Akan Indah Pada Waktunya

Akan Indah Pada Waktunya
Cerita 7


__ADS_3

Sesampai dirumah alva, airin hanya menunduk. Dia tak ingin alva melihat luka dan memar diwajahnya, pasti tu orang bakal banyak tanya



"lo kenapa sih airin, nunduk terus emang ada apaan dilantai?"



"gue g kenapa - kenapa, gue kekamar dulu ya"



"airin lo kenapa?"tanya alva dengan suara tinggi



"gue g kenapa - kenapa! Gue g enak badan!"ucap airin dengan suara yang lebih tinggi, namun saat airin hendak masuk kedalam kamar, alva menarik tangan airin dan memeluk tubuh mungil airin, dan alangkah terkejutnya alva saat itu



"ASTAGAAA...! airin, muka lo kenapa?"ucap alva cemas



"Cuma luka biasa"



"g, lo berantem kan? Ada yang mukul lo?"



"g, g ada gue ikut bela diri silat jadi wajar kayak gini"



"g, lo bohong, gue bisa liat dari mata lo kalaU lo bohong. Dan g mungkin silat lo itu sampai nyelakain lo kayak gini"



"terserah lo"



"sekarang lo mandi cepat, habis itu gue obatin"ucap alva melepas genggaman tangannya dari badan airin



"yayaya"ucap airin pasrah, dia memang butuh obat sekarang



--------



"lo kenapa sih airin"ucap alva lembut sambil mengobati luka airin



"gue latihan, dan gue kalah"



"lo ditampar siapa?"



"lo g usah ikut campur urusan gue"



"gue perlu"



"emang lo siapa?"

__ADS_1



"lo tinggal dirumah gue airin"geram alva, berbicara dengan anak ini mungkin tidak ada ujungnya



"yaudah, gue keluar dari rumah lo sekarang"ucap airin lalu bergegas kekamarnya, menyusun semua pakaiannya.


Beberapa menit airin keluar dari kamarnya dengan membawa semua barang - barangnya



"gue pamit sama lo, makasih udah mau nampung gue selama ini alva"ucap airin lalu keluar dari rumah alva, sedangkan alva hanya bisa geleng - geleng kepala



"dasar bocah ababil, mau kemana lo"ucap alva tersenyum sinis



--------



"huft...gue harus kemana, udah malam pula g mungkin gue malam - malam ketempat syafa apalagi alia. Tu anak pasti udah molor jam segini"



DUAR...!!



"aaa.. petirnya gede banget.. yayaya.. kok hujan"teriak airin lalu pergi berteduh dibawah atap toko yang sudah tutup



"miris banget hidup gue"ucap airin



Tin..tin... Tin..tin...




"woi, lo mau mati kesambar petir haa?"teriak alva dari dalam mobilnya



"masa bod-"



DUAAARR...



"aaa, jemput gue woi"teriak airin akhirnya



"dasar bocah"gumam alva lalu turun dari mobilnya dan menjeput airin dengan payung tentunya



---------



"lo itu ya, sok kabur dari rumah gue segala, liatkan sekarang badan lo jadi menggigil, lo demam airin"ucap alva



"maaf"


__ADS_1


"aish, lo itu ya.. mana no hp keluarga lo, lo udah lama kabur dari rumah"ucap alva sambil mengacukan tangannya, sedangkan airin hanya geleng - geleng kepala. Menandakan dia tak mau memberi, alvapun berjalan kearah barang airin dan mulai membuka tasnya



"mau apa lo?"ucap airin dengan suara tinggi



"gue mau cari alamat atau nomor yang bisa gue hubungi, gue g mau dibilang nyulik anak orang"



"percuma lo cari g ada gunanya"ucap airin lemah, sedangkan alva masih mengobrak abrik tas airin



"nyokap gue udah meninggal 2 tahun yang lalu karena sakit - sakitan, bokap gue seorang penjaga sekolah dan beberapa hari yang lalu saat lo nabrak gue beberapa jam sesudahnya bokap gue juga ketabrak, karena kehabisan darah bokap gue nyusul nyokap. Gue g punya saudara, atau keluarga yang bisa gue hubungi. Gue bukan kabur dari rumah atau semacamnya seperti apa yang lo bilang. Gue g kabur, tapi gue udah nunggak bayar kontrakan. Untung yang punya rumah ngerti sama kondisi gue dan g mintak biaya kontrakan bulan sekarang. Gue sekolah di sekolah elit bukan karena gue anak orang kaya, tapi gue dapat beasiswa. Gue punya prestasi makanya tu sekolah mau nerima gue, sedangkan untuk beli perlengkapan sama menuhin kebutuhan gue sering ngisi suara dikafe - kafe, sayangnya akhir ini gue banyak masalah dan g ada manggung lagi. Jadi posisi gue digantiin sama orang. Gue bukan seperti yang lo fikirin alva"ucap aini akhirnya, alva yang mendengar semua yang keluar dari mulut airin berhenti bergerak dan terduduk dilantai



"lo.."lirih alva



"gue g suka dikasihani"ucap airin



"dan gue bukan cewek yang ada masalah langsung nangis"tambahnya



"maaf"ucap alva



"lo g usah minta maaf, gue janji setelah gue sembuh gue bakal keluar dari rumah lo"ucap airin lalu menarik selimutnya hingga menutupi seluruh badanya


Tiba - tiba tangan kekar alva memeluk airin kuat



"lepasin, gue g perlu dikasihani"rengek airin sambil mencoba melepaskan tangan alva dari badanya



"lo sekarang punya gue airin"bisik alva



"lo.."



"ssst... udah malam kita harus tidur okay"ucap alva dan hanya dihadiahi anggukan dari airin


Beberapa menit kemudian...



"lo udah tidur?"ucap alva



"hm.."



"lo g bisa tidur ya karena ada gue disini?"



"hm.."



"yaudah gue tidur dikamar seb--"belum sempat alva melanjutkan kata - katanya airin sudah membalikan badanya dan mendekatkan kepalanya ke dada bidang alva, sontak alva kaget dan kemudian tersenyum.

__ADS_1



"gue bakal jagain lo ai"ucap alva akhirnya sebelum tertidur


__ADS_2