Akan Indah Pada Waktunya

Akan Indah Pada Waktunya
Cerita 10


__ADS_3

"dokter"ucap suster membuat lamunan alva dan syafa buyar



"bagaimana hasilnya?"



"anda bisa membacanya sendiri dok"ucap suster tersebut sambil tersenyum


Dan alangkah kagetnya alva saat membaca hasil tes DNAnya dengan airin



"Nama airin yang sebenarnya siapa?"ucap alva lirih namun terdengar oleh syafa



"Airin Alvana Abia"ucap syafa



"dia.. dia beneran adek gue sya. Adek kecil gue"ucap alva langsung memeluk syafa, alva menangis dipangkuan syafa. Ternyata kenyamanannya selama ini bukan kenyamanan yang tidak wajar. Ini sangat wajar karena airin adalah adiknya, adik kandungnya



----------



"lo dari mana aja?"ucap alia ketus



"maaf, gimana airin?"



"dia udah dipindahin kekamar rawat,tapi Cuma boleh masuk satu - satu"



"didalam ada siapa?"ucap alva



"vano"ucap alia



"bisa lo suruh keluar? Gue ada perlu dengan airin"ucap alva, sedangkan alia hanya mengangguk dan memanggil Vano,


Yaya, laki - laki itu keluar dengan mata merah, kayaknya habis nangis, sebelum masuk alva sempat berbisik ke Vano



"kalau lo mau dapetin airin lo harus berhadapan sama gue"ucap alva membuat Vano terkejut bukan main, ternyata bukan hanya dia yang mengharapkan airin tapi orang lain yang baru kenal airinpun juga



---------



"eh..."ucap alva kaget melihat airin telah membuka matanya



"baru bangun lo?"ucap alva, sedangkan airin hanya mengangguk lemas



"masih sakit?"ucap alva lagi, ya benar saja masak kecelakaan g ada sakit - sakitnya, dasar bego batin airin, namun hanya ada anggukan dari airin



"oya, itu sikutu kupret ngomong apa aja sama lo?"ucap alva



"bukan urusan lo"ucap airin pelan namun terdengan oleh alva



"ini urusan gue sekarang"ucapnya



"tanya aja sama dia langsung"ucap airin akhirnya

__ADS_1



"yaudah ntar gue tanyain sama dia"ucap alva menyerah


Kemudian keheningan menyelimuti alva dan airin



"ai.."



"hm.."



"gue boleh nanya sesuatu?"



"lo-kenal-Bian-Alvaro-Xander?"ucap alva terputus - putus, takut airin marah



"dari mana lo tau bian? Oh ya.. lo pasti ngacak - ngacak tas gue kan?"



"ya, dan gue penasaran siapa Bian Alvaro Xander itu?"



"hm.. gue g tau"ucap airin datar



"lo g mau ketemu sama tu orang?"ucap alva to the point



"maU gue cari kemana? Lagian bokap gue Cuma ngasih ni kertas dan g bilang apa - apa"ucap airin mencoba mengingat kejadian ketika orangtuannya meninggal



"lo berharap dia itu siapa?"ucap alva to the point




"lo sanggup duduk g?"ucap alva, airin hanya mengangguk kemudian alva membantunya duduk



"nih, baca"ucap alva



"ini apa?"ucap airin bingung



"itu tes darah dan DNA lo"



"gue g sakit apa - apakan?"ucap airin lebay



"g, dan baca aja . okay"airin hanya mengangguk - angguk dan kemudian membuka amplop coklat dari rumah sakit yang diberikan alva, dan alangkah terkejutnya airin, saat ini nama Bian Alvaro Xander tertera disana dan membuktikan bahwa darah dan DNA mereka 99,99% sama.



"ini.. lo?"ucap aini terbata - bata



"itu hasil tes DNA dan darah lo sama Bian, lo dan bian memang saudaraan"



"bi..biaaan?"suara aini mulai bergetar, apakah saat ini dia sudah memutuskan untuk menangis atau tetap menahan dirinya, diingat dia tak pernah menangis



"ya, bian"ucap alva pelan


__ADS_1


"dia dia dimana?"ucap aini menguatkan suaranya



"apa yang bakal lo lakuin kalau lo ketemu sama bian?"ucap alva sendu, dia benar - benar tak sabar untuk memeluk adik kecilnya ini



"gue serius, dimana bian!"ucap airin lantang



"jawab pertanyaan gue dulu"



"gue..gue.. gue bakal meluk dia, gue..gue g kuat sendirian kayak gini alva, gue g mau hidup sendirian"ucap airin terbata - bata, tahan airin kamu g boleh nangis



Kemudian alva merentangkan tangannya, membuat airin bingung



"kenapa bengong? Ayo peluk"ucap alva sambil tersenyum tulus namun airin masih bingung, dengan gemas alva menarik airin kedalam pelukannya



"alva..lo-"



"stt... nama gue bukan alva lagi nama gue Bian, Bian Alvaro Xander"ucapnya sambil terkekeh



"g lucu, lo bohong"ucap airin kesal,



oh.. jangan - jangan anak ini tidak percaya Alvapun melongarkan pelukannya dan menatap airin lekat - lekat



"mana mungkin gue bisa bohong sama adek gue sendiri airin, apa lo g ngerasa nyaman ada didekat gue selama ini? Ralat gue perbaiki nyaman dalam artian kata lo aman aja dekat gue. Dan asal lo tau, gue ngerasa gue punya tanggung jawab atas lo, saat gue pertama kali ketemu sama lo Gue udah ngerasa gue dekat sama lo. Dan tanpa lo sadari lo juga dekat sama gue, lo lebih terbuka dan lo mau - maunya tinggal sama gue, karena lo percaya sama gue kan? Atau.. ah iya gue lupa lo bisa liat id gue"ucap alva melihatkan idnya, dan benar saja nama alva yang sebenarnya adalah Bian Alvaro Xander



"dasar bego kenapa gue dari dulu g pernah nanya nama panjangnya alva"gumam airin



"gue..."ucap airin kelu



"gue sayang lo, adik kecil"ucap alva kembali memeluk airin



"makasih - kak - bi"ucap airin ragu



"gpp terserah lo mau manggiL gue apa, selagi lo nyaman dan aman. Okay yaudah lo istirahat gih, ada yang perlu gue urus"ucap alva



"1 peluk lagi"ucap airin



"okekeok, keluar nih manjanya ceritannya ni"goda alva



"kak bi..."teriak airin



"okoko"ucap alva memeluk adik kecilnya lembut, Ini benar bear suatu keajaiban. .



"istirahat gih. Gue mau ngomong sama Vano"



"vano??"

__ADS_1



"ya, dia nungguin lo. Gue kira lo ngomong tadi sama dia. Dasar bocah cuma bisa bohong"ucap alva lalu meninggalkan airin yang masih bingun, namun tak difikirkannya, yang jelas sekarang dia telah bertemu dengan kakaknya, kakak kandungnya Bian Alvaro Xander


__ADS_2