
"Apa kamu sudah gila Ki? ada apa sebenarnya dengan kamu? istri di luar sana sangat melarang keras suaminya pergi dengan wanita lain, tapi kenapa denganmu? kenapa kamu malah memberikanku kepada wanita lain?" ucap Arga mulai kesal.
"Dia istri kamu juga Mas, dia bukan wanita lain." jawab Kira lirih menahan rasa sakit dari kalimatnya sendiri.
"Istri sementara, hanya sampai dia hamil dan melahirkan anak kita."
"Bagaimana bisa dia hamil kalau kamu tidak menyentuhnya Mas?" jawab Kira dengan suaranya yang tercekat.
"Perjalanan dia menjadi istri kamu masih panjang Mas, dan selama perjalanan itu juga sudah menjadi tanggung jawabmu untuk memperlakukan dia dengan baik, karena dari rahim dia nanti aku bisa menggendong keturunanmu, darah dagingmu."
"Aku sudah mengirimkan Hams untuk menemaninya, kurang baik apa aku sama dia?" Protes Arga menanggapi keinginan istrinya yang terdengar aneh di telinganya.
"Kamu perlu melakukan pendekatan dengan dia Mas, agar kamu bisa melakukannya dengan dia! bukankah kamu bilang butuh waktu untuk melakukannya? kamu harus memberikan kesempatan kepada dirimu sendiri untuk lebih mengenalnya, supaya waktu yang kamu butuhkan segera tiba"
"Bagaimana jika dalam masa pendekatanku ini malah membuatku jatuh cinta dengannya?" gertak Arga.
"Tolong jangan bicara seperti itu Mas, itu sangat menyakitiku, apa kamu ingin melihatku semakin kecewa dan terpuruk di dalam pengorbananku ini?"
Arga menghela nafasnya kasar beradu pandang dengan Hams yang kini tengah menatapnya.
"Aku akan melakukan apapun yang kamu mau Ki, kamu sendiri tahu, aku nggak akan pernah bisa menyakitimu! apalagi membuatmu kecewa."
"Terimakasih Mas, aku sangat mencintaimu,"
"Aku lebih mencintaimu Ki," jawab Arga sebelum memutus panggilan teleponnya.
"Apa ada masalah Tuan?" tanya Hams menatap wajah Tuannya yang terlihat kusut.
"Kamu nanti yang jemput Kira Hams, biar aku yang mengantarkan Alexa belanja." Jawab Arga meletakkan ponsel Hams diatas meja sebelum memijit pelipisnya sendiri yang terasa pusing.
"Saya akan meminta Bi Sari membuatkan segelas teh jahe untuk anda Tuan," ucap Hams segera berdiri dari duduknya.
Segelas teh jahe yang bisa menenangkan, dengan harapan dapat membantu menurunkan stres dan ketegangan tuannya.
"Hams," panggil Arga menghentikan langkah Hams yang sudah melangkah mendekati pintu.
"Sekalian hampiri Alexa, suruh dia bersiap sekarang, aku akan mengajaknya ke Mall, dan setelah ini kamu bisa pergi ke Universitas C, jangan lupa jemput Kira jam 11 di bandara."
"Baik Tuan." jawab Hams kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Arga, menghampiri Bi Sari dan beberapa asisten rumah tangga yang lainnya yang terlihat sibuk di dapur agar mengirimkan segelas teh jahe untuk tuannya.
Hams kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar Alexa.
Sementara itu Alexa masih tiduran di atas ranjangnya, mendekap gulingnya erat seakan ingin melepas rasa sesak dan menggantinya dengan perasaan tenang yang tak kunjung dia dapatkan.
Suara ketukan pintu kamar memaksa dirinya membuka mata, mata yang begitu bengkak efek dari tangisannya yang begitu lama.
__ADS_1
Ketukan pintu kembali terdengar, seakan memaksa tubuhnya agar segera bangun dari tidurnya.
Dengan rasa malasnya yang begitu besar, Alexa memaksa tubuhnya untuk bangun, duduk di atas ranjang sambil membenarkan kunciran rambutnya yang terlihat berantakan, sebelum berdiri dan melangkahkan kaki untuk membuka pintu kamar.
"Ada apa Secretaris Hams?" tanya Alexa kepada Hams yang sudah berdiri tegak di depan pintunya.
"Ada apa?" tanya Alexa lagi saat Hams terdiam memperhatikan matanya yang terlihat bengkak.
"Tuan Arga akan mengajak Anda berbelanja di Mall, lebih baik anda bersiap-siap sekarang,"
"Ngapain?" tanya Alexa menatap Hams.
"Untuk membeli segala kebutuhan yang anda perlukan."
"Aku memerlukan kebahagiaan, bisakah aku membelinya disana?" tanya Alexa asal, mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"Bisa," jawab Hams singkat membuat Alexa tersentak kembali menatapnya.
