Air Mata Pernikahan Siri

Air Mata Pernikahan Siri
BAB 6. Perang Batin


__ADS_3

"Kakiku terlalu panjang untuk berjalan pelan," jawab Arga Asal sedikit mengurangi kecepatan jalannya.


"Panjang katanya....benar juga sih..." Batin Alexa masih berjalan di belakang Arga dengan jarak yang sudah tak terlalu jauh.


Setengah berlari Alexa berusaha mengimbangi langkah Arga memasuki pintu Mall yang berada di area basement.


"Aaauuu...." pekik Alexa menyentuh Dahinya yang menabrak punggung Arga saat suami sirinya itu tiba-tiba berhenti melangkah.


"Kenapa berhenti mendadak sih Tuan?" protes Alexa menatap suaminya, hingga membuat pandangan mereka saling beradu.


"Sepertinya aku melihat sesuatu."


"Apa?" tanya Alexa menggedarkan pandangannya ke semua arah.


"Bukan apa-apa," jawab Arga kembali melangkahkan kakinya ke arah lift, untuk naik ke lantai tiga menuju toko Kirana'Secret, sebuah toko baju yang menjadi langganan wanita-wanita kaya yang bergelimang harta.


"Ngapain kita kesini?" tanya Alexa setelah memasuki toko baju yang terlihat luas.


Arga hanya diam tak menjawab pertanyaan Alexa, tetap melangkah masuk mendekati pegawai toko yang hendak menghampirinya.


"Tolong bantu dia memilih baju ya?" ucap Arga menunjuk Alexa dengan gerakan kepalanya.


"Baik Pak," jawab pegawai toko sopan sebelum melangkahkan kakinya mendekati Alexa yang masih berdiri di belakang Arga.


"Kamu bisa memilih baju apapun yang kamu sukai, aku akan menunggumu di sana," ucap Arga menunjuk sofa yang ada di dalam toko.


Alexa hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban untuk kalimat suaminya.


"Silahkan masuk Mbak, Mbaknya mau cari baju model apa?" tanya Pegawai sopan sebelum mengikuti langkah Alexa untuk melihat-lihat semua baju yang menggantung rapi di dalam toko.


"Astaga....harganya...."Batin Alexa tercengang melihat harga yang tertera di setiap bandrol yang menggantung di setiap baju.


"Mama selalu membelikanku baju yang nggak lebih dari harga seratus ribu, tapi sekarang aku disini di minta memilih baju apapun yang aku sukai dengan harga yang yang berkali-kali lipat jauhnya dari baju yang di belikan Mama!" Batin Alexa lagi mengarahkan pandangannya ke arah Arga yang sedang duduk di atas sofa.


"Anda hanya perlu menikmati apapun yang Tuan Arga berikan sekarang, jangan banyak mengeluh dan menangis, dan percayalah, ada saatnya nanti akan ada seseorang yang mau berbagi kebahagiaan dengan anda, yang ingin menutup sebagian penderitaan anda."


Kalimat Hams kembali terngiang di kepalanya.


"Aku hanya perlu menikmati semuanya, tapi....bagaimana dengan seseorang yang mau berbagi kebahagiaan denganku? yang ingin menutup sebagian penderitaanku? apa itu Tuan Arga?" batin Alexa sebelum menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Pasti bukan, Tuan Arga sudah punya istri yang sangat dicintainya, siapa kamu Al sampai berani berfikiran seperti itu? kamu nggak lebih dari pabrik anak yang akan di buang setelah kamu melahirkan anaknya," batik Alexa lagi mendongakkan kepalanya berusaha menahan bulir air matanya agar tidak sampai keluar.


"Mbak..." panggil pegawai toko membuyarkan perang batin Alexa.


"Mbaknya nggak papa?"


"Nggak papa Mbak," jawab Alexa dengan senyum yang dipaksakannya.

__ADS_1


Hanya lima belas menit waktu yang Alexa habiskan untuk memilih baju.


"Sudah Tuan" ucap Alexa menghampiri Arga yang sedang memainkan ponselnya di atas sofa.


Arga hanya menatapnya sesaat sebelum menganggukkan kepalanya pelan, segera berdiri untuk membayar tagihan belanja Alexa.


Setelah menyelesaikan pembayarannya, Arga kembali melangkahkan kakinya keluar dari toko baju, tak memperdulikan Alexa yang berjalan di belakangnya, yang sedang berusaha mengikuti langkah lebarnya dengan membawa empat paper bag yang ada di tangan kanan dan kiri Alexa.


Sementara itu di tempat lain, Hams sedang mengemudikan mobilnya menembus jalanan kota yang tampak lenggang menuju Bandara untuk menjemput istri pertama Tuannya.


Hams semakin menambah kecepatan mobilnya saat jam tangan yang melingkar di lengan kirinya sudah menunjuk ke pukul 10:45.


Namun sayang, meskipun sudah menambah kecepatan mobilnya, tetap saja tak membuat Hams tepat waktu sampai di tempat tujuannya.


Waktu sudah menunjuk ke pukul 11:15, Hams segera memarkirkan mobilnya dengan baik sebelum berlari masuk ke dalam bandara, berlari terus menuju ke area penjemputan.


