
Vano's Pov
"Argh.. cewek sialan lo bikin gue susah aja"ucap gue sambil melirik kekanan kekiri mencari keberadaan pacar gue, Airin
"cih, dasar.. kaburnya slalu kesini"
PLAK..!
Satu tamparan dari gue mendarat dipipi Airin, cih.. dasar tangan g bisa nahan apa
"kemana aja lo ha?"ucap gue marah
"bukan urusan lo"ucapnya sinis dan makin buat gue marah
"urusan gue karena lo pa.."jawaban gue tertahan karena keburu disambung sama airin
"bukan, lo udah jadi mantan gue"sambungnya lalu berdiri, dengan secepat kilat gue balikin badannya dan gue nampar dia untuk kedua kalinya. Gue lihat airin kesakitan
"mau lo apa si van?"ucapnya pelan, kayaknya nih cewek mau nangis
"mau gue? Lo mau tau mau gue ha?"ucap gue dengan nada tinggi
"ia, lo mau apa ha? G cukup lo nampar gue 2x? Lo mau nambah? Ha?"
PLAK..!
Satu tamparan lagi mendarat dipipinya, kali ini ada darah.. Bibirnya gue bikin robek lagi. . .
"udah cukup van?"ucapnya sambil menyeka darah yang ada dimulutnya
"argh... lo.. lo itu selalu aja bantah gue. Lo g pernah dengerin gue. Gue nyarin lo seharian ai, seharian"ucap gue frustasi
"sebenarnya lo anggap gue apa van? Lo slalu kasar, main fisik sama gue. Apa lagi kata - kata yang keluar dari mulut lo bikin gue sakit van, salah gue sama lo apa van?"ucapnya parau, bentar lagi dia pasti nangis
"lo g bisa jawab kan?"ucapnya tertawa sinis
"lo.. lo pacar gue"ucap gue cepat
"kalau lo punya pacar lo g bakal ciuman sama cewek lain van, lo harus jaga dia g nyakitin dia fisik maupun mental. Gue capek van, gue capek liat lo kayak gini"ucap airin, dan dia ninggalin gue
Baru beberapa langkah dia berjalan, dia berhenti dan ngeluarin sesuatu dari sakunya, hmm. Hp
Gue perhatiin tu cewek, tubuhnya mulai bergetar dan dalam hitungan detik dia terkulai lemas ditanah. Gue yang liat dia jatuh langsung ngejar dia
"ai.. ai lo kenapa?"ucap gue khawatir, gue benar - benar khawatir g bohong, g akting
"peduli apa lo sama gue ha?"ucap airin datar
"lo.."geram gue
"apa? Lo mau bunuh gue? Silahkan. Gue g ada gunanya hidup lagi, bokap gue meninggal. Bokap gue meninggal van. Meninggal, dia ninggalin gue.. ahaha.. hidup gue kacau banget ya"ucap airin masih tertawa, gue kaget, bokap airin meninggal.
gue yakin dia nahan ini semua, tanpa aba - aba gue langsung meluk dia, tubuhnya tegang dan kaku, apa segitunya sentuhan gue buat lo ai
Dengan paksa dia lepasin pelukan gue dengan kasar
"gue g ada waktu buat mesra - mesra gue mau ngurus pemakaman bokap gue"ucapnya lalu ninggalin gue, dengan cepat gue raih tangannya
__ADS_1
"lo ikut gue, gue antar"ucap gue langsung dan dia hanya diam
----------
"bi, lo yang tabah dan sabar ya"
"gue bukan cewek lemah sya, lo tau itu dan gue g suka dikasihani"ucap gue datar
"tapi bi..."
"udah lah sya, ini semua udah takdir dari yang diatas. Lagian bokap gue udah tua"jawab gue pasrah
"lo diantar Vano ya?"
"hm.."
"wajah lo ko--"
"seperti biasa sya, gue gpp.. Luka kayak gini belum seberapa"
"huft, gue Cuma bisa bilang lo harus sabar ya bi" ucap syafa pasrah dan gue hanya bisa ngangguk g jelas
"bi..bi...biaaaa" teriak alia sambil berlari kearah gue
"ini..."ucapnya sambil memberikan secarik kertas
"ini apa?"ucap gue heran
"ini, bokap lo sempat nulis ini sebelum dia meninggal"guepun langsung membuka kertas
"bian siapa bi?"
