Air Mata Pernikahan Siri

Air Mata Pernikahan Siri
BAB 11. Pingsan


__ADS_3

"Mungkin saya tahu dimana dia Tuan!" ucap Hams tiba-tiba membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arahnya.


"Dimana?" tanya Arga tersentak dengan jawaban Secretarisnya.


Flashback.


Alexa tertidur, masih berada di atas lantai depan pintu kamarnya, tidur meringkuk menjadikan lengan kirinya sebagai bantalan kepalanya yang terasa pening karena tangisannya yang terlalu lama.


Tidurnya mulai terusik, dengan perlahan membuka kelopak matanya yang sembab saat perut ratanya terasa protes meminta di isi.


"Jam berapa ini? lapar sekali!" gumam Alexa lirih, menyentuh perutnya yang terasa lapar.


Dengan sisa tenaganya sekarang, Alexa berusaha untuk bangun, menyandarkan sejenak tubuhnya di pintu sebelum berdiri dan pindah duduk di atas ranjang.


"Sudah jam enam sore," gumam Alexa lagi melihat jam dinding yang menggantung di kamarnya, sebelum mengedarkan pandangannya menyapu semua sudut yang ada di dalam kamarnya, berharap bisa menemukan sedikit makanan yang bisa dia gunakan untuk mengganjal perutnya.


"Mungkin aku harus diet sekarang, " ucap Alexa dengan senyum pilunya melihat tubuh langsingnya sendiri di dalam pantulan kaca almari yang ada di hadapannya.


"Di lantai pertama sebelah ruang keluarga."


Kalimat Hams tentang letak studio film yang ada di rumah Arga kembali terngiang di ingatannya.


"Mungkin aku bisa kesana, melupakan rasa lapar sekalian menghibur diri dengan film yang bisa aku tonton." Gumam Alexa segera berdiri, melangkahkan kakinya keluar kamar.


Alexa segera menuruni anak tangga dengan pelan, mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di bawah tangga yang terlihat sepi.


Alexa melangkahkan kakinya kembali melewati ruang keluarga tempatnya uji nyali tadi siang, sebelum melangkah lagi mendekati pintu berwarna coklat tua yang ada di sebelah ruang keluarga.


"Apa disini ya?" gumam Alexa mencoba membuka pintu ruangan yang tertutup.


Hatinya bersorak saat pintu ruangan yang dia tuju ternyata tak dikunci, Alexa memasukkan sedikit kepalanya ke dalam, untuk memastikan kalau ruangannya benar.


"Yes!" gumam Alexa lirih dengan senyum tipisnya segera masuk ke dalam ruangan yang berisi layar LED TV yang sangat lebar dan besar, yang di lengkapi dengan sofa mewah besar berbentuk L di depannya.


Flashback selesai.


Seperti perintah Tuannya, Hams melangkahkan kakinya mendekati pintu studi film untuk mengecek keberadaan Alexa.

__ADS_1


Hams membuka pintu ruangan yang tak terkunci, terdiam sejenak menatap ke layar LED TV yang sedang menyala menampilkan film horor yang di sukai Tuannya.


Melangkah pelan mendekati Alexa yang sedang duduk bersandar di atas sofa menikmati tiap adegan mistis yang ada di depannya.


"Bukannya anda suka film komedi?" tanya Hams duduk di sofa dekat Alexa, membuat Alexa terkejut dan mengalihkan pandangan ke arahnya.


Alexa hanya diam tak menjawab pertanyaan Hams, kembali menatap layar menyandarkan tubuhnya yang lemah menahan lapar.


"Tuan dan Nyonya memanggil anda untuk makan malam."


"Apa aku bisa pinjam uang kepadamu Sekretaris Hams?" tanya Alexa tak mengalihkan pandangannya dari layar yang ada di depannya.


Hams hanya mengerutkan kening bingung tak menjawab pertanyaan Alexa, sebelum beradu pandang dengan Alexa yang mengalihkan pandangan menatapnya.


"Perutku sangat lapar, tadi siang aku hanya makan popcorn, boleh aku meminjam uangmu untuk beli makanan?"


"Anda bisa makan di meja makan," jawab Hams datar membuat Alexa tersenyum setengah, mengalihkan pandangannya dari Hams kembali menatap layar yang ada di depannya sambil mencubiti jari tangannya yang ada di atas pangkuan.


