Akan Indah Pada Waktunya

Akan Indah Pada Waktunya
Cerita 15


__ADS_3

"uh..."erang airin



"kok bagus kali mimpi gue tadi malam yak"ucap airin pada dirinya



"mana mungkin gue tidur satu ranjang sama vano, ada - ada aja"ucap airin lagi sambil terkekeh



"lo g mimpi ai"



"haha, gue terlalu terbawa suasana karena keingat vano makanya jadi kayak gini ya, sampai - sampai gue bisa denger suarannya dialam nyata. Dasar airin gila"



"sayang, sampai kapan kamu mau nyuekin aku?"ucap vano sambil terkekeh



Dengan cepat airin menoleh ke kiri dan mendapatkan vano sedang tersenyum jahil sambil terkekeh



"aaa....lo ngapain disini"ucap airin kaget



"lo.. lo g ngapa - ngapain gue kan? Gue masih aman kan?"ucap airin menutup badannya



"masihlah sayang, gue mah mana berani pegang - pegang lo sebelum dapat izin, ciuman sama lo aja belum pernah gue, heh. . . lagian ini kamar gue, seharusnya gue yang nanya ngapain lo disini"



"kamar lo?"ucap airin bingung lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar vano, dan benar saja ini bukan kamarnya dan bukan kamar alva



"Aaaa, kok gue ada disini?"teriak airin kaget



"Kan lo kemaren ngerawat gue"ucap vano santai dan airin hanya angguk - angguk kepala



"Lo udah mendingan?"ucap airin



"Selagi ada lo, luka gue bakal cepat sembuh"ucap vano



"Halah, dasar gombal"ucap airin



"Ai"ucap vano lembut



"Hm.."



"Ini pertama kalinya kita tidur satu ranjang ya"



"Hm.."



"Apa lo ngerasa nyaman ada didekat gue"ucap vano sambil mengelus lembut wajah airin, airin hanya diam dan kemudian mengangguk pelan



"Ai, lo mau g jadi istri gue"ucap vano lembut, membuat airin terkejut dan menutup mulutnya tak percayA, yang dia fikirkan vano akan mengajaknya balikan bukan jadi istrinya, hiaaayyy



"..."



"Ai, lo mau kan?"ucap vano lagi



"Alva.."



"Gue bakal rebut lo dari alva ai"


__ADS_1


"Tapi.."



"Gue mohon ai, cuma lo satu - satunya cewek yang bisa bikin gue g bisa nafas kayak gini, gue.. gue..."



CUUP...!


satu ciuman mendarat dibibir mungil airin, cukup lama sampai kedua bibir itu terlepas



"First kiss gue.."ucap airin lirih



"Maafin gue"ucap vano sambil mengusap bibir airin lembut lalu membawa airin kedalam pelukannya



"Plis, jangan tinggalin gue ai, cuma lo satu - satunya tempat bersandar untuk gue"



"Ai, gue mohon nikah sama gue, gue mohon"ucap vano sambil terisak



"Lo..lo nangis van"ucap airin kelu



"Lo mau bilang gue cengeng terserah, yang jelas gue butuh lo ai, gue butuh lo"ucap vano sambil terisak



"Sst.. udah jangan nangis, kalau lo sayang sama gue, ngomong ke alva,okey"



"Hari ini gue bakal ketemu alva dan gue mintak dia buat ngelepas lo"



"Semoga berhasil"ucap airin sambil tersenyum evil



----------




"Udahlah gue g mau ketemu sama bocah labil, playboy kayak dia"ucap alva kesal



"Dengerin vano dulu kak, gue mohon"lirih airin



"Aish, lo ini, mana tu bocah?"ucap alva



"Diruang tamu, ayo"ucap airin menarik tangan alva



--------



"Mau apa lo"ucap alva ketus



"Gue mau ngambil airin dari lo, gue mintak tolong sama lo buat ngelepas airin"



"Cih, lo kira airin barang apa bisa diambil seenak jidat lo"ucap alva tersenyum remeh ke alva



"Bukan, bukan maksud gue nyamain airin sama barang, gue..gue.."



