sentak Arga membuat Alexa tersentak segera keluar dari ruang keluarga, meninggalkan semua orang yang masih berdiri menatapnya.


Alexa berlari menaiki anak tangga, sesekali terjatuh dan berusaha berdiri kembali dengan tumpuan kakinya yang terasa lemas.


Segera masuk ke dalam kamar dan Brakk.. Alexa sedikit membanting pintu kamarnya, bersandar di daun pintunya yang berwarna putih mewah sebelum meluruhkan tubuhnya ke atas lantai.


Alexa menangis tergugu, membenamkan wajahnya di atas kedua lututnya yang menekuk di depan dada.


Mengeratkan tautan Kedua tangannya yang melingkari lututnya, semakin menagis histeris untuk menghilangkan perasaan sesak yang sedang mencengkeram dan menyakiti perasaannya.


Sementara itu di ruang keluarga, Arga masih berdiri menatap Kira dengan perasaan kesalnya, menunggu penjelasan Kira tentang sikapnya kepada Alexa.


"Saya akan pergi Tuan, Nyonya," pamit Hams yang hanya di lirik sekilas oleh Arga.


"Kenapa kamu diam?" tanya Arga menyelidik.


"Apa kamu tidak bisa melihat luka di matanya Mas? dia sangat terluka oleh kedua orang tuanya, dan sekarang dia terluka karena kita."


"Aku nggak sekejam itu Mas, dia manusia, sebagai wanita aku bisa mengerti perasaannya." Ucap Kira ikut duduk di sebelah suaminya.


"Ya sudah aku ceraikan saja dia, gampang kan?" jawab Arga yang di jawab dengan gelengan kepala Kira.


"Jangan menceraikanya Mas, sangat susah mencari wanita baik-baik yang mau meminjamkan rahimnya untuk kita, kita jalani saja pelan-pelan, aku akan berusaha membujuknya." ucap Kira sebelum mengarahkan pandangannya lurus ke depan.


"Sama halnya kamu yang butuh waktu untuk menyentuh dia, dia juga pasti butuh waktu untuk menerima semuanya Mas, aku nggak bisa membayangkan jika ada di posisi dia, tapi aku juga membutuhkan dia untuk kelangsungan keturunan kita!"


"Kamu bimbang sekarang?"


Kira mengangkat kedua bahunya sebelum kembali menatap Arga, "Mungkin empati Mas,"


Arga memeluk istrinya dengan lembut, membelai belakang kepala istrinya sebelum mengarahkan bibirnya untuk mengecup singkat kening Kira, "Lakukan apapun yang kamu inginkan Ki, mungkin kamu benar, semuanya butuh waktu," ucap Arga masih memeluk istrinya.


***


Langit sudah menggelap, sang bulan pun sudah menunjukkan sinarnya, ditemani sang bintang yang bertaburan mengelilinginya.


Arga dan Kira sudah duduk di kursi meja makan, dengan berbagai menu yang sedang di sajikan di atas meja oleh Bi Sari.

__ADS_1


"Tolong panggilkan Alexa ya Bi....," Ucap Kira kepada Bi Sari yang baru menyelesaikan tatanan menunya.


"Baik Nyonya," jawab Bi Sari sopan segera meninggalkan meja makan untuk memanggil Alexa.


"Saya pamit pulang dulu Nyonya, Tuan," pamit Hams kepada Arga dan Kira.


"Kita makan bersama dulu Hams," jawab Kira menghentikan Hams yang hendak melangkah.


Hams menoleh kepada Arga, dan segera melangkahkan kakinya untuk duduk di seberang Tuannya saat Arga menganggukkan kepala pelan menatapnya.


"Non Alexa tidak ada di kamarnya Nyonya," ucap Bi Sari kepada Kira, membuat semua orang tersentak menatapnya.


"Kemana dia malam-malam begini? tanya Arga meletakkan centong nasi yang dipegangnya, sebelum mengalihkan pandangannya kepada Bi Sari.


"Suruh semua Asisten rumah tangga kesini, Security juga, suruh dia kesini." Titah Arga kepada Bi Sari.


"Baik Tuan," jawab Bi Sari sopan segera berbalik untuk memanggil semua orang yang di panggil tuannya.


"Kalau dia kabur gimana Mas?" tanya Kira khawatir menatap suaminya.


"Nggak mungkin, karena dia nggak punya tujuan lain selain rumah ini," jawab Arga sebelum mengalihkan pandangannya ke semua pegawai yang sedang berjalan mendekatinya.


Empat asisten rumah tangga termasuk Bi Sari, dan satu Security sudah berdiri berjajar di seberang Arga di belakang Hams.


"Apa kalian melihat Alexa keluar dari rumah ini?" tanya Arga.


"Tidak Tuan," jawab semua pegawai kompak menundukkan kepala.


"Bagaimana bisa tidak ada satupun dari kalian yang melihat kepergian Alexa? dan kamu?" ucap Arga menunjuk securitynya.


"Kamu kan yang bertugas di pintu keluar! bagaimana bisa kamu tidak tahu?" tanya Arga kesal menatap Security nya.


"Saya benar-benar tidak melihat Non Alexa keluar Tuan." Jawab Security sopan kembali menundukkan kepalanya.


BERSAMBUNG.


__________________


Hai readers jangan lupa LIKE dan KOMEN Ya? biar authornya lebih semangat Up.


Dan kalau ada lebihan poin jangan lupa bayar author dengan itu ya?


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2