
Mentari pagi bersinar semakin menunjukkan cahayanya, dengan pancaran sinarnya yang masih belum terik menyinari balkon kamar Alexa yang terlihat indah dengan railing balkon yang berwarna putih.
Alexa menggerakkan kepalanya pelan sebelum membuka matanya perlahan karena suara dering ponselnya yang ada di atas nakas mengusik tidur nyenyaknya.
"Sudah jam tujuh," ucap Alexa dengan kelopak matanya yang memicing melihat ke arah jam dinding yang menggantung di dinding sebelum mengulurkan tangannya ke samping berusaha meraih ponselnya yang masih berdering.
"Iya Ndis?" ucap Alexa memejamkan matanya menerima panggilan telepon dari sahabatnya Gendis.
"Jalan yuk Al...."Ucap Gendis dari dalam ponsel.
"Kemana? kamu nggak kuliah?" tanya Alexa masih memejamkan matanya.
"Hari ini nggak ada kelas, jadi kita bisa jalan-jalan semau kita!" Jawab Gendis lagi antusias.
"Oke lah... otakku juga butuh hiburan Ndis, tingkat kewarasannku sudah hampir limit."
"Kenapa? ada masalah apa lagi di hidup kamu?"
"Nanti aku ceritain deh Ndis, kita ketemu dimana?"
"Di kafe biasa aja...kita nongki-nongki sebentar baru mikirin deh mau jalan kemana."
"Oke, jam sembilan ya?"
"Sip..." Jawab Gendis sebelum memutus panggilan teleponnya.
Alexa segera bangun dari tidurnya, meletakkan kembali ponselnya di atas nakas sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara itu di dalam kamar utama, Kira sudah duduk di atas kursi meja riasnya, menyisir rambutnya yang lurus hitam sebelum menoleh ke belakang menatap Arga yang sedang berjalan mendekatinya.
"Tolongin dong Ki," ucap Arga memberikan dasi kepada isterinya yang hendak berdiri menghadapnya.
Kira segera mengambil alih dasi dari tangan suaminya, "Aku harus mengunjungi butik baru yang ada di Surabaya Mas," ucap Kira sambil memasangkan Dasi di krah kemeja Arga.
"Ada masalah?" tanya Arga mengancingkan kancing yang ada di lengan kanan dan kirinya sebelum menatap istrinya.
"Hanya ingin mengecek aja sih, sebelum grand opening Minggu depan." Jawab Kira menyelesaikan pemasangan dasi Arga.
"Nginap?" tanya Arga yang di jawab dengan anggukan kepala Kira.
"Hanya dua hari,"
Arga berbalik untuk mengambil jas kerjanya yang ada di dalam almari, "Kamu baru pulang dari Singapura dan sekarang mau pergi lagi?" protes Arga sambil memakai jas kerjanya menatap Kira.
"Hanya dua hari Mas..." ucap Kira membantu merapikan jas kerja suaminya sebelum melingkarkan kedua tangannya di pinggang Arga.
Arga memajukan sedikit bibirnya reflek saat Kira mengecup bibirnya sesaat.
"Kenapa akhir-akhir ini kamu sering sekali meninggalkanku sih Ki?" ucap Arga memeluk Erat tubuh istrinya.
"Hanya dua hari Mas, nggak lebih...." jawab
Kira mengeratkan pelukannya sebelum menepuk-nepuk pelan punggung suaminya.
__ADS_1
Arga menarik kepalanya dari pelukan, mengarahkan bibirnya mendekati bibir Kira yang terlihat ranum sebelum m*lumatnya pelan untuk menikmati tekstur lembut bibir istrinya yang mampu menaikkan energi di dalam tubuhnya dan membuatnya semakin bahagia.
Hanya beberapa menit saja Arga sudah harus melepaskan ciumannya karena suara pintu kamarnya yang terketuk.
"Aku buka pintu dulu ya Mas?" ucap Kira dengan seulas senyum nya menatap Arga yang menganggukkan kepalanya pelan.
"Maaf Nyonya saya menganggu, sarapannya sudah siap," Ucap Bi Sari Sopan sesaat setelah Kira membuka pintu kamarnya.
"Iya Bi, tolong panggilkan Alexa juga ya?"
"Baik Nyonya,"
"Terimakasih," Ucap Kira lagi sebelum menutup pintu kamarnya dan kembali melangkah mendekati Arga yang sedang memasang jam tangan di pergelangannya.
"Sarapannya sudah siap Mas,"
Arga menganggukkan kepalanya pelan sebelum meraih tas kerjanya yang sudah di siapkan Kira di atas ranjang.
Berjalan beriringan sambil merangkul pundak istrinya melangkahkan kaki mereka keluar dari kamar.
"Hams belum datang ya Mas?" tanya Kira mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Hams sebelum mengalihkannya lagi menatap Arga yang sedang menutup pintu kamar.
"Dia langsung ke kantor," Jawab Arga membuat Kira menganggukkan kepalanya pelan tanda mengerti sebelum melangkahkan kaki mereka lagi menuju meja makan.
Alexa baru selesai dengan mandinya, setelah memakai baju casualnya Alexa segera merias wajahnya dengan Make up tipis untuk membuat kecantikan alaminya semakin terpancar.
Ketukan pintu kamar mengalihkan pandangan Alexa, membuatnya segera meletakkan kembali sisir yang dia gunakan di atas meja rias sebelum berdiri dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.