"Apa? Lo ngomong jangan setengah - setengah"ucap alva keras membuat


Vano terkejut, keringat dinginnya mulai bercucuran, dia gemeteran



"Gue mau lamar airin"



"Hahha, bocah ingusan kayak lo mau ngelamar airin, punya modal apa lo"

__ADS_1



"Gue udah mikirin semuanya, tamat sekolah gue kerja diperusahaan bokap, gue bakal didatangin guru buat ngajar, gue kerja sambil kuliah, saat gue jadi CEO, gue bakal nikahin airin"ucap vano mantap



----------



"Ahaha, seorang playboy ngomong kayak gini sama lo ai"ucap alva sambil tertawa



"Ketiban apa lo ai"tambah alva ke airin



"Udahlah kak, jangan jahilin vano lagi.."ucap airin sambil duduk disamping alva



"Yakin lo bakal jaga airin baik - baik ha? Soalnya dilihat dari tampang lo, lo belum bisa apa - apa"ucap alva remeh, sedangkan vano mulai mengepalkan tangannya, dia benar - benar diremehkan sekarang



"Lo kal---"ucapan vano tiba - tiba terputus karena alva keburu berdiri dari duduknya



"Jagain adik gue satu - satunya ini ya,, jangan bikin dia nangis lagi. Lo sakitin dia, siap - siap aja buat tidur dikuburan untuk selamanya"ucap alva lalu pergi meninggalkan vano dan airin yang masih diam melonggo



Airinpun langsung sadar dan mencolek vano



"Hei, wajanya jangan gitu. Lucu tau"ucap airin tertawa


Sedangkan vano malah masih diam



"Woii, vano... lo kok diam teruuuus"teriak airin membuat vano kembali kedunianya dan langsung memeluk airin



"Tu orang g becanda kan?"ucap vano mempererat perlukannya



"G kali, masak kakak gue becandaan"ucap airin



"Lo udah putus sama alva kan?"



"Putus?"ucap alva tiba - tiba membuat airin melepas pelukan dari vano



"I..ia"ucap vano gelisah



"Lo sedeng atau apa sih, mana mungkin gue pacaran sama adek kandung gue sendiri, lo gila ya"ucap alva sambil memakan cemilan buatan airin,enak



"Adik kandung?"ucap vano bingung



"Gue, sama alva saudara kandung"ucap airin mantap



"Kenapa bisa?"



"Ya bisalah. . . Waktu bokap gue meninggal dia nitipin sebuah kertas, isinya tu namanya alva, gue bingung siapa ni orang. Trus gue ketemu alva, gue tinggal dirumahnya. Gue nyaman, gue merasa aman sama dia,makannya gue betah tinggal sama dia. Bukan berarti gue naksir dia kan. Trus saat gue kecelakaan yang donorin darah kan alva, saat itu alva lagi bareng syafa. Syafa yang tau sama nama alva, udah g asing lagi. Nah dianya nyurih tes dna langsung, makannya kita tau kita ini saudaraan, dan nama dia Bian, gue Abia bokap gue Abi Raditha namanya, so lo g mesti cemburu sama alva,lucu tau"ucap airin panjang lebar membuat vano diam,sedangkan alva malah ketawa sambil melempar vano dengan makanan



"Gue Abi juga kali ai, Vano Abi Saputra"ucap vano lega



"Yaya, so sekarang kalian gimana?"ucap alva menyelidiki keduannya



"Kita balikan lah, ya kan ai"ucap alva mencolek airin, sedangkan yang dicolek hanya malu - malu kucing



"Haha, dasar remaja labil lo berdua, pergi sana gue mau tidur"ucap alva mengusir keduannya, dengan senang hati vano menarik airin keluar


__ADS_1


"Pulangnya g boleh lewat dari jam 9 ya, kalau g lo tidur didapur airin..!"teriak alva dari dalam rumah


__ADS_2