
"jangan sentuh gue"ucap airin lirih
"cup..cup sayang jagan nangis"
"arrgh.. jangan sentuh adik gue"ucap alva mendorong satu - satu anak buah wanita iblis itu namun nihil dia tak memiliki kekuatan, ya ada dia makin kehabisan darah
"kak bian, tolong airin kak, hiks .. hiks.."tangis airin akhirnya pecah
"duh, jangan nagis sayang, kita bakal bawa kamu ke surga dunia. Jadi bersabar ya"ucap salah satunya
"hiks..hiks.. Vano.."lirih airin, dia benar benar pasrah sekarang dan menutup kedua matanya berharap seseorang menolongnya
"G ADA YANG BOLEH NYENTUH AIRIN ...!" tunggu, suara itu airinpun langsung membuka matanya dan itu. . .
"VANO? VANO.. vano tolongin gue .. hikshikshiks"tangis airin kembali terdengar
"wow.. yang ditunggu sudah datang ternyata"ucap wanita iblis sambil bertepuk tangan
"mau lo apa ha?"
"Vano? Kok kamu ngomong gitu sih sama mama"ucap wanita itu lagi
"ma..ma?"ucap airin kaget
"lo bukan mama gue bit**, lo g ingat ha yang bunuh mama gue itu lo"
"wow, tau dari mana kamu sayang?"ucap wanita iblis itu lagi dengan manjannya
"dan gue baru sadar yang buat papa masuk rumah sakit itu lo, mau lo apa ha?"ucap vano geram sambil mendorong wanita iblis itu, secara reflek anak buah wanita itu mendekat
"jangan ganggu.. saya lagi pengen berbicara dengannya berdua"ucap wanita iblis itu melarang anak buahnya
----------
__ADS_1
"gue mau keluarga lo hancur, dan harta lo jatuh ketangan gue"ucapnya sambil tertawa
" lo g perlu bawa - bawa airin dalam masalah ini"
"ini hadiah buat kamu sayang"
"tutup mulut lo anj***"
PLAK..!
"dasar anak sama orang tua sama saja, bereskan mereka semua, saya sudah muak lama - lama disini"
"lo kira bisa keluar dari sini gampang ha?"ucap vano angkat suara dan kemuadian keluarlah beberapa orang polisi yang sudah mengepung tempat ini
"ANGKAT TANGAN..!"
"dasar anak setan kamu vano, dasar setan"ucap wanita iblis itu namun tak dihiraukan vano, vanopun melangkah berjalan kearah airin dan membuka ikatan ditangan dan kakai airin
dilepaskan secara tiba - tiba
"VANOO...!"teriak airin kaget, tembakan itu tepat mengenai pinggang kiri vano, lalu badan vanopun terjatuh tepat diatas airini
"Vano, vano bangun vano. Hiks..hiks.."ucap airin sambil mengangkat tubuh vano yang menimpanya
"ai.."ucap vano lirih
"ia, van gue disini"ucap airin sambil menangis
"gue..gue sayang sama lo sampai kapan pun"
"gue..gue ju- vano? Van.. bangun sayang.. bangun"ucap arini sambil mengguncang tubuh vano
"siapapun tolong"ucap airin Sambil menangis terisak, dan semuanya gelap
----------
__ADS_1
"kak bi"ucap airin pelan
"eh, sayang lo habis dari mana, gue cariin juga"ucap alva lembut
"....."
"bagaimana keadaan vano, apa dia sudah sadar?"airin hanya menggeleng
"sini deh duduk dekat kakak"ucap alva sambil menepuk tempat tidur disampingnya
"maafin gue ya waktu itu---"ucapan alva terputus, karena airin memeluknya langsung
"lo g perlu minta maaf kak gue tau lo dalam kesusahan dan maaf ini semua gara - gara gue lo jadi kayak gini, ini salah gue"
"g airin, ini g salah siapa - siapa okay"ucap alva melepas pelukan airin
"kak, lo tau g hal apa yang g gue bisa selama ini sekarang gue bisa lakuin"
"apa?"ucap alva bingung
"akhirnya gue bisa nangis kak"ucap airin membuat alva bingun dan kemudian tersenyum hangat
"gue nangis karena orang yang gue sayang terluka dan gue g bisa berbuat apa - apa"ucap airin lagi
"udah ah, jangan melow terus kita liatin vano aja yuk"ucap alva akhirnya
"lo bisa jalan kak?"
PLETAK..!
"pake kursi roda kali, capek gue jalan"ucap alva
"ih, suka banget mukul gue. Iaia .. tunggu bentar ya"ucap airin beranjak dari kamar rawat alva
__ADS_1