Air Mata Pernikahan Siri

Air Mata Pernikahan Siri
BAB 12. Luka Amelia Kirana


__ADS_3

"Tekanan darahnya sangat rendah," jawab Dokter menatap Kira dan Arga bergantian.


"Dia belum makan sejak siang Dok," jawab Hams membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arahnya.


"Pastikan adik anda makan tepat waktu Bu, karena telat makan bisa menurunkan kadar gula dan tekanan dalam tubuhnya, akhirnya membuat adik anda pingsan seperti ini."


"Iya Dok," Jawab Kira sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Alexa yang sedang membuka matanya perlahan.


Mengedarkan pandangannya ke semua arah dengan kelopak matanya yang memicing akibat silau lampu kamar yang ada di langit-langit kamarnya.


"Alexa sudah sadar Dok," ucap Kira membuat semua orang yang ada di dalam kamar mengalihkan pandangan mereka ke arah Alexa.


Dokter segera mendekati Alexa, dengan senyum ramahnya menanyakan beberapa pertanyaan tentang keluhan apa saja yang sedang di rasakan pasiennya itu.


"Jangan sampai telat makan lagi ya? semoga cepat sembuh," ucap Dokter mengakhiri kalimatnya dengan sikap ramah yang di jawab dengan anggukan kepala Alexa sebelum mengalihkan kembali pandangannya menatap Kira.


"Saya akan resepkan vitamin tambah darah untuk adik anda," ucap Dokter lagi sebelum mengambil tumpukan kertas resep yang ada di dalam tasnya.


"Terimakasih Dok," ucap Kira menerima resep obat yang baru saja di tulis Dokter Surya, sebelum memberikannya kepada Hams.


"Tolong beli ini ya Hams! sekalian bilangin ke Bi Sari untuk bawa makanan Alexa ke sini.


"Baik Nyonya," jawab Hams mengambil alih resep obat dari tangan Kira.


"Silahkan Dokter saya akan antar anda keluar," ucap Hams lagi sopan kepada Dokter Surya.


"Terimakasih Dok," ucap Kira dan Arga bersamaan.


Dokter Surya kembali mengulaskan senyum ramahnya dengan anggukan kepalanya pelan sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar di ikuti Hams di belakangnya.


Kira dan Arga mengalihkan pandangan mereka ke arah Alexa, membuat pandangan mereka bertiga saling beradu sebelum Alexa mengalihkan pandangannya ke sembarang arah untuk menghindari tatapan Suami dan madunya.


"Apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Kira lembut setelah duduk di tepi ranjang sebelah Alexa.


Alexa hanya menggelengkan kepalanya tak berani menatap Kira.


Pintu kamar yang masih terbuka terketuk, menampakkan Bi Sari dari balik pintu sebelum masuk sambil membawa nampan yang berisi nasi beserta lauknya yang di temani segelas teh hangat di sebelahnya.


Kira segera berdiri dari duduknya untuk mengambil sepiring nasi dari atas nampan, "Terimakasih Bi, tehnya tolong letakkan di atas nakas ya!"


"Baik Nyonya," jawab Bi Sari segera meletakkan teh hangatnya di atas nakas sebelum pamit keluar kamar kepada majikannya.

__ADS_1


"Aku akan keluar Ki," ucap Arga yang masih berdiri di dekat ranjang membuat Kira dan Alexa mengalihkan pandangan menatapnya.


"Iya Mas," jawab Kira.


Arga berbalik badan, menatap sekilas Alexa yang tak lagi menatapnya sebelum keluar dari kamar istri sirinya.


"Kamu makan dulu ya Al?" ucap Kira kembali duduk di tepi ranjang sebelah Alexa.


Alexa mengalihkan pandangan ke arah Kira sebelum duduk bersandar di sandaran ranjang.


"Terimakasih Nyonya," ucap Alexa menerima sepiring nasi dari Kira.


Alexa segera menikmati makanan yang ada di tangannya, sedikit cepat karena rasa lapar yang membuat tubuhnya gemetar.


"Pelan-pelan makannya," ucap Kira membersihkan sebutir nasi yang ada di sudut bibir Alexa.


Membuat Alexa terdiam, menghentikan makannya menatap Kira.


"Kenapa berhenti? ayo habiskan Al, biar cepat sehat," ucap Kira dengan senyum tulusnya menatap Alexa.


"Kamu ingin aku suapi?" ucap Kira lagi yang di jawab dengan gelengan kepala Alexa.


"Terimakasih Nyonya," ucap Alexa lirih setelah menelan makanannya.


"Terimakasih untuk apa?"


"Karena sudah memanggil Dokter untukku," jawab Alexa beradu pandang dengan Kira.


"Kita sudah menjadi satu keluarga Al, jadi aku dan Mas Arga punya tanggung jawab untuk menjagamu." Jawab Kira sebelum mengambil segelas teh manis yang ada di atas nakas dan memberikannya kepada Alexa.