"Anda hanya perlu menikmati apapun yang Tuan Arga berikan sekarang, jangan banyak mengeluh dan menangis, dan percayalah, ada saatnya nanti akan ada seseorang yang mau berbagi kebahagiaan dengan anda, yang ingin menutup sebagian penderitaan anda." jawab Hams runtut dengan ekspresi datarnya.
"Saya pamit dulu, dan saya akan mengirimkan Asisten rumah tangga untuk membawakan kompresan air dingin untuk menghilangkan bengkak di mata anda," Ucap Hams lagi sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan Alexa yang masih terpaku menatapnya.
"Itu yang selalu aku lakukan Hams, menunggu kedatangan orang itu, orang yang akan memberikanku kebahagiaan, meskipun hanya sedikit." Gumam Alexa lirih sebelum menutup pintunya.
Mata yang tadinya bengkak sudah berkurang, karena kompresan air dingin yang dikirimkan Asisten rumah tangga ke kamarnya.
"Tuan Arga dimana Bi?" tanya Alexa kepada Bi Sari yang sedang berjalan membawa cangkir kosong keluar dari dalam ruang kerja Arga.
"Tuan Arga ada di dalam kamar Non,"
"Kalau Secretarisnya?"
"Hams sudah pergi, sejak lima belas menit yang lalu, saya permisi dulu Non," Pamit Bi Sari yang di jawab dengan anggukan kepala pelan Alexa.
"Apa itu artinya....," ucap Alexa terpotong segera membalikkan badannya ke arah Arga yang berdehem di belakangnya.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Arga menghampiri Alexa.
"Alexa hanya menganggukkan kepalanya pelan, terdiam menatap penampilan Arga yang terlihat berbeda.
Penampilan casual yang membuat dirinya terlihat lebih muda dari biasanya, dengan celana jeans hitam yang dipadukan dengan kaos putih dan jaket hitam yang membuat penampilan mereka berdua terlihat serasi.
"Kenapa?" tanya Arga menatap Alexa yang terlihat bengong melihatnya.
"Kenapa Tuan pakai pakaian seperti itu?"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Tuan nggak kerja?"
"Hari ini Kira akan pulang, aku ingin menghabiskan waktu bersamanya di rumah."
Alexa hanya menganggukka kepala tanda mengerti.
"Ayo," ucap Arga segera melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Secretaris Hams nggak ikut?" tanya Alexa berusaha mengimbangi langkah lebar suaminya.
"Dia mengurus pendaftaran kuliahmu, kenapa? apa kamu kecewa karena dia nggak ikut? apa kamu mulai menyukai dia?" tanya Arga membuat Alexa mendengus dan menaikkan sedikit bibirnya ke atas.
"Naik," ucap Arga sebelum masuk ke dalam mobilnya melihat Alexa yang masih berdiri mematung di samping pintu depan penumpang.
Alexa segera masuk ke dalam mobil, menyusul Arga yang sudah lebih dulu masuk dan duduk di kursi kemudi.
"Hanya kita berdua yang pergi Tuan?" tanya Alexa memandang Arga yang sedang menyalakan mesin mobilnya.
"Kenapa?" jawab Arga setelah menginjak gas mobilnya, melajukannya pelan keluar dari pintu pagar rumahnya yang sudah dibuka lebar oleh Security yang berjaga.
"Apa dia nggak punya kalimat lain selain Kenapa?" Batin Alexa kesal mengalihkan pandangannya ke arah jalanan yang ada di sampingnya.
Sunyi sepi, selalu seperti ini, tidak pernah ada pembicaraan di dalam mobil, bibir mereka menutup seolah terkunci hingga tak mampu membuka suara.
Setengah jam berlalu, mobil sedan mewah milik Arga baru memasuki halaman salah satu mall besar yang ada di kotanya
Arga segera memarkirkan mobilnya di ruang kosong yang ada di dalam basement, mematikan mesin mobilnya sebelum melepaskan seat belt yang melingkar di tubuhnya.
"Ngapain kita kesini?" tanya Alexa menghentikan tangan Arga yang hendak membuka pintu.
"Belanja keperluanmu," jawab Arga singkat menatap Alexa."
"Ayo cepat turun." ucap Arga lagi segera turun dari mobil, diikuti dengan Alexa yang yang baru membuka seat belt di tubuhnya.
"Kamu hanya perlu menikmati semuanya Al, nikmati semuanya selagi kamu bisa menikmatinya, urusan masa depan...ah......sudah lah aku akan memikirkannya nanti," batin Alexa turun dari mobil dan segera mengikuti langkah Arga yang sudah berjalan lebih dulu di depannya.
"Apa bisa jalannya pelan-pelan saja Tuan?" teriak Alexa setengah berlari berusaha menyusul langkah Arga yang sudah berjalan agak jauh di depannya.
BERSAMBUNG.
__________________
Hai readers jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan FAVORIT ya, biar authornya lebih semangat Up.
__ADS_1