
"pagi...."ucap airin semangat
"pagi, lo bangun jam berapa sih?"ucap alva sambil memasang dasinya
"sini biar gue bantu"ucap airin kemudian mendekat ke alva
"thanks ya"
"lo duduk gih sana"ucap airin sambil menunjuk kursi dimeja makan
"mau kemana lo"
"duduk aja buruan..."ucap airin setengah berteriak karena dia sekarang lagi berada didapur, beberapa menit kemudian airin membawakan 2 piring masakan, ya itu nasi goreng ala airin
"ini, coba gih"ucap airin
"waw... wanginya enak"ucap alva dengan mata berbinar binar
"coba dulu deh, enak g?"ucap airin
"enak enak"ucap alva sambil terus mengunya makanannya, sedangkan airin hanya tersenyum senang
---------
"ai buruan ntar lo telad"teriak alva dari teras rumahnya
"iaia, bentar"ucap airin sambil menenteng tas - tasnya
"lo mau kemana?"
"pulang sekolah gue mau cari tempat tinggal, eheh"ucap airin polos, alva yang mendengar airin ingin pindah rasanya ingin marah. Dengan kasar alva menarik tas - tas airin dan memasukannya kedalam kamar yang ditempati airin kembali
"lo itu ya, mau cari tempat tinggal dimana lo ha. Lo mau ngebahayain diri lo dengan berkeliaran diluar sana?"bentak alva, sedangkan yang dibentak hanya diam
"aish.. lo itu"ucap alva geram
"maaf"ucap airin lirih, alvapun langsung memeluk airin
"maafin gue udah bentak lo, gue g mau lo kenapa - kenapa lo kuat diluar rapuh didalam ai"ucap alva lalu mengecup singkat kening airin dan membuat airin berhenti bernafas
"yuk, gue antar ke sekolah"ucap alva membuat lamunan airin buyar
---------
"bi tu cowok siapa sih, yang anterin lo"
"lo tinggal sama tu cowok ya bi"
"bi, lo g diapa - apain tu cowok kan?"
"bi, lo ---"
"oke stoopp sya, al... gue g ada diapa - apain sama tu cowok. Namanya alva, gue sekarang tinggal bareng dia"terang aini
"lo kenal dia dimana?"
"dia yang nabrak gue waktu itu"ucap bia
"bi.. itu..hm.. lo aja deh al"
"lo aja sya, gue g mau cerita"
"kalian mau ngomong apa sih?"ucap bia bingung
"itu bi, Vano"
"kenapa lagi dia? Cium cewek lagi? Grepe - grepe cewek lagi atau dia ud--"
__ADS_1
"stop bi, vano g kayak gitu lagi semenjak putus dari lo. Vano berubah, dia g ada main sama cewek dan sekarang dia lagi direhab bi, dia pake narkoba"ucap syafa dengan nada penuh penyesalan diakhir kata
"narkoba? Vano? Oh shit..."ucap bia
"lo tau dia dirumah sakit mana?"tambah bia
"Dipondokan bi, lo musti liat vano"ucap alia
"ia bi, gue takut vano bunuh diri gara - gara frustasi"ucap syafa yang membuat bia tambah panik
----------
"hi.."ucap alva
"lo pulang duluan gih, gue mau nemuin seseorang dulu"
"seseorang?"ucap alva bingung
"ntar gue ceritain, sekarang gue mau ketemu sama dia"
"emangnya dia lagi dimana? G bisa gue antar aja lo. Gue janji g bakal ganggu lo. Gue g mau lo pulang sama yang lain ntar lo diculik"ucap alva mendramatiskan situasi
"teman gue dipondokan"
"pondokan? Tempat rehabilitas itu?"
"ya"ucap airin lesu
"ayo gue antar lo, sekalian gue mau ketemu teman - teman gue yang praktek disana"
"gpp kan gue repotin lo?"
"gpp ai"
"airin kepanjangan gue manggilnya, yuk"ucap alva lalu mendorong airin agar masuk kedalam mobilnya
----------
"lo mau nemuin siapa sih ai"
"mantan gue"ucap airin, membuat alva berhenti berjalan
"kenapa lo?"ucap airin lagi
"g ada yuk"ucap alva menyeret airin, perasaannya tiba - tiba berubah
"ada yang ingin bertemu dengan anda"ucap salah satu petugas rehab
"siapa?"
"saya kurang tau, anda bisa bertemu dengannya diluar"
"bilang saja saya tidak ingin diganggu"
"yaudah gue pulang"ucap airin
"airin?"ucap vano kaget
"airin, lo airin kan?"ucap vano lalu memeluk airin
"gue g bisa nafas van"
"gue gila ai, gue cari lo kemana - mana tapi g ketemu ai, gue frustasi"
"yaya, gue tau itu, kapan lo masuk?"
__ADS_1
"lupa gue"ucap vano menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"apa kabar lo?"tanya aini lagi
"ya seperti yang lo liat"ucap vano sambil menunjuk tubuhnya
"baguslah, kayaknya lo g kenapa - kenapa deh"ucap airin lalu berdiri hendak meninggalkan vano, namun ditahan vano
"gue kangen sama lo ai, jangan pergi"ucap vano lirih kemudian melepas tangan aini dengan lembut dari genggamannya
"maafin gue, selama ini gue kasar sama lo ai, gue sering nyakitin perasaan lo. Maafin gue ai, gue udah dapat hukumannya sekarang, gue mohon maafin gue dan jangan hukum gue lagi"ucap vano lirih, dia menangis
"gue pengen kita balik lagi ai, gue mohon.. gue janji g bakal nyakitin lo lagi"ucap vano lembut
"maafin gue, gue lagi pengen sendiri dan nenangin hati gue dulu van, kalau udah tenang kita bisa coba lagi buka lembaran baru, kalau memang lo jodoh gue"ucap airin, dia tak boleh mengis saat ini, jangan.
--------
"cieee, ketemu mantan bukannya senang malah cemberut"goda alva
"apaan sih"
"tadi gue sempat ngomong sama dokter disana, kebetulan teman gue. Temen gue bilang vano belum parah kenaknya, dia Cuma stres trus make sekali. Tapi orang tuannya udah antar vano kesini. Padahal dia bisa dikasih obat lo"ucap alva
"trus kenapa pihak rumah sakit masih narok vano disana?"tanya airin
"karena keluargannya mintak"terang alva
"gitu ya.."
"oya lo kapan putus sama tu cowok"
"waktu lo nabrak gue juga kalau g salah"
"kenapa semuannya berhubungan sama gue"ucap alva tidak terima
"ya mana gue tau"ucap airin santai
"lo suka makan apa?"tanyan alva
"apapun kecuali ikan"terang airin
"ikan? Lo g suka ikan atau alergi karna ikan?"
"alergi ikan gue"ucap aini santai
"sama, gue juga alergi sama ikan,ehhe"
"g nanya"
"ish lo ya, nyebelin aja. Omongan gue selalu lo jawab"
"ya terus gue harus gimana? Diam aja?"
"ya g juga, yaudah kita makan ramen aja ya lo kan suka pedes tu"
"pilihan yang bagus"ucap airin sambil tesenyum
---------
"ai, udah.. tu kuah udah merah ntar lo kepedesan"
"g ah, gue emang suka pedes dari dulu"terang airin dan mulai memakan mienya, sedangkan alva hanya geleng - geleng kepala
"yaudah kalau kenapa - kenapa lo berhenti makan ya"ucap alva khawatir, dan hanya dihadiahi anggukan
__ADS_1