Aku Anak Haram

Aku Anak Haram
episode 6


__ADS_3

haiiiii?


masih terus baca novel aku kan?


harus dong, jangan sampai enggak. tetap dukung aku ya teman teman semua ❤❤


.


.


.


"Mela, ikut ibu ke ruangan ibu" ucap ibu kepala sekolah kepadaku saat itu, padahal aku sedang mengikuti mata pelajaran.


"iya bu" jawabku lalu bangkit mengikutinya.


dalam hatiku sudah penasaran, masalah apa lagi ini? sepertinya belum puas membuat masalah untukku. ah entah lah, lihat saja nanti. saat aku masuk, sudah ada bapak guru yg menuduh ku waktu itu. "untuk apalagi dia disini?" pikirku dalam hati.


"Mela, kenapa kmu ngomong seperti itu?" tanya kepala sekolah padaku.


"ngomong apa bu?, kan Mela diem aja?" tanya ku yg sudah pasti bingung dengan pertanyaan nya itu.


"statusmu di facebook!" jawabnya .


"oh cara main nya lapor ke kepala sekolah ternyata" pikirku sambil menatap benci pada nya.

__ADS_1


"Kan emang bener bu, lagian aku ngomong yg bener malah ibu salahin" ucap ku tak terima.


"kamu itu ga boleh kayak gitu, hapus statusmu itu. minta maaf dengan bapak ini sekarang" tekan kepala sekolah kepadaku.


"ibu suru aku minta maaf dengan dia, tapi gimana dengan ponakan nya yg dengan santai kata katain aku anak haram di depan teman teman satu kelasku?" ucap ku emosi sambil menahan air mata di ruangan itu.


flashback on


beberapa hari lalu didalam kelas, saat aku tidak sengaja berdiri di luar kelas tanpa sepengetahuan mereka. aku mendengar suara yg tak asing lagi bagiku. mengatakan seperti ini


"eh kalian tau gak, si Mela itu kan anak haram, dia tu gak punya bapak, dia kan dari kecil diurusin sama kakek neneknya" ucap Ratih dengan santai nya


Ya teman baikku, yg sudah seperti keluarga. yg sudah ku anggap sahabat baikku. ternyata menusuk ku hingga ke dalam. mungkin dia tidak terima dengan permasalahan ku dengan pamannya.


syok, ekspresi itu yg aku lihat dari pandangan mereka berdua. karena bapak guru olahraga ini tinggal di kampung yg sama denganku, mungkin dia terkejut karena keponakan nya sanggup mengatakan hal yg sangat menyakitkan. padahal bapak ini sudah tau juha dengan statusku. Tapi bagaimana pun juga, ini adalah rahasia publik di lingkungan tempatku tinggal. karena sampai saat itu pihak keluarga Mela belum ada yg mengungkapkan kejujuran.


"siapa yg ngomong gitu?" tanya pak guru dengan nada pelan.


"saudara bapