Aku Anak Haram

Aku Anak Haram
episode 2


__ADS_3

haaiiiii teman teman, selamat membaca karya ku ya


.


selesai makan siang dengan tenang. "ma, tadi Mela ada banyak teman, ada yg nangis juga ma" ucap ku pada mama.


"nangis kenapa?" tanya mama ,


"iya tidak mau ditinggal dengan mama nya" ucap ku.


"lalu Mela menangis tidak?" tanya mama.


"enggak dong ma, kan Mela anak pintar, jadi ga nangis waktu mama tinggal" jawab ku bangga.


singkat cerita Mela termasuk murid berprestasi, tiap semester mendapat rangking 1. tapi pada semester 2 kelas 2 Sekolah Dasar, Mela mendapat rangking 3.


tentu ada sebab nya. Mela tenyata mempunyai penyakit sesak nafas sejak kecil, pada masa itu dia jarang berangkat ke sekolah karena sering tibatiba sakit.


jadi mama memutuskan untuk menemui pihak sekolah, pagi itu mama berangkat bersama ku, sekalian untuk menjelaskan perihal diriku.


"permisi bu," ucap mama sambil mengetuk pintu.


"oh mama nya Mela, silahkan masuk bu" jawab staff sekolah sambil mempersilahkan ibu masuk.


"begini bu, tujuan saya dtg kesini, saya ingin minta izin kepada pihak sekolah supaya anak saya Mela tidak diberikan kegiatan di luar kelas saat mata pelajaran olahraga, karena Mela mempunyai penyakit asma, yg setiap kali kelelahan, pasti akan kambuh. jadi saya harap pihak sekolah bisa memberikan toleransi untuk Mela bu" pinta ibu pada guru sekolah ku


"oh begitu, baiklah bu, untuk itu berarti setiap mata pelajaran olahraga, Mela akan mengerjakan tugas di ruang kelas saja ya, demi kesehatan nya, dan juga absensi kehadirannya ya bu" jawab bu guru.


"iya bu, terima kasih sekali ya bu, sudah mau memberikan kemudahan untuk anak saya, kalau begitu saya permisi ya bu" ucap mama sambil beranjak meninggalkan ruangan staff sekolah.


mulai hari itu aku tidak pernah ikut kegiatan olahraga diluar kelas, mama dan bapak juga selalu berjuang mencari obat agar aku bisa sembuh.


dan alhamdulillah, suatu hari saat asma ku kambuh, ada seseorang yg memberitahu untuk minum susu kambing, kambing jawa yg asli baru di peras. ternyata memang bisa sembuh. aku bisa beraktifitas seperti teman teman lainnya.


2006.


abang tertua ku menikah, ya dia menikah dengan gadis kampung sebelah, saat itu aku sedih, karena abg ku sudah menikah, aku tidak memiliki teman lagi, dirumah kami hanya tinggal berempat.

__ADS_1


karena kakak pertama dan kedua sudah menikah, dan pergi merantau dengan suaminya. sedang abang anak ke empat, dia sekolah ikut bersama kakak pertama kami.


jadi setelah abg tertua ku menikah, aku tinggal sendiri dirumah dengan mama dan bapak. ya kurang asyik. karena yg ku ingat tiada hari tanpa berkelahi antara aku dengan abg tertua. usia ku dengan abg tertua berbeda 16 tahun.


berdasarkan album foto foto lama yg ku lihat. mereka sangat menyayangiku. abg tertua terutama. meskipun menyebalkan, tapi dia selalu menjadi benteng pelindungku.


2011, tahun ini aku lulus sekolah dasar, mama menyarankan aku sekolah di madrasah tsanawiyah bersama saudara ku, karena mama khawatir jika aku melanjutkan di sekolah lain, tidak ada yg mengawasi di sekolah nanti. khawatir jika aku kenapa napa pastinya.


dan siapa yg sangka di tahun ini juga, awal mula permasalahan hidup kami muncul. malam itu abg tertua dan istri nya datang kerumah,


"ma, aku mau pinjam sertifikat tanah untuk agunan bank, bisa?" ucap abg tertua ku malam itu.


"untuk apa?" heran mama ku.


"aku mau ambil pinjaman bank ma, untuk beli kebun" jawab abg tertua ku.


