
Sebelum cerita ini mulai alangkah baiknya gue ngenalin diri dulu, nama gue Airin Alfana Abia, terserah lo mau manggil gue apa. Tapi orang terdekat gue lebih suka manggil gue dengan sebutan Ai dan gue nyaman dipanggil begituan.
Sedangkan teman sekolah gue lebih suka manggil gue dengan sebutan Abi atau Bia. Gue anak tunggal, dan gue tinggal bareng bokap gue, nyokap gue baru meninggal 2 tahun yang lalu, saat gue nginjakin kaki di SMA. Yup, sekarang gue kelas 2 SMA, gue masuk sekolah ini karena kemampuan gue dibidang olah raga, gue suka bela diri terutama silat.
Karena beladiri silat banyak seninya dan gerakan yang dihasilkan tentunya indah. Gue sering jadi juara di setiap perlombaan, makannya gue bisa masuk sekolah elit yang beginian. Dan sampai sekarangpun gue masih aktif ikut perlombaan.
Nah, sekolah elit yang gue bilang tadi tu noh, isinya orang kaya semua, cantik, ganteng. Pokoknya jauh bangetlah dari gue. Bokap gue cuma penjaga sekolah, untuk beli perlengkapan sekolah aja gue harus manggung di cafe.
Hehe, suara gue lumayan baguslah. Tapi meteri dan fisik g bakal hancurin semangat dan cita - cita gue buat jadi dokter. Yaya, gue pengen jadi dokter, awalnya gue pengen buka usaha. Tapi semenjak nyokap sakit - sakitan gue jadi punya niat buat jadi dokter dan nyembuhin banyak orang.
Mulia banget kan cita - cita gue. Ahahha, nah mungkin itu pengenalan singkat dari gue, ntar didalam cerita kita bakal kenalan lebih dekat . okey
----------
"Biaaaaa...." Teriakan itu, tiap pagi bikin telinga bia budeg siapa lagi coba kalau bukan suara cemprengnya Syafa, syafa temen gue, dia orang kaya, tapi dia tulus mau berteman sama gue yang apa adanya ini.
"udah gue bilang manggil gue itu jangan pake toa"
"maaph, ini gawat gawat banget"
"gawat gimana?"tanya bia penasaran
"itu.. anu... Vano..vano.." ucap syafa ragu
"apa? Dia nyium cewek lagi? Dimana? Parkiran? Taman? Wc? Perpus? Ruang Osis? Atau ada tempat baru lagi?"ucap bia malas, gue udah afal kali kegiatan Vano
"loh, kok lo tau lagi?"ucap syafa heran
"lo kalau nanya itu mikir dulu, lo g tau gue pacaran sama siapa? Sama playboy sya.. sama playboy"ucap bia lalu meninggalkan syafa yang masih neriakin nama bia
"ah, sampai kapan gue bakal sabar kayak gini Van, sampai kapan?"gumam bia, dia benar - benar kesal sekarang
----------
__ADS_1
"Bi, lo kenapa sih dari tadi diam terus. Lo g denger gue manggil ya?"
"bi..?"
"bi.."
"woy AIRIN ALFANA ABIA, LO DENGERI GUE G" teriaknya
"Alia...!"teriak pak Santo keras
"eh, maaf pak"ucap alia kaget
"kamu keluar!"bentaknya
"lah kok gitu pak?"tanya alia balik
"kamu mengagetkan saya alia, sekarang kamu keluar dan jangan lupa bawa teman mu itu" sambil menunjuk bia
"ba .. baik pak, ayo bi"bisik alia, guepun ngikutin alia keluar kelas. Gue benar - benar bosan sekarang
"gue langsung cabut al, gue g masuk nantik. Lo pulang bareng syafa aja"
"lah, kok gitu, gue bareng lo aja ya"ucap alia sahabat bia satu lagi
"g, lo masuk. Pulang bareng syafa"ucap bia ketus lalu pergi meninggalkan alia yang masih bingung. Kalau bia udah marah kayak gini g ada yang bisa ngelawan dia
----------
"mau keman lo?"
"cih...bukan urusan lo"ucap bia cuek
__ADS_1
"bukan urusan gue?"tanya orang itu balik
"ya.. bukan urusan lo"ucap bia melangkah meninggalkan orang yang menghambatnya tadi
"lo pacar gue dan ini urusan gue"ucapnya sambil menarik bia
"lepasin gue, gue mau pulang"ucap bia marah sambil menghentakkan tangannya
"g akan, lo mau kemana ha?"
"bukan urusan lo, lepasin gue Vano. Lepasin"ucap bia sambil menghentakan tangan Vano lagi
"Airin...!"teriak vano
"jalan lo satu langkah lagi, kita putus"tambahnya
"oke"ucap bia lalu melangkahkan kakinya dan meninggalkan Vano
"Arghh.. dasar cewek sialan lo"teriak Vano frustasi
"oi, brooo"
"apa lo?"
"wow, santai.. kemana cewek lo tu?"
"g tau gue"
"kok lo jadi jutek gitu sih sama gue"
"masalah buat lo ha? Gue cabut mau nyusul tu anak"ucap vano meninggalkan putra sahabatnya
__ADS_1