Akan Indah Pada Waktunya

Akan Indah Pada Waktunya
Cerita 14


__ADS_3

"Vano kapan bangunnya ya?"ucap airin sambil trus memandang vano



"jangan dipandangin trus ntar gantengnya hilang"



"ah, mana mungkin gantengnya hilang"ucap airin mantap



"eh, bantu gue duduk disofa gih"ucap alva



"manja banget jadi orang"



PLETAK..!


"au,iaia maaf sakit tau, lo itu ya kal--"



"Ai..ai..a.ir..rinn"



"Kak?"ucap airin memandang alva



"VANO..?"



"aw..."



"eh, maaf kak kelepasan"



"aish, pergi sana gue bisa sendiri"ucap alva mengusir adiknya, menyuruh untuk pergi mendekat ke vano



"lo udah bangun?"



"lo . . ."



"gue gpp, gue aman mah"ucap airin sambil tersenyum



"ma-"



"lo g perlu minta maaf, yang salah itu bukan lo tapi nenek sihir okay"



"ta-"



"g ada tapi - tapian vano"ucap airin geram, namun terdengar nada kelegaan dari vano



"lo harus istirahat jangan banyak bicara"ucap airin mengelus kepala vano pelan



"gue ma-"



"ia, tenang aja gue bakal disini nemenin lo"



"di-"



"dia bisa ngurus diri sendiri kok"ucap airin melirik alva



"lo dengerin vano ngomong dulu napa?"ucap alva kesal dengan tingkah laku adiknya



"hhehe, ya maaf gue kan udah tau vano mau ngomong apa, ia kan?"ucap airin menatap vano, dan hanya ada anggukan dan senyum dari vano

__ADS_1



---------



"so, lo mau bareng gue atau ke tempat vano?"



"tempat vano lah, lo g liat dia belum kuat kali?"



"hm.. yaudah, ntar kalau kenapa - kenapa hubungi aja gue ya"ucap alva sambil mengacak rambur airin



"siip..."ucap airin mantap



"tumben si alva g marah gue ngajak lo kerumah"ucap vano bingung



"hm. Lo kan lagi sakit"ucap airin asal



"yaudah yuk"ucap airin sambil membantu vano berajalan



---------



"ai, lo tidur disini aja, gue kesepian tau tiap pulang kerumah g ada siapa - siapa"ucap vano memohon



"gue g bisa vano, gue harus pulang"ucap airin sedikit kesal



"jadi lo lebih mentingin alva dari pada gue?"ucap vano lesu



"tentu"ucap airin mantap



"yasudah pulang lah, hati - hati"ucap vano lesu sambil menutup pintu kamarnya



"ya, ada apa?"



"..."



"apa? Tidur dirumah vano? Lo becanda?"



"..."



"gue g mau, tidur dimana coba"



"APA? Lo gila ha, nyuruh gue tidur bareng vano, lo g takut gue diapa - apain vano?"



"..."



"oiya, gue lupa dia lagi sakit, yaudah deh. Hati - hati lo ya, pulang dari sana langsu


ng jemput gue"



"..."



"iaia, love u too"ucap airin lalu menutup telfon,



ya benar saja yang menelfonnya barusan adalah alva, alva mendadak ditugaskan keluar kota dan tak bisa menjemput airin. Alhasil airin disuruh tidur dirumah vano


__ADS_1


----------



"Van, vano.."ucap airin dari luar kamar vano, namun tak ada jawaban dari vano



"gue masuk ya"ucap airin lalu membuka pintu kamar vano, benar saja orang yang disayangnya kini sedang tertidur pulas seperti anak kecil, airinpun melangkahkan kakinya mendekati vano



"hey, lo tidur cepat banget"ucap airin sambil mengelus pelan rambut vano



"gue kangen sama lo van, kangen sama lo yang dulu. Apa karena wanita iblis itu lo jadi kayak gini sama gue?"ucap airin sambil menggenggam erat tangan alva



"mana bisa gue g sayang sama lo van, tiap gue ketemu sama lo jantung gue deg - degan terus, gue gemeteran tau ketemu lo"ucap airin sambil terkekeh



"cepat sembuh van, gue g mau ngurusin orang sakit kayak lo. Manjanya selangit bikin repot"ucap arin tersenyum



"gue ngantuk, gue boleh nginep disini dulukan? Alva keluar kota mendadak dan dia g bisa jemput gue, tenang aja gue g bakal ganggu lo kok, gue tidur disini okay?"ucap airin lalu merebahkan badannya dan terlelap disamping vano



--------



Vano'pov


"ai, lo tidur disini aja, gue kesepian tau tiap pulang kerumah g ada siapa - siapa"ucap gue sambil masang muka memohon



"gue g bisa vano, gue harus pulang"ucap airin sedikit kesal, pasti inget alva



"jadi lo lebih mentingin alva dari pada gue?"ucap gue lesu



"tentu"ucap airin mantap, tukan baru dibilang juga



"yasudah pulang lah, hati - hati"ucap gue pasrah, gue g mau ribut sama airin, ujung - ujungnya gue yang salah, lah.. kok gue beneran ditinggal jadinnya. Eh tapi tunggu, kok ada yang ngetuk pintu ya



"Van, vano.."



"astaga itu airin, dia balik lagi, gue .. gue harus pura - pura tidur"ucap vano kelabakan



"gue masuk ya"ucapnya kemudian lalu membuka pintu kamar gue, dan dia jalan kearah gue bro



"hey, lo tidur cepat banget"ucap cewek gue sambil mengelus - ngelus pelan rambut gue, duh adem banget



"gue kangen sama lo van, kangen sama lo yang dulu. Apa karena wanita iblis itu lo jadi kayak gini sama gue?"ucap airin lesu, ia, karena wanita iblis itu sayang..hehe, sumpah gue kaget banget denger airin bilang kangen sama gue



"mana bisa gue g sayang sama lo van, tiap gue ketemu sama lo jantung gue deg - degan terus, gue gemeteran tau ketemu lo"gue juga kali ai



"cepat sembuh van, gue g mau ngurusin orang sakit kayak lo. Manjanya selangit bikin repot"manja sama lo gpp kan sayang? hehe



"gue ngantuk, gue boleh nginep disini dulukan? Alva keluar kota mendadak dan dia g bisa jemput gue, tenang aja gue g bakal ganggu lo kok, gue tidur disini okay?"hoam... makasih banget alva akhirnya gue bisa berduaan sama airin, sumpah gue kangen banget sama nih cewek, lah..lah Kok dia tidur cepat banget, apa karena gue terlalu bikin dia sibuk? Secara gue mintak banyak banget sama airin tadi,ah mendingan gue pindahin aja lo keatas kasur yak



"Busetdah.. Pinggang gue masih sakit, perih..."



"gpp, ini demi airin"ucap gue mantap



"nah, akalu disini kan lo bisa tidur enak airin, eh bukan lo aja sih gue juga bakalan enak tidurnya,hehhe"



"ai, gue sayang sama lo. Dan gue bakal rebut lo dari alva"ucap vano tersenyum evil lalu mengecup kening airin lama

__ADS_1



"good night sayang, nice dream okay. I will be here for u"ucap gue romantis,habis itu ya gue peluklah airin biar tidur gue tambah enak, duh.. Rasa sakit gue jadi hilang tiba - tiba ni.ehhe Eh, gue ngantuk dan gue butuh tidur


__ADS_2