
"Tuan Arga meminta kita langsung ke mall Nyonya." Ucap Hams setelah panggilan telepon dari Tuannya terputus, menatap Kira yang sedang duduk di kursi belakang kemudi dari pantulan kaca spion yang ada di atasnya.
Kira hanya diam, duduk bersandar di sandaran kursi mobil sambil mengarahkan pandangannya ke jalanan yang terlihat dari balik kaca pintu mobil.
"Apa menurutmu Alexa itu cantik Hams? apa menurutmu Alexa bisa membuat Mas Arga jatuh cinta kepadanya? apa menurutmu keputusanku ini salah Hams?" tanya Kira lirih tak mengalihkan pandangannya, tetap melihat ke arah jalanan berusaha menahan rasa sesak yang menyiksa perasaannya.
Hams hanya diam, sesekali melihat Kira dari pantulan spion tak berani menjawab pertanyaan istri Tuannya.
"Apa kamu bisa menjawabku Hams? katakan saja apa yang ada di dalam kepalamu," ucap Kira lagi mengalihkan pandangannya ke arah spion, melihat Hams yang beberapa kali melihatnya.
"Tuan mencintai anda bukan hanya karena siapa anda Nyonya, tapi juga karena menjadi apa Tuan saat bersama anda, Anda yang sudah merubah manusia berhati dingin menjadi manusia yang mempunyai hati, jadi secantik apapun wanita yang ada di sampingnya sekarang tak akan mungkin bisa merubah rasa cinta Tuan untuk anda."
Kira memejamkan matanya sesaat, mencerna setiap potongan kalimat yang keluar dari mulut Hams, membiarkan kalimat itu merasuk ke dalam hatinya untuk menyejukkan perasaannya yang terasa gundah.
"Apa kamu yakin Hams?"
"Rasa yakin itu bukan punya saya Nyonya, tapi punya anda, jika hati anda sendiri tidak merasa yakin, anda bisa menghentikannya sekarang, karena Tuan Arga menikahi Alexa untuk anda, dan akan menceraikannya juga untuk anda." Jawab Hams runtut tak ada ekspresi.
"Aku ingin seperti itu Hams," ucap Kira dengan air mata yang sudah mengumpul di pelupuk matanya, menjadikan manik matanya yang sedari tadi bening menjadi berkaca-kaca.
"Tapi bagaimana dengan generasi penerus Syahreza Group? Mas Arga anak tunggal, apa kamu bisa bayangkan bagaimana kecewanya orang tua Mas Arga nanti Hams? saat mengetahui kalau menantunya yang sudah mereka bangga-banggakan ini ternyata seorang wanita mandul yang nggak akan pernah bisa memberikan merekan cucu!" tambah Kira lagi meneteskan air matanya.
Sementara itu di dalam mall, Arga melangkahkan kakinya keluar dari dalam gedung bioskop, melangkah menuju lift untuk turun ke lantai dasar dan melangkahkan kakinya lagi untuk keluar ke arah pintu utama.
Berdiri di dekat pintu utama untuk menunggu kedatangan Hams, yang sudah dia kirimi pesan WA perihal tempat menunggunya sekarang.
Lima belas menit sudah Arga habiskan untuk menunggu, membiarkan Alexa menikmati filmnya sendiri tanpa teman yang menemani.
Hingga tiba saatnya Arga mengembangkan senyumnya, saat pandangan matanya tertuju pada sebuah mobil dengan warna merah menyala masuk ke dalam pintu pagar mall dan melaju pelan mendekatinya.
Hams keluar dari dalam pintu kemudi di ikuti dengan Kira yang keluar dari dalam pintu belakang penumpang.
Kira berhambur memeluk suaminya, tak memperdulikan suasana di sekitarnya karena rasa rindunya yang besar kepada Arga.
Arga balik memeluk istrinya, mengeratkan pelukannya sebelum melonggarkan pelukannya untuk menatap Hams yang sudah berdiri di sebelahnya.
"Kamu temani Alexa di bioskop ya? aku akan ke suatu tempat sama Kira," ucap Arga memberikan tiket bioskop yang sudah dia beli beserta kunci mobil yang sedang dia parkir di dalam basement.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab Hams datar mengambil alih barang dari tangan Tuannya sebelum menyerahkan kunci mobil yang baru saja dia gunakan.
"Ayo Ki, ada banyak hal yang harus aku lakukan sama kamu!" ucap Arga menatap lembut istrinya, sebuah tatapan yang nggak bisa dia berikan kepada siapapun termasuk Alexa, istri siri yang baru saja dia nikahi.
Dengan senyum mengembangnya Kira menganggukkan kepalanya, beradu pandang dengan Arga yang sedang membukakan pintu depan penumpang untuknya.
"Terimakasih Mas," ucap Kira segera masuk ke dalam mobil.
