
halo teman teman, apa kabaaar?
selamat membaca novel karya ku ya.
ku pikir permasalahan ini sudah cukup , dan sudah selesai sampai disini saja. nyatanya aku salah. setelah beberapa hari berlalu, saat di sekolah ayi bilang akan mengantarku pulang, karena pas sekali hari ini aku tidak bawa motor, pagi tadi aku numpang dengan Tika. Ya sudah aku akan pulang dengan ayi nanti.
"nanti pulang aku anterin ya" ucap ayi padaku
"Sama tika aja deh yi" jawabku lagi
"pokoknya aku anterin ya. okey" ucap ayi kemudian pergi meninggalkan Erika
jam sudah menunjukan waktu pulang, kemudian aku pergi menemui ayi di parkiran sekolah,
"ayo, jadi kan anter aku pulang?" kata ku pada ayi
"jadi dong, cepat naik" ucap ayi.
saat di jalan, tiba tiba ayi berbelok ke jalan yg bukan menuju rumah. dia memberhentikan ku di rumah temannya.
"kita mau ngapain kesini?" tanya ku heran.
"singgah dulu, main sebentar" jawabnya simpel.
"ooh, yasudah" jawabku.
__ADS_1
ayi dan Mela kemudian masuk, ternyata rumah ini hanya ditempati sendiri oleh teman ayi, Deka namanya. wajar rumah ini jadi tempat ngumpulnya Anak Anak muda ini.
tibatiba ayi menarik tangan ku ke kamar, Aku terkejut dengan kelakuannya.
"Kenapa kmu bawa aku kesini?" tanya ku heran.
"Aku mau bukti kalau kamu masih perawan!" tatap nya tajam mengerikan.
"Aku memang masih perawan, aku ga pernah berhubungan sama orang lain!" jawabku kesal dengan tingkahnya. Aku kira dia sudah percaya dengan ucapan ku minggu lalu.
"Aku tidak percaya sampai aku membuktikan sendiri" ucapnya mulai mendekatiku,
"Aku gak mau!" tolakku lagi.
"brarti memang kamu sudah tidak suci kan!" ucap nya lagi untuk memancing emosiku, sedangkan aku yg bodoh ini masih tidak berfikir panjang tentang resiko nya.
sejujurnya aku takut, tapi aku juga takut kehilangan ayi, dan tidak terima jika di katakan tidak suci lagi. padahal setelah hal ini, aku menjadi tidak suci yg sebenarnya.
ayi mendekatiku, kemudian mulai me****t bibirku, aku yg masih kikuk sungguh tidak mengerti harus seperti apa. Aku hanya mengikuti apa yg Ayi buat saja.
setelah itu ayi mulai meraba bagian tubuh ku yg lain. Entah apa yg ku rasakan saat itu, tubuh ku seperti panas, ada yg bergejolak dalam tubuhku, dibarengi nafas yg memburu tibatiba saja ******* keluar dari bibirku
ayi masih saja bergelut dengan kegiatannya, sedang aku sudah seperti tidak bisa menahan diri lagi. baju dan rok sudah terlepas, "sedikit sakit, tahan ya" ucap nya lembut.
Aku hanya diam sambil menahan rasa sakit, apalagi sangat sulit memasukkannya. "aah" teriak ku, kemudian ayi terdiam sambil ******* bibirku. saat aku mulai tenang ayi mulai menggerakan perlahan miliknya, dan benar saja, aku memang masih perawan. darah terlihat di kasur. dan ayi berhasil merenggut kesucianku. tapi bukan merenggut, karena aku sendiri pun dengan bodoh mengizinkan nya.
__ADS_1
setelah selesai dengan kegiatan berdosa itu., aku terdiam dibalik selimut, entah apa yg ku rasakan saat ini, aku merasa bodoh, tapi aku juga merasa sudah membuktikan perasaan sayang ku pada ayi.
"berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku, aku sudah melepaskan kesucian ku untukmu" ucap ku sendu sambil menatap matanya. kemudian Ayi berdiam diri sambil memeluk ku dengan erat dan nyaman.
"Iya aku berjanji" ucap ayi lagi. entah penuh ketulusan, atau malah penuh nafsu semata. hari sudah semakin sore, ayi kemudian mengantar ku pulang.
saat di perjalanan kami hanya saling berdiam diri. Aku dengan pikiranku, dan ayi dengan pikirannya.
"Arli gak singgah nak?" tanya mama di depan rumah.
"langsung pulang bu, sudah sore juga, maaf tdi lama soalnya singgah kerumah temen bu" ucap ayi pada mama.
"Iya tidak papa, yg penting sudah pulang, terimakasih ya sudah di antar kan pulang Mela nya" ucap mama.
kemudian ayi pulang, mama cukup paham dengan cinta monyet anak seuisaku, tapi mama tetap tidak menganggap ayi kekasih ku. di mata mama ayi hanya lah teman akrabku. Ya begitulah mama, selalu berpikir positif kepada siapapun.
saat mandi, aku merasakan sakit luar biasa pada inti kepemilikan ku, perih sekali rasanya. setelah mandi, aku langsung masuk ke kamar, dan merebahkan tubuhku. rasanya aku malas untuk makan malam. sambil terbaring aku memikirkan kejadian tadi.
"Aku ini bodoh sekali, bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu, yg ku lakukan tdi sudah sangat salah. maa, maafin Mela sudah berbuat salah. maafin Mela gak bisa jaga diri baik baik" ucap ku lirih dalam kesendirian.
.
.
haiii semuanya. terima kasih sudah membaca novelku.
__ADS_1
terus dukung aku yaa. terima kasih semuanya..
❤❤❤❤❤❤❤❤