Dengan perasaan ragunya Alexa mengambil alih teh yang di berikan Kira sebelum menenggaknya perlahan mengalihkan pandangannya dari Kira.


"Terimakasih Nyonya," ucap Alexa lagi setelah meminum tehnya, menatap Kira yang sedang mengambil Alih teh dari tangannya untuk di letakkan kembali di atas nakas.


"Ayo habiskan makanannya." Ucap Kira yang di jawab dengan anggukan kepala Alexa.


Alexa kembali menikmati nasi dan lauknya yang tinggal setengah.


"Lain kali jangan seperti ini lagi, kalau kamu nggak mau makan semeja denganku dan Mas Arga, kamu bisa meminta Bi Sari untuk membawa makanan ke kamar kamu," ucap Kira kembali mengalihkan pandangan Alexa ke arahnya.


"Apa Nyonya nggak marah sama aku?" tanya Alexa bingung dengan sikap baik yang di berikan Kira.

__ADS_1


Kira menggelengkan kepalanya pelan, "Untuk alasan apa aku marah sama kamu?"


"Harusnya anda sakit hati dengan sikapku tadi siang!"


Alexa menyunggingkan seulas senyumnya kembali menggelengkan kepalanya, "Kalau aku ada di posisi kamu, aku juga pasti akan bersikap seperti itu Al, Sayangnya aku sekarang ada di posisiku sebagai Kira, wanita mandul yang butuh pertolonganmu untuk keturunan suamiku." Jawab Kira merubah senyum tipisnya menjadi senyum kepiluan.


"Harusnya anda bahagia Nyonya, jangan menunjukkan senyum pilu seperti itu di depanku, karena hidup anda terlalu sempurna jika dibandingkan dengan kehidupanku yang selalu jatuh tersungkur menerima perlakuan buruk takdir yang tak pernah rela melihatku bahagia."


"Kenapa anda tidak mengadopsi seorang anak dari panti asuhan saja? di sana sangat banyak bayi malang yang membutuhkan kasih sayang anda dan Tuan Arga.


"Apa kamu tahu kalau Mas Arga anak tunggal Al?" tanya Kira yang di jawab dengan gelengan kepala Alexa.


"Mas Arga anak tunggal, jadi keluarga Mas Arga membutuhkan anak dari darah daging Mas Arga sendiri untuk kelanjutan generasi penerus perusahaannya, dan akhir-akhir ini Mama Mas Arga sangat sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit jantung yang di deritanya." ucap Kira lagi mengumpulkan buliran bening di kelopak matanya.


"Meskipun Mama sembunyikan, tapi aku tahu kalau Mama merasa tertekan dengan cibiran keluarga besar nya yang mengatakan kalau menantunya ini wanita mandul, karena sudah hampir delapan tahun menikah tapi belum juga memberikan Mas Arga keturunan." Ucap Kira lagi menitikan air matanya.


"Apa mereka tahu kondisi anda?"


Kira menggelengkan kepalanya, "Mereka hanya menduga... dan ironisnya dugaan mereka itu benar, aku mandul dan nggak bisa memberikan anak untuk generasi penerus suamiku." Jawab Kira menyeka air matanya.


"Meskipun Mas Arga tidak pernah mempermasalahkan kemandulanku ini, tapi aku tidak bisa menutup mata begitu saja, aku semakin merasa bersalah dan tak berguna saat mama mertuaku sakit dan menceritakan tentang mimpinya yang sedang bermain dengan cucunya, anak kandung dari Mas Arga."


"Mama bilang cucunya itu cantik, dengan hidung yang mancung dan mata yang indah mirip sekali dengan Mas Arga!" Ucap Kira lagi semakin memecahkan tangisannya.


Alexa terdiam tak mampu bersuara, "Mungkin benar kalau tidak ada hidup yang sempurna, termasuk hidup Nyonya Kira yang terlihat sempurna, namun memiliki luka yang menganga di hati dan perasaannya." Batin Alexa seolah bisa merasakan kesedihan yang di rasakan madunya.


Kira menyeka air matanya dengan kasar, "Maaf Al, aku nggak seharusnya nangis begini di depan kamu,"


"Kamu habiskan saja dulu makanannya Al, aku akan keluar, tapi sebelumnya aku ingin meluruskan pemikiranmu tentangku, kalau aku tidak pernah ingin menghina kamu ataupun merendahkan kamu, aku hanya meminta kebaikan hati kamu untuk menolongku." Ucap Kira sebelum berdiri dari duduknya.


"Cepat sembuh," ucap Kira lagi dengan seulas senyumnya membelai lembut puncak kepala Alexa, sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar, tak memperhatikan Alexa yang masih terdiam melihatnya.


BERSAMBUNG.


__________________


Hai readers jangan lupa LIKE dan KOMEN Ya? biar authornya lebih semangat Up.


Dan kalau ada lebihan poin jangan lupa bayar author dengan itu ya?


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2