"g tau gue, ini maksudnya apa al?"
"gue juga g tau bi, tapi yang ngasih ni kertas katanya sebelum bokap lo meninggal dia sebut kakak bia, kakak bia gitu"
"maksud lo apaan sih al, jangan bikin bia bingung deh"ucap syafa
"ya gue mana tau, itu yang dibilang orangnya"
"Bian, hm.. bian alvaro xander"gumam airin
----------
"bi, kita turut berduka cita ya"
"oh, ya ya.."
"lo gpp bi langsung masuk sekolah aja"
"trus gue harus gimana? Ngadain pengajian? Apa g cukup gue aja?"ucap gue sedikit sinis
"bukan gitu.. tapi lo g ngasih kabar keluarga lo?"
"gue g punya keluarga"ucap gue ketus, tapi beneran lo gue g punya keluarga dan bentar lagi mungkin gue bakal diusir dari rumah karena g bisa bayar kontrakan. Miris banget hidup gue
__ADS_1
"ai.."oh tidak suara dia lagi
"hmm.."
"mau kemana?"
"kemana aja asalkan gue tenang"
"yuk, ikut gue" Haa? G salah denger gue? dia ajak gue? Dan g bentak gue lagi?
"kemana?"ucap gue datar
"ketempat yang bikin lo tenang" guepun dengan pasrahnya ngikutin dia, aish.. guekan masih marah sama dia. Tapi seriusan gue g bisa marah lama - lama sama ni cowok
----------
"ngapain lo bawa gue ketempat yang beginian lagi? Lo masih ingat tempat ini ya? Sampai - sampai bawa gue ke tempat ini"tanya gue ke vano
"hm.."
"lo kenapa sih, prasaan yang lagi berduka dan nenangin diri gue bukal lo van"
"suka - suka gue"jawab vano enteng
"cih" seperti biasa gue dan vano duduk dibawah pohon ini, ntah pohon apa namanya yang jelas rindang banget dan sejuk tentunya. Dulu kita jadian disini, selalu kesini kalau lagi g sekolah. Ketawa bareng, kejar - kejar bareng so sweet banget pokoknya, tapi itu dulu. DULU
"lo baik - baik aja kan ai?" ucap vano pelan
"seperti yang lo liat, lo kenal gue 2 tahun, apa gue terlihat g baik sekarang?"
Yayay, gue sama Vano udah 2 tahun pacaran, kita jadian saat hari pertama belajar, itupun karena awalnya kita diketawain karena punya nama yang sama, gue ABIA dia ABI doank. Mulai dari sana gue jadi dekat sama Vano dan akhirnya jadian, tapi beberapa bulan yang lalu ntah apa yang terjadi sama Vano dia berubah, dia jadi kasar dan suka mainin cewek. Setiap gue tanya dia kenapa kok berubah gue slalu dikasari dan dibentak - bentak. Gue udah beberapa kali mintak putus sama dia, tapi dia g mau malah nahan gue. Dan sebenarnya gue juga g mau jauh dari dia apalagi kehilangan dia, karna sekarang yang gue punya cuma dia.
Tapi fisik sama mental gue udah g kuat lagi ngeliat dia kayak gini sama gue, tiap hari sahabat - sahabat gue, teman - teman gue ngeliat Vano main sama cewek lain, sering mabuk, pokoknya bukan Vano yang dulu, yang pertama kali gue kenal.
"gue rasa lo g baik - baik aja ai"
"hm.."
"lo kenapa g nangis waktu bokap lo meninggal?"
"apa harus gue nangis? Teriak-teriak g jelas? Bokap gue juga g bakal balik Van"
"lo kapan nangisnya sih?"
"lo mau liat gue nangis?"
"hm.."
"gue g bisa, gue udah janji sama nyokap gue buat g nangis lagi. Apalagi nangisiN sesuatu yang g penting. Gue harus kuat"
"ai, apa kita benar - benar putus?"
"ya.."
"lo g sayang gue lagi?"
"g van" dasar airin bodoh kenapa lo bohong noh liat Vano lagi diam kan. Liat matanya ai, dia nyesel banget kayaknya
__ADS_1