"Setelah kejadian tadi siang, mana bisa aku makan di meja makan, harga diriku tak membiarkanku melakukan itu!" jawab Alexa.


"Hams mengeluarkan dompet dari saku celananya sebelum mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah dan mengulurkannya ke depan Alexa.


Dengan ekspresi ragunya Alexa mengambil alih uang dari tangan Hams, "Apa orang tuamu butuh asisten rumah tangga sekretaris Hams? mungkin aku bisa melamar kerja disana untuk mengembalikan uang yang aku pinjam ini,"


"Tuan Arga sudah mendaftarkan anda kuliah," jawab Hams mengalihkan pandangannya ke arah Kira yang baru memasuki ruangan.


Kira menggelengkan kepalanya sambil meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya menatap Hams.


Hams hanya diam kembali mengalihkan pandangannya ke arah Alexa yang menggelengkan kepala untuk menjawab kalimatnya.


"Aku nggak ingin kuliah, aku nggak mau punya hutang Budi dengan keluarga ini, lebih baik aku jadi asisten rumah tangga yang terhormat daripada menjadi dokter yang terhina dengan status wanita yang menjual anaknya sendiri." Jawab Alexa tak mengetahui keberadaan Kira yang masih berdiri di belakangnya.


"Kamu ingin bekerja Al?" tanya Kira tiba-tiba mengejutkan Alexa, membuat Alexa reflek berdiri dan berbalik menatap Kira.


Pandangan Alexa terasa kabur, kepalanya terasa pusing saat melihat ruangan yang sedari tadi gelap menjadi berputar-putar dan benar benar menjadi gelap.


"Al" Pekik Kira terkejut melihat tubuh Alexa yang roboh, sebelum mengalihkan pandangannya kepada Hams yang berhasil menahan tubuh Alexa.

__ADS_1


"Cepat bawa ke kamar Hams," ucap Kira panik.


Tanpa menjawab kalimat Kira, Hams setengah berlari membopong tubuh Alexa, keluar dari studio film untuk menaiki anak tangga di ikuti Kira yang terlihat panik di belakangnya.


Kira membantu Hams membuka pintu kamar Alexa, membiarkan sekretaris suaminya itu masuk untuk menidurkan madunya di atas ranjang.


"Tolong panggilkan Dokter Hams, cepat!" ucap Kira lagi sebelum mengambil minyak kayu putih yang ada di dalam laci nakas, mengoleskannya merata, ke telapak tangan, telapak kaki dan dada Alexa.


Meletakkan lagi di tangannya sendiri untuk di dekatkan kepada hidung Alexa, dengan harapan agar Alexa secepatnya bisa sadar.


"Kenapa Ki?" tanya Arga tiba-tiba masuk ke dalam kamar, membuat Kira mengalihkan pandangan ke arahnya.


"Alexa pingsan Mas," jawab Kira menatap Arga yang sudah berdiri di depannya.


Arga hanya diam, memandang wajah pucat Alexa tanpa bersuara.


"Bagaimana Hams?" tanya Kira kepada Hams yang baru menyelesaikan panggilannya.


"Dokter Surya segera ke sini Nyonya," jawab Hams yang hanya di jawab dengan anggukan kepala Kira.


Lima belas menit berlalu, Alexa masih belum sadar juga meskipun tubuhnya sudah penuh dengan balutan minyak kayu putih yang diberikan Kira.


Pintu kamar Alexa yang masih terbuka terketuk, membuat semua orang yang ada di dalam kamar mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


Terlihat Bi Sari dari balik pintu untuk mengantar Dokter Surya masuk ke dalam kamar.


"Tolong periksa adik saya Dok, kenapa dia belum sadar juga?" ucap Kira panik kepada Dokter Surya.


"Sebentar ya Bu, biar saya priksa dulu," jawab Dokter Surya ramah kepada Kira yang melangkah mundur untuk memberikan jalan Dokter agar bisa memeriksa Alexa.


"Bagaimana Dok?" tanya Kira kepada Dokter Surya yang baru selesai memeriksa.


BERSAMBUNG.


__________________


Hai readers jangan lupa LIKE dan KOMEN Ya? biar authornya lebih semangat Up.

__ADS_1


Dan kalau ada lebihan poin jangan lupa bayar author dengan itu ya?


Terimakasih.


__ADS_2