
"ai, lo bisa dengerin gue ngomong dulu g sih"ucap vano sambil menarik - narik tangan airin
"ada apa lagi vano"
"sampai kapan lo bakal tinggal dirumah tu cowok"
"alva"
"ya maksud gue dia, samapi kapan?"
"gue g tau"
"lo tinggal dirumah gue aja ya ai"
"g, gue g mau"ucap airin lalu meninggalkan vano
"AIRIN..!"teriak vano keras, namun airin tak menhiraukannya
"GUE SAYANG SAMA LO...."ucapnya lantang, dasar bego lo g tau kita lagi disekolah sekarang, aish tu anak bikin malu aja
----------
"bi, lo kenapa giniin vano sih"ucap syafa prihatin
"ia, lo mau balas dendam ya bi sama dia?"ucap alia
"bisa dibilang gitu"
"lo jahat banget sih, gue yakin vano berubah kemaren karena dia ada masalah, dan sekarang diakan udah jera ai"
"ia, apalagi lo bareng kakak lo terus, pake akting segala kalau dia pacar lo"
"bukan gue yang akting kali, tapi noh si alva"ucap bia
"lo masih sayang sama vano ai?"
"menurut lo?"ucap bia tersenyum jahil
"mana gue tau, gue kan bukan dukun"
"haha, ya masihlah gue sayang banget tau sama dia, tapi biar dulu dia kayak gini"
"tapi jangan kelamaan ai, kesabar orang itukan ada batasnya"
"yaya, gue tau itu, kita lihat aja sampai mana vano bisa bertahan"ucap bia tersenyum menang
---------
"senang banget kayaknya dek"ucap alva samibil mengacak - ngacak rambut adikknya
"ish, apaan sih ganti baju dulu sana, bauk tau"
"masa?"ucap alva sambil mengangkat tangannya
"g bau kan?"ucapnya lagi sambil mengarahka keteknya ke airin
"ih, bauk tau kak buruan mandi gih, habis itu kita kesupermarket isi kulkas pada habis"ucap airin
"kayak mak - mak lo dek, yaudah gue mandi dulu, lanjut sana"ucap alva meninggalkan adiknya
----------
"ai, lo g boleh banyak makan makanan yang kayak gini, bahan penyedapnya banyak"ucap alva sambil mengeluarkan isi troli yang dipenuhi oleh makanan ringan
"g kak, bentar lagi gue mau ujian naik kelas, gue pasti bakalan stres jadi butuh ngemil"
__ADS_1
"iaa, gue tau tapi ngemilnya diganti pake susu, roti, sama buah aja"ucap alva bijak
"cih.. mentang - mentang dokter gue dinasehatin kayak pasien"
"airin.."geram alva
"yayay, setidaknya gue boleh ambil coklat kan?"ucap airin memohon dan dihadiahi anggukan oleh alva
"ai..."suara itu
"Vano?"ucap airin kaget
"ngapain lo berduaan sama dia?"ucap vano menunjuk alva
"bukan urusan lo van"ucap airin menarik alva menuju kasir
"lo aman dek?"
"gue aman mah sampai dirumah ntar"ucap airin pelan
"huaaaaa....gue g tega kayak gini terus sama Vano kak, gue sayang diaa... gue kangen sama Vano"
"yaudah, balikan sana"
"balikan?"ucap airin kaget, tangisnya terhenti
"ia, balikan. Katanya sayang"
"lo ngizinin gue pacaran sama Vano"
"ia"
"sama playboy kak?"
"hue, makasih ya kak"ucap airin menghambur kepelukan alva
"berat tau ai, lo makan apaan sih, subur banget badan lo"
"weee, gue kan dikasih asupan gizi sama dokter ya sehat gini lah badan gue"ucap airin sambil cengengesan
----------
"saya tidak mau tau, pokoknya gadis itu harus kalian amankan"
"tapi bu, dia selalu bersama teman - temannya"
"cih, dasar kalian tidak berguna, apa perlu saya tarik kalian kepenjara sekarang juga?"
