Akan Indah Pada Waktunya

Akan Indah Pada Waktunya
Cerita 6


__ADS_3

"hoaaa..."teriak airin kagum



"lo yang masak"tambahnya, sedangkan yang ditanya hanya menganggukan kepala



"gue coba ya...?"ucapnya lagi, dan alva hanya mengangguk



"hm... nyam..hmm..nyamnyam"gumam airin



"lo kenapa sih, ham him hum aja"tanya alva



"wortel lo terlalu besar potongannya, kalau mau ditambah daging enaknya dagingnya digoreng dulu, cabe lo kurang. G pedas, gue suka yang pedas lo"terang aini



"cih.. tau apa lo sama makanan, bisa masak lo emangnya?"



"bisalah, apa sih yang g bisa gue lakuin? Masak? Nyuci baju? Nyuci piring? Rawat anak kecil? Ngurus pekerjaan rumah? Apalagi berkelahi. Bisa gue mah"ucap aini bangga



"belajar lo disekolah gimana?"



"gue lima besar, gue sekolah dapat beasiswa"ucapnya lAgi sambil mengunyah makanan



"trus apa yang g lo bisa?"ucap alva, sedangkan yang ditannya hanya diam



"woi...ditanya malah diam. Apa yang g bisa lo lakuin?"



"entahlah, gue berangkat dulu"ucAp airin lalu meninggalkan alva



"gue antar"



"buruan"



"ya.. elah..."ucap alva sabar



--------



"lo sekolah di sekolah elit ya? Waah.. berarti lo anak orang kaya donk?"tanya alva



"hm.."



"lo tinggal dimana? Lo g pulang? G kangen kamar lo yang besar?"tanyannya lagi



"hm.."



"lo kenapa sih?"



"lo dokter ya?"tanya airin akhirnya


__ADS_1


"ia, gue dokter anak, kenapa?"



"gimana caranya jadi dokter?"



"ya lo mesti dan kudu belajar rajin - rajin lah"



"umur lo berapa?"



"21 kenapa?"



"cepat kali lo jadi dokter"



"gue smp, sma sama kuliah Cuma dua tahun"ucap alva enteng



"wah hebat lo, gue msih 17 tahun"



"g nanya"



"yaudah, gue turun dulu ya.. bye makasih ya"



"pulang jam berapa lo?"teriak alva dari dalam mobil



"tigaaaa"ucap airin sambil mengankat jarinya sebanyak 3




"gue tunggu lo"teriak airin balik



----------



"bi kayaknya itu vano deh, samperin gih"ucap syafa sambil berbisik



"biar aja dia yang samperin gue, emangnya gue ada urusan apalagi sama dia"terang bia



"bukannya lo pa.."ucapan alia terhenti



"gue udah putus beberapa hari yang lalu"ucap bia membuat kedua sahabatnya terdiam



"ai.."ucap Vano akhirnya



"apa?"jawab airin ketus



"kita bisa ngomong?"



"inikan udah ngomong, apalagi emangnya?"



"berdua aja maksud gue"

__ADS_1



"oh.. yaudah pulang sekolah aja"



----------



"lo tadi kesekolah bareng siapa?"selidik Vano



"bukan siapa -siapa dan bukan urusan lo"



"ai.. lo.."geram Vano



"apa? Lo mau nampar gue lagi? Silahkan"ucap aini mengahadapkan pipinya keVano dan siap - sia untuk ditampar



"dia cowok lo ha?"tanya Vano marah



"dia bukan siapa - siapa gue ngerti"ucap airin ikutan marah



"tinggal dimana lo sekarang? Apa jangan - jangan lo tinggal sama tu cowok?"



"ia masalah buat lo ha?"serang aini



PLAK.,,,!



"cih.."satu tamparan mendarat diwajah airin



"cewek macam apa lo ha? Tidur dirumah laki - laki yang g lo kenal dasar cewek ****"



PLAK...!



"jaga mulut lo Vano! Gue bukan cewek yang begituan. Gue g sama kayak cewek mainan lo itu, ngerti! Dan dimanapun gue tinggal atau tidur bukan urusan lo. Dan kalau lo mau ngomong ini aja sama gue, mendingan gue pulang" bentak airin akhirnya



"argghh..."geram Vano



"dasar tangan sialan"ucap Vano memukul tangannya ke tembok



--------



"yaelah main masuk aja lo, ngadap sini woi. Dari mana aja lo. Katanya pulang jam 3, gue udah nunggu lo setengah jam. Udah keringatan gue disini, apalagi gue digangguin anak - anak disini. Ih.. masih sekolah udah berani ganggu orang, tau banget mereka kalau gue ini ganteng, keren kan ai?"ucap alva bangga dan panjang lebar tentunya



"kita pulang, badan gue g enak"ucap bia akhirnya dengan keadaan masih membelakangi alva



"yudah, isirahat aja lo sana, kalau tidur ntar gue bangunin"



"gue g tidur"



"yaudah terselah lo deh.. aneh"ucap alva bingung

__ADS_1


__ADS_2