"Sarapannya sudah siap Non, sudah di tunggu Nyonya dan Tuan di meja makan." Ucap Bi Sari berdiri menatap Alexa dari balik pintu kamar yang terbuka.
"Saya permisi Non," Ucap Bi Sari lagi sebelum berbalik dan melangkahkan kakinya untuk menuruni anak tangga meninggalkan Alexa yang masih berdiri mematung menatap kepergiannya.
Alexa segera menutup pintu kamarnya, melangkahkan kakinya dengan gontai untuk duduk di tepi ranjang.
Mencubiti jari-jari nya sendiri yang ada di atas pangkuannya, dengan tatapan lurus kedepan memikirkan sikap apa yang harus dia ambil sekarang.
Alexa kembali mengingat perlakuan baik Kira kemarin, mengingat kembali semua kalimat Kira yang membuatnya ber- empati dengan wanita yang terlihat sempurna itu.
Alexa segera berdiri dari duduknya melangkahkan kakinya menuju pintu sebelum menghentikan langkahnya lagi saat perasaannya kembali ragu.
"Ahh...hanya sarapan juga," ucap Alexa mencoba menghilangkan keraguannya sebelum melangkahkan kakinya lagi keluar kamar, menuruni anak tangga menuju meja makan.
Kira menyunggingkan senyum termanisnya menyambut kedatangan Alexa yang sedang berjalan mendekatinya, membuat Alexa tersenyum kikuk menatapnya.
Alexa segera duduk di kursi makan seberang Kira dan Arga, melirik sekilas Arga yang sedang menikmati makanan tak memperdulikan keberadaannya.
"Ayo dimakan Al," ucap Kira membuat Alexa menganggukkan kepalanya ragu sebelum menyendok nasi yang ada di depannya untuk memindahkannya sedikit di piring nasinya yang masih kosong.
"Kamu mau keluar?" tanya Kira membuat Arga mengalihkan pandangannya menatap Alexa.
"Iya Nyonya, saya ada janji sama teman saya, tapi nanti jam sembilan."
"Kemana?" tanya Kira.
__ADS_1
"Ke kafe Melati."
"Bukankah kafe itu dekat dengan kantor kamu Mas?" ucap Kira mengalihkan pandanganya menatap Arga.
Arga hanya menganggukkan kepala pelan tetap melanjutkan sarapannya.
"Kamu bisa berangkat bareng Mas Arga Al," Ucap Kira membuat Alexa tersedak.
"Pelan-pelan makannya," ucap Kira lembut menyodorkan segelas air ke depan Alexa, sebelum menoleh menatap Arga.
"Nggak papa kan Mas?"
"Terserah kamu lah Ki...," jawab Arga tak menatap istrinya.
"Saya bisa berangkat sendiri Nyonya, saya bisa naik ojek online," Jawab Alexa setelah menghabiskan setengah gelas air putihnya.
"Lagian saya janjiannya jam sembilan, sekarang masih setengah delapan." Tambah Alexa.
"Ya nggak papa, kamu bisa menunggu di kantornya Mas Arga,"
"Uhuk uhuk..." Kini giliran Arga yang tersedak karena ucapan Kira.
"Pelan-pelan dong Mas," ucap Kira menepuk pelan punggung suaminya sebelum memberikan segelas air kepada Arga.
Setelah meminum air putihnya, Arga segera mengambil dompet yang ada di dalam tas kerjanya, membuka dompetnya untuk mengambil salah satu kartu kredit yang ada didalamnya berserta beberapa lembar uang berwarna merah untuk di berikan kepada Alexa.
Alexa terdiam hanya menatap uang dan kartu yang terulur di depannya tanpa ada keinginan untuk mengambilnya.
"Gunakan ini untuk membeli semua keperluanmu," ucap Arga meletakkan uang dan kartu kreditnya di atas meja depan Alexa.
"Tidak perlu Tuan, saya masih ada uang untuk pegangan saya." Jawab Alexa membiarkan barang pemberian Arga tetap berada di tempatnya.
"Uang dari orang tuamu?" tanya Arga yang di jawab dengan gelengan kepala Alexa.
"Pinjam Sekretaris Hams," jawab Alexa membuat Arga dan Kira tersentak menatapnya.
"Balikin uangnya, pakai uang ini untuk keperluan kamu," jawab Arga tegas menatap Alexa yang tetap bergeming.
"Saya akan mencari kerja untuk membayar hutang saya kepada Sekretaris Hams," jawab Alexa memancing rasa kesal di diri Arga.
"Kamu bisa kuliah seperti keinginan kamu dulu Al, kamu nggak perlu bekerja, karena kami yang akan menanggung semua kebutuhan kamu," ucap Kira mencoba membujuk.
"Saya sudah nggak ingin kuliah Nyonya," Jawab Alexa membuat Arga tersenyum sinis membuang pandangannya ke sembarang arah, tak ingin menatap wanita yang selalu menguji kesabarannya.
"Ya sudah kamu makan saja dulu," ucap Kira membuat Alexa menganggukkan kepalanya pelan kembali melanjutkan sarapannya.
BERSAMBUNG.
__________________
Hai readers jangan lupa LIKE dan KOMEN Ya? biar authornya lebih semangat Up.
Dan kalau ada lebihan poin jangan lupa bayar author dengan itu ya?
__ADS_1
Terimakasih.