"Kamu langsung masuk aja Hams, aku bisa membukanya sendiri, jangan lupa beli popcorn sama minuman untuk Alexa ya?" ucap Arga setelah menutup pintu depan penumpang, menghentikan langkah Hams yang akan membuka pintu mobil kemudi untuknya.
Hams hanya menganggukkan kepalanya pelan untuk menjawab kalimat Tuannya, tak mengalihkan pandangannya dari Arga yang hendak masuk ke dalam mobil.
Setelah memastikan kepergian Tuannya, Hams segera masuk ke dalam mall, menaiki lift untuk pergi menuju gedung bioskop, menghampiri Alexa yang sedang menunggu Tuannya di dalam studio.
Setelah membeli Popcorn beserta minumannya, Hams segera memasuki studio satu untuk mencari keberadaan Alexa.
"Lho? kok kamu disini?" tanya Alexa terkejut saat melihat Hams duduk di kursi yang seharusnya Arga tempati.
"Tuan Arga pulang bersama Nyonya Kira." Jawab Hams datar memberikan popcorn dan minuman yang baru saja dia beli kepada Alexa.
"Kamu bisa menerimanya sekarang?" ucap Hams lagi membuat Alexa tersadar dan segera mengambil makanan dan minuman dari tangannya.
"Terimakasih," ucap Alexa meletakkan minumannya di dekat sandaran tangan.
Memulai makan popcornnya perlahan dengan pandangan kedepan fokus melihat setiap adegan yang ada di layar film.
"Apa aku bisa merasakan pelukan hangat seperti itu Sekretaris Hams?" tanya Alexa lirih tak mengalihkan pandangannya dari layar bioskop.
Hatinya terenyuh saat menyaksikan adegan romantis yang ada di depannya, saat pemeran utamanya saling berpelukan hangat untuk menunjukkan perasaan mereka masing-masing, perasaan cinta yang membuat mereka saling menjaga dan mengasihi.
Hams hanya diam, menatap sekilas Alexa sebelum mengalihkan pandanganya kembali ke layar besar yang ada di depannya.
Alexa terkekeh, seolah menertawakan pertanyaannya sendiri yang membuatnya terlihat bodoh, membuat Hams mengalihkan kembali pandangan ke arahnya.
"Mana mungkin bisa Al? bodoh sekali kamu!" umpat Alexa sendiri dengan senyum pilunya.
"Mana mungkin bisa aku mendapatkan hal yang seperti itu saat aku menikahnya dengan suami orang? untuk di tatap lembut saja sudah nggak mungkin, apalagi sebuah pelukan lembut seperti itu?" gumam Alexa lagi segera menyuapkan popcorn ke dalam mulutnya, berusaha menahan rasa sesak yang sedang memancing air matanya untuk keluar.
__ADS_1
"Anda ingin pulang?" tanya Hams.
Alexa menggelengkan kepalanya pelan, "Nanggung tinggal sedikit lagi selesai."
"Harusnya aku nonton film komedi, bukan nonton film yang seperti ini." gumam Alexa lirih masih terdengar oleh Hams.
"Kita bisa keluar sekarang, saya akan membawa anda menonton film komedi." Ucap Hams mengalihkan pandangan Alexa menatapnya.
"Dimana?" tanya Alexa.
"Lebih baik kita pergi dari sini," jawab Hams tak menjawab pertanyaannya.
Sementara itu, di tempat lain Arga sudah membawa istrinya Kira ke salah satu hotel yang letaknya tak jauh dari Mall tempat Alexa menonton film.
Duduk di atas ranjang kamar hotel saling berc*uman untuk melepaskan rasa rindu yang lebih dari satu Minggu mereka pendam.
Saling m****** bibir pasangannya dengan lembut, menikmatinya, merasakannya untuk mengurai rasa kangen yang sudah bersemayam di diri Arga.
Begitupun Kira, delapan tahun menikah dengan Arga sudah bisa membuatnya mengimbangi permainan bibir suaminya.
melingkarkan tangannya di pundak Arga dengan matanya yang terpejam, menikmati sentuhan lembut tangan suaminya yang sudah bergerilya menyusuri tiap inci tubuhnya yang masih tertutup baju.
Arga dan Kira melepaskan kompak tautan bibir mereka saat paru-paru mereka membutuhkan asupan oksigen.
Saling tatap dengan nafas yang terengah-engah menahan gairah sebelum mendekatkan kembali bibir mereka untuk permainan selanjutnya.
Sebuah permainan yang akan membunuh rasa kangen di hati Arga dan permainan yang bisa membunuh rasa gundah di hati Kira, menumbuhkan rasa cinta di hati mereka yang sudah besar menjadi semakin besar.
BERSAMBUNG.
__________________
Hai readers jangan lupa LIKE dan KOMEN Ya? biar authornya lebih semangat Up.
Dan kalau ada lebihan poin jangan lupa bayar author dengan itu ya?
Terimakasih.
__ADS_1