
"hoi..."panggil airin dari pintu kamar alva
"apa? Masuk gih"
"lo lagi apa?"
"nih, lagi nyusun jadwal aja, banyak pasien akhir - akhir ini"
"ada yang bisa gue bantu g?"
"hm.. ada kayaknya tunggu bentar ya"ucap alva lalu membuka lemari kerjanya dan mengeluarkan kardus
"ini apa?"
"lo buka deh"ucap alva
"permen?"
"ia, lo bungkusin deh"
"lo mau jualan permen atau apa?"
"itu buat pasien yang datang ke gue"
"oh.. gitu ya.. oya ngomong - ngomong lo g pernah cerita tentang keluarga lo. Cerita gih"
"males gue"
"bokap nyokap lo dimana sekarang?"
"gue udah bilang kan, gue males cerita"
"yaelah gitu aja marah"ucap airin lalu mulai membungkus permen satu persatu, dan suasana mulai hening
Tiba - tiba alva angkat suara
"gue g tau nyokap sama bokap gue ada dimana sekarang, gue sama kayak lo. Gue g ada keluarga. Untungnya gue diangkat sama orang buat jadi anaknya, tapi waktu gue smp mereka meninggal. Habis tu ya gue hidup sendiri aja lagi"terang alva
"lo g cari tau keberadaan orang tua lo?"tanya airin, sedangkan alva hanya geleng - geleng kepala
"yaudah, tidur gih udah malam besok sekolah kan"tanya alva, sedangkan aini hanya angguk - angguk
---------
"bi,coba tebak siapa yang datang"ucap alias
"siapa"
"gue.."
"oh, lo udah keluar dari pondokan?"
"ah, lo gitu banget sama gue ai, sambut kedatangan gue kek"
"g perlu juga kale, emang lo dari mana? Luar negeri? Atau pulang dari mekah lo harus disambut segala kedatangannya"
__ADS_1
"ya, setidaknya peluk gue kek ai, lo g kangen sama gue"
"g, gue masuk dulu ya"ucap bia lalu meninggalkan vano dan alia yang msih melongo
"sabar ya van, kalau lo emang serius dan sayang sama bia, lo harus baikin dia. Sabar, dan buktiin kalau lo itu berubah dan pantas untuk bia. Sempat gue liat lo mainin bia lagi, gue bunuh lo"ancam alia
"iaia, gue tau apa yang harus gue perbuat"
----------
"duhhh, si alva lama bangettt, gue udah lalatan disini nunggunya"ucap airin, benar saja dia sudah menunggu alva setengah jam tapi alva tak kunjung datang
Tiba - tiba airin menangkap sosok anak kecil yang berlari - lari di tepi jalan, Dan satu hentakan kuat airin mendorong anak kecil tersebut ketepi dan....
BUUURRRKKK...!
"AIRIIINNN...!"teriak alva kancang, alvapun berlari mengejar aini yang telah terkulai lemas dijalan, benar saja airin telah menyelamatkan seorang anak dari mautnya
"ai, lo harus bertahan ai.. lo denger suara gue kan? Oh tuhan jangan ambil airin gue"tangis alvapun pecah
"AIRIN?"ucap Vano kaget diikuti syafa dan alia
"lo bisa bawa mobil kan?"taya alva ke Vano
"ya"
"bawa gue kerumah sakit"ucap alva lalu mengangkat airin yang sudah bersimbah darah
----------
"tolong cepat!"bentak alva
"baik dok"ucap para perawat yang membawa airin keruangan
"berikan penanganan yang cepat, kalau sampai airin kenapa - kenapa kalian tau akibatnya"ucap alva frustasi
"bia sya,biaa"tangis alia pecah
"iya, hikshiks.. gue g kuat liat airin kayak gitu, dia g sadar al"
"kalian berdua bisa tenang g sih"teriak alva
"lo.."bentak vano balik
"apa?"
"lo kira kita g stres, g takut airin kayak gini ha? Lo kira lo aja yang cemas ha? Gue, kita juga"teriak Vano
"maaf, dok pasien kehabisan darah kita harus melakukan transfusi darah secepatnya"
"apa golongan darahnya?"ucap vano
__ADS_1
"O"ucap suster
"Oh, gue A"jawab vano lesu
"bawa saya sus, dan ambil semuannya. . ."ucap alva
"baik dok"
"oya, tunggu.. siapa diantara kalian yang tau tentang airin? Mungkin ada data yang harus diisi dan gue g tau"ucap alva menatap syafa, alia dan vano
"bawa gue"ucap syafa, dan akhirnya merekapun mengikuti suster
"kamu tolong isikan datanya airin ya"ucap alva, dengan nada yang cukup halus tentunya
"baiklah"ucap syafa
"apa anda saudaranya pasien?"
"hm.. tidak memangnya kenapa?"ucap alva
"tidak ada, hanya hasil tes membuktikan darah anda 99,99% sama tidak hanya O saja"ucap suster membuat alva kaget
"oi, nama lo siapa"teriak syafa
"Bian Alvaro Xander"ucap alva
"bian... alvaro.. ? bian? Bian ?"ucap syafa bingung
"lo kenapa? Ada yang aneh sama nama gue?"
"tunggu bentar gue lagi mikir, kalau g salah nama lo g asing lagi sama gue"
"bian.. tunggu.. nama lo Bian Alvaro Xander!?"ucap syafa setengah berteriak
"ia, kenaPa kaget lo?"
"aishh.. airin tu nyariin lo terus tau"
"maksud lo?"
"sebelum bokapnya airin meninggal dia nitipin kertas, isi kertas itu ya nama lo. Trus bokapnya teriak gini ..
kakak bia..kakak bia gitu"
"maksudnya?"
"tunggu.. apa jangan - jangan lo sama airin saudaraan??"
"g mungkin gue g mungkin saudaraan sama airin"
"lo g denger suster tadi ngomong apa ha? Darah lo sama airin 99,99% sama. Lo harus tes DNA"ucap syafa mantap
Sedangkan alva masih bingung, apa benar airin adiknya yang selama ini dia cari?
"baiklah, sus lakuakan tes DNA saya dengan airin. Kalau bisa yang akurat,, saya akan bayar semua"ucap alva
__ADS_1
"baik dok"ucap suster lalu pergi meninggalkan alva dan syafa