"Maaf Nyonya saya terlambat," ucap Hams dengan nafasnya yang terengah-engah berdiri menatap wanita cantik yang sedang duduk menunggunya di kursi tunggu,


Amelia Kirana, wanita yang sudah Arga nikahi selama hampir delapan tahun, seorang wanita berusia 33 tahun, dengan kulit putih dan tinggi semampainya, yang sudah mendapatkan vonis mandul dari dokter yang menanganinya.


Tidak hanya memiliki paras yang ayu, Kira juga memiliki karier yang cemerlang, seorang desainer terkenal di negaranya, pemilik butik terkenal yang bernama Kirana'Secret yang sudah tersebar di setiap mall yang ada di kotanya.


"Ayo," ucap Kira berdiri dengan seulas senyumnya hendak menarik handle kopernya.


"Biar saya saja Nyonya," ucap Arga mengambil alih koper dari tangan Kira.


Sementara itu didalam mall Alexa tetap berjalan di belakang Arga sambil membawa paper bag yang jumlahnya bertambah karena belanjaan tas dan sepatunya yang sudah memenuhi kedua tangannya, membuatnya kembali berlari saat langkahnya tertinggal jauh dengan langkah suaminya.


Arga menghentikan langkahnya, berbalik ke belakang menatap Alexa yang sudah menghentikan langkah dan menatapnya.


"Berikan kepadaku!" Ucap Arga datar mengulurkan tangannya ke depan.


"Ha?"


"Mana belanjaannya? biar aku yang bawa."


"Ooh...oke," ucap Alexa lirih, memberikan sebagian paperbag yang dia bawa kepada Arga.


Arga segera mengambil alih paper bag dari tangan Alexa sebelum melangkahkan kakinya kembali ke arah lift.


"Apa Tuan bisa meninggalkanku disini?" tanya Alexa setelah berdiri di depan pintu lift.


"Kenapa?"


"Aku ingin nonton bioskop." Jawab Alexa hati-hati.


Arga hanya diam, menatapnya sekilas sebelum mengangkat tangan kirinya untuk melihat jam tangan yang dipakainya, tak menjawab pertanyaan Alexa.

__ADS_1


"Aku bisa pergi sendiri, Tuan bisa pulang dan menunggu Nyonya Kira di rumah." ucap Alexa lagi mengikuti langkah Arga yang sedang masuk ke dalam lift.


"Arga menekan angka tempat gedung bioskop berada, membuat Alexa mengerutkan dahinya bingung menatap tombol lift sebelum mengalihkan pandangan menatapnya.


"Terimakasih Tuan," ucap Alexa semringah yang hanya di jawab dengan kebisuan Arga.


Dengan langkah senangnya Alexa segera turun dari lift, berjalan di depan Arga melangkahkan kakinya menuju gedung bioskop yang tak jauh dari tempatnya sekarang.


Hatinya berbunga karena menonton film adalah kesenangannya, baginya film adalah salah satu cara untuk mengobati perasaannya saat terluka.


Memilih film dengan genre komedi sangat ampuh merubah suasana hatinya yang ingin menangis menjadi tertawa, meskipun tawa campur tangis yang sifatnya sementara.


"Biasanya aku kesini sama Gendis, tapi sekarang....ah sudahlah yang penting aku bisa menonton film yang ingin aku tonton." Batin Alexa dalam hati melangkahkan kakinya masuk ke dalam pintu utama gedung bioskop.


"Kamu ingin nonton film apa?" tanya Arga saat Alexa hanya berdiri memperhatikan judul film.


"Nggak ada yang komedi Tuan."


"Pulang saja kalau begitu,"


"Tuan pulang saja, aku masih ingin disini." jawab Alexa membuat Arga menghela nafas.


"Cepat tentukan film yang ingin kamu tonton, biar kita bisa cepat pulang."


Alexa hanya menganggukkan kepalanya pelan sebelum memutuskan untuk memilih film dengan genre romantis.


Arga membeli dua tiket.


"Kamu masuk saja dulu, aku mau telepon Hams," ucap Arga memberikan satu tiket kepada Alexa.


Alexa kembali menganggukkan kepalanya pelan, "Jangan lupa beli sekalian popcorn dan minumannya ya Tuan?" ucap Alexa sebelum melangkah masuk menuju salah satu studio tempat filmnya di putar, tak memperdulikan Arga yang tengah mengerutkan kening menatapnya.


Arga segera mengambil ponsel yang ada di dalam tas slempang yang di pakainya.


Menggeser layar ponselnya sebelum berhenti di kontak yang bertuliskan nama Hams.


"Apa kira sudah bersamamu Hams?" tanya Arga setelah sambungan teleponnya tersambung.


"Sudah Tuan, ini masih dalam perjalanan pulang ke rumah," Jawab Hams dari balik telepon.


"Jangan bawa Kira pulang Hams, bawa Kira ke mall X sekarang."


"Baik Tuan." ucap Hams menutup panggilan teleponnya.


BERSAMBUNG.


__________________

__ADS_1


Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up.


.


__ADS_2