"emang mau pinjam uang berapa?" mama mulai mewawancarai abg tertua.


"50 juta ma" ucap abg tertua ku.


"mama tenang aja, nanti aku yg bayar cicilan nya ke bank ma" jawab abg meyakinkan.


"Di dekat rumah sana ma" jawab nya lagi


setelah berfikir cukup lama, mama mengijinkan dengan syarat abg tertua yg akan membayar angsuran perbulannya.


beberapa hari ini mama dan bapak sibuk mengurus proses berkasberkas. lusa, dana pinjaman sudah bisa di ambil. jadi lusa abg dan bapak akan pergi ke bank lagi untuk mengambil dana pinjaman nya.


setelah dana pinjaman sudah di ambil, abg tertua langsung menemui pemilik lahan kebun, dan pembelian lahan segera di proses. bapak juga ikut melihat lahan kebun yg di beli abg tertua.


"kenapa dia beli lahan gak konfirmasi dulu sama kita beli nya dimana?" ucap bapak setelah sampai dirumah.


"kenapa emang nya pak?" tanya mama heran


"lahan itu dari dulu ga bisa di tanami itu, tandus" ucap bapak yg sedikit kesal bercampur marah


"loh emang dia beli lahan dimana? kok tanahnya tandus?" tanya mama lagi

__ADS_1


"lahan di ujung sana ma, bekas milik pak anto dulu" ucap bapak


"loh dia beli di situ, katanya dekat rumah" jawab mama yg terkejut


"ya itu lah anakmu kelakuannya" jawab bapak lagi.


sudah masuk jadwal pembayaran bulan pertama, tibatiba abg tertua dtg dan menjelaskan tidak mampu membayar dengan berbagai macam alasannya. sedangkan mama juga masih ada angsuran motor yg masih beberapa bulan lagi.


"ma, aku belum ada uang untuk bayar angsuran bank" ucap abg tertua


"jadi gimana? katanya kamu yg mau bayar!" ucap mama tegas


"Iya ma, tapi emg ga ada uang nya ma" jawab nya memelas.


"ma, mama yg bayar pinjaman nya ya, nanti aku yg bayar sisa kredit motor nya ma" ucap nya lagi


mama bukan lah org yg bisa tega dgn anak nya. jadi mama menyetujui nya. meskipun ini sangat berat untuk mama dan bapak, tapi bagaimana lagi? demi anak apapun dilakukan.


beberapa hari kemudian abg tertua datang lagi kerumah


"ma, pinjam 700rb, untuk bayar kredit motor ma. aku bener bener belum ada uang ma" ucap nya santai tanpa memikirkan beban mama nya sendiri


"kamu gila ya? Aku sudah bayar pinjaman bank sebanyak itu, kamu tinggal bayar motor yg 700rb saja ga kamu bayar juga?" ucap mama yg tibatiba saja langsung marah mendengarnya.


" tapi kalau gak di bayar nanti kena denda ma" bujuk nya lagi.


"kalau bulan depan masih seperti ini juga, jual aja salah satu stunya untuk bayar hutang" ucap mama kesal dan dengan berat hati mama memberi kan uang yg di minta abg tertua


memasuki bulan kedua pun sama, abg beralasan ini dan itu saat memasuki jadwal pembayaran. sungguh aku yg mendengarkan setiap percakapan mereka sangat kesal kepada abg tertua. karena aku dirumah selalu tau keluh kesah dan perjuangan bapak dan mama yg setiap hari di kebun demi anakanak nya.


kami mempunyai kursi santai di bawah pohon yg berada di belakang rumah. memang nyaman untuk duduk duduk santai saat sore. tibatiba saja mama mengucapkan sesuatu yg membuatku sedih


"mel, mama gak sanggup lah bayar cicilan motor dan bank, abg mu juga gak ada kasih uang sampai sekarang, padahal sudah dekat waktu pembayaran lagi" keluh mama padaku.


.


.

__ADS_1


hallo teman teman, jangan bosan bosan ya buat baca novel pertama ku, jangan lupa kasih semangat buat aku supaya tetap fokus menulis ya.. terima kasih teman teman


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺❤❤❤


__ADS_2