
"Siapa Ki?" tanya Arga menghampiri istrinya yang masih berdiri di depan pintu kamarnya yang terbuka.
"Ada apa?" tanya Arga setelah melihat keberadaan Alexa.
"Apa Tuan ada waktu? saya ingin menanyakan sesuatu kepada Tuan," Jawab Alexa menatap Arga sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Kira.
"Kita bisa bicara di luar," ucap Arga melangkah keluar dari kamarnya, di ikuti dengan Kira di belakangnya.
"Kenapa diam?" tanya Arga berbalik menatap Alexa yang masih terpaku di tempatnya.
Alexa hanya diam, tak menjawab pertanyaan Arga, hanya melirikkan matanya kepada Kira, sebagai tanda kalau dia terganggu dengan keikut sertaan Kira.
Kira menyunggingkan senyum tipisnya menatap Arga dan Alexa, "Aku akan kembali ke kamar Mas," ucap Kira seolah mengerti maksud Alexa.
Belum sempat Kira melangkahkan kaki, Arga sudah menahan pergelangan tangannya. "Kamu bisa ikut Ki," ucap Arga sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Alexa yang sedang menatap genggaman tangannya.
"Kira akan pergi kemanapun aku pergi! apa kamu keberatan?" tanya Arga membuat Alexa mengalihkan pandangan ke arahnya, memaksa istri sirinya itu menggelengkan kepalanya pelan.
Arga segera melangkahkan kaki, menggandeng tangan istrinya menuju ruang keluarga, di ikuti dengan Alexa yang berjalan gontai dibelakangnya, dengan pandangan mata yang tak bisa lepas dari gandengan tangan sepasang suami istri yang terlihat mesra di depannya.
"Apa aku salah kalau merasa iri dengan Nyonya Kira? kenapa nasib Nyonya Kira sangat beruntung? sangat berbeda dengan diriku Ya Allah...apa karena aku berasal dari laki-laki br*ngsek? hingga menjadikanku wanita yang hanya di kelilingi rasa pilu?" Batin Alexa membuat matanya berkaca-kaca.
Alexa segera menarik nafasnya panjang, berusaha mengontrol perasaan iri yang menyakiti perasaannya sendiri.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Arga setelah duduk di atas sofa bersebelahan dengan Kira, menatap Alexa yang hendak duduk di sofa bundar yang ada di seberangnya.
Arga mengerutkan keningnya menatap Alexa yang hanya duduk diam tak bersuara.
"Kamu bisa menanyakan apapun yang ada di hati kamu Al," Kira bersuara membuat Alexa mengalihkan pandangan ke arahnya.
"Masalah pernikahan kita..." Ucap Alexa tercekat, berusaha mengontrol detak jantungnya yang tak terkendali.
__ADS_1
"Kenapa Sekretaris Hams tidak boleh mengatakan kepada orang yang bertanya kalau aku...... istri Tuan?" tanya Alexa hati-hati penuh keraguan.
"Kenapa?"
"Bisakah anda menjawab pertanyaanku dengan sebuah jawaban?"
"Aku sudah bilang, aku menikahimu hanya untuk keturunanku, setelah kamu melahirkan anakku, anak itu akan menjadi anakku bersama Kira, bukan hanya kita yang menganggapnya seperti itu, tapi semua orang juga harus menganggapnya seperti itu." Jawab Arga runtut membuat tubuh Alexa gemetar.
"Apa itu artinya...aku seorang istri yang nggak akan pernah dianggap ada? bukan....bukan hanya istri, aku juga calon ibu yang nggak akan pernah dianggap sebagai ibu!" ucap Alexa lirih dengan sorot mata pilunya berusaha menahan rasa sesak yang sedang mencengkram perasaannya.
Arga menganggukkan kepalanya, "Tidak boleh ada yang tahu kalau kamu istri siriku, termasuk kamu yang akan mengandung darah dagingku, karena keluarga kami harus mengetahui kalau anak yang akan kamu kandung nanti anak yang dilahirkan istriku Kira." Jawab Arga semakin meremukkan perasaan Alexa.
"Kenapa lemparan batu ini semakin besar Ya Allah..." Batin Alexa tak mampu menahan air matanya, membiarkannya mengalir membasahi bibirnya yang bergetar.
"Bisakah anda menceraikanku sekarang? aku sudah berusaha kuat untuk menerima pernikahan ini, tapi ternyata aku tidak kuat Tuan!" ucap Alexa menatap Arga dengan tatapannya yang pilu penuh permohonan.
"Kenapa kamu mempermasalahkannya sekarang? bukankah kemarin kamu sudah bisa menerima perceraian kita?"
"Tapi aku salah Tuan, aku tidak sekuat itu, bagaimana bisa anda menjadikanku seorang ibu yang nggak akan pernah di anggap dunia? bahkan calon anakku sendiri nggak akan pernah mengenal siapa aku! bukankah itu sangat kejam untukku Tuan?" lanjut Alexa menatap Arga dan Kira bergantian.
"Kamu harus bisa menerimanya, karena orang tuamu sendiri juga sudah mengetahuinya dan nggak pernah mempermasalahkannya!" jawab Arga masih dengan ekspresi datarnya.
"Kalau begitu Tuan menikah saja sama kedua orang tuaku, ibuku bisa melahirkan seorang anak!" sentak Alexa memancing emosi yang ada di diri Arga.
"Jaga ucapan kamu ya Al!" sentak Arga balik meletakkan telunjuknya di depan Alexa, membuat Alexa tersentak tetap menatapnya.
"Bukankah selama ini aku sudah sangat baik sama kamu? aku memberikan apapun yang kamu mau sebagai bentuk kompensasi ku untuk kamu! tapi bukan berarti kamu bisa bersikap semau kamu di depanku!" ucap Arga dengan kilatan mata yang menakuti Alexa.
"Baiklah, aku bukan type orang yang akan memohon untuk keperluanku! aku bisa saja menceraikanmu, tapi itu artinya kamu harus menerima kebangkrutan orang tua kamu!" tambah Arga lagi semakin membuat tubuh wanita yang sudah terlihat rapuh itu gemetar, bibirnya seolah kelu, berbanding terbalik dengan air matanya yang semakin mengalir.
"Masa Depan kamu masih panjang Al, kamu bisa hamil lagi nanti setelah kamu menikah kembali dengan laki-laki yang kamu cintai" ucap Kira berusaha membujuk.
__ADS_1
"Masa depan apa yang anda maksudkan nyonya? bahkan aku sendiri tak sanggup membayangkan masa depanku!" jawab Alexa menatap wanita yang dianggapnya sangat beruntung.
"Aku dilahirkan dari buah pemerkosaan yang di alami ibuku, aku di benci ibu kandungku sendiri karena ibu akan mengingat tawa puas pemerkosanya saat melihat wajahku, aku tetap bertahan dalam hidup dengan mengandalkan kehormatanku yang selalu aku jaga, dengan harapan ada seorang laki-laki baik yang mau menikahiku dan membawaku keluar dari dunia yang penuh dengan nestapa!" tambah Alexa berusaha mengatur perasaannya.
"Tapi apa sekarang Nyonya? harapan apa yang bisa menguatkanku? disaat kehormatanku sendiri akan hilang karena darah daging yang nggak akan pernah mengenalku!" ucap Alexa lagi semakin memecahkan tangisannya.
"Aku akan membantumu mencapai harapan itu Al, bukan sebagai istri dari suamimu, tapi sebagai kakak yang akan menyayangimu!" jawab Kira mencoba menurunkan ego Alexa.
"Aku akan memberikan kamu sebuah kehormatan dengan menjadi adik dari Amelia Kirana Al, jadi kamu nggak harus menunggu laki-laki baik untuk membawamu keluar dari dunia nestapa itu! aku sendiri, Amelia Kirana yang akan membawamu keluar." ucap Kira lagi semakin membuat bibir Alexa bergetar menatapnya.
"Kenapa anda keren sekali Nyonya..." ucap Alexa menyeka air matanya, membuat Kira tersenyum dengan matanya yang berkaca-kaca.
Kira berdiri dari duduknya, menghampiri Alexa yang masih duduk di tempatnya, "Bisakah kamu memeluk kakakmu ini Al?" ucap Kira membuka lebar kedua tangannya, membuat Alexa berdiri dan berhambur memeluknya.
"Nyaman....nyaman sekali," batin Alexa menikmati pelukan Kira, sebuah pelukan hangat yang bisa mengurai rasa sesak di hatinya.
"Apa kamu bisa membantu kakakmu yang tidak beruntung ini Al?" ucap Kira melepaskan pelukan menatap Alexa.
Alexa Menganggukkan kepalanya pelan, "Apa aku bisa memanggil anda Kakak?" tanya Alexa yang yang di jawab dengan anggukan kepala Kira.
Alexa semakin tergugu kembali memeluk Kira, "Kakak.." ucap Alexa lirih dalam pelukan Kira.
BERSAMBUNG.
__________________
Hai readers jangan lupa LIKE dan KOMEN Ya? biar authornya lebih semangat Up.
Dan kalau ada lebihan poin jangan lupa bayar author dengan itu ya?
Terimakasih.
__ADS_1