"ti..tidak bu, ba .. baiklah akan kami coba"
"bagus, dan buat dia menderita"
Klik
"ai, lo bareng kita pulangnya atau bareng kakak lo?"
"gue mah disuruh nunggu"ucap airin pasarah
"ye, g boleh gitu sama kakak sendiri, lo tau kan dia g mau liat lo kenapa - kenapa lagi"
"iaia, gue tau, yaudah kalian pulang sana"ucap bia mengusir kedua sahabatnya
"hati - hati ya bi"
__ADS_1
"gue mah selalu hati - hati"ucap bia bangga
Namun, baru beberapa menit setelah kepergian kedua sahabatnya, tiba - tiba airin susah bernafas, mulutnya ditutup dengan sapu tangan dan semuannya gelap
Perlahan airin membuka matanya, benar saja kepalanya sungguh berat
"cih. Jadi ini dia perempuan yang beruntung itu"
"lo siapa?"ucap airin pelan, suaranya terdengar serak
"gue? Gue siapa? Apa peduli lo?"ucap perempuan itu lagi
"lo siapa ha? Ada urusan apa sama gue?"ucap airin lantang, sekarang suaranya mulai keluar
"gue g suka liat lo, lo terlalu beruntung airin"
"lo tau nama gue?"
"cuih.."perempuan itu meludah didepan airin
"siapa lo ha? Ada urusan apa lo sama gue?"
"g banyak sih urusan gue sama lo, gue Cuma nunggu seseorang aja buat datang kesini"ucap perempuan itu lagi
"lepasin g tangan gue"ucap airin sambil menggoyakan badannya
"eits.. tunggu dulu gue ada hadian buat lo"ucap perempuan itu lalu menjentikan jarinya
Mata airin langsung melebar,dia sungguh tak percaya dengan yang dia lihat saat ini
"KAK BIAAAN..."teriak airin keras
"Lo, dasar iblis lo. Lo apain kakak gue ha? Arrghh.. gue pengen bunuh lo sekarang, lepasin gue..!"geram airin, tak sabar rasannya dia ingin membunuh perempuan dihadapannya sekarang, perempuan yang membuat kakanya bergelimangan darah dan memar dimana - mana
"ai..."lirih bian
"kak bian, sadar kak sadar kita harus keluar dari sini"
"dasar cewek g berguna, lo kira lo bisa keluar dari sini?"ucapnya sambil menarik rambut airin
"Arghhh.."ringis airin
"jangan ganggu adik gue"teriak alva dengan sekuat tenagannya
"wow, kayaknya kita disini bakal nonton drama gratis deh"ucap perempuan itu sambil bertepuk tangan dan keluarlah 3 orang bertubuh besar
"lo..lo mau apa ha?"teriak airin
"hm.. mau apa ya? Kasih tau g ya?"ucap perempuan itu dengan centilnya
"cuih.. jijik gue"ucap airin meludah, dan mengenai perempuan itu
PLAKK...
"AIRIN..."teriak alva
"dasar cewek g berguna lo, kalian bertiga silahkan bersenang - sengang gue udah bosan liat ni cewek"ucap perempuan itu lagi sambil tersenyum sinis
"kalian.. kalian mau apa ha?"ucap airin mulai takut
"mari kita bersenang - senang gadis cantik"ucap salah satu dari mereka
"jangan sentuh adik gue"ucap alva bangun dari lantai namun ditahan oleh anak buah perempuan iblis tadi
"kak bi, tolongin airin kak"ucap arini parau
"airin... bertahan dek"ucap alva lirih, dia begitu merasa tak berguna karena tak bisa membantu adiknya
__ADS_1
Satu persatu kain yang melekat ditubuh airin dilepas paksa, hanya tinggal pakaian dalamnya saja. Benar saja sekarang tubuh airin telah terekspos keseluruh anak buah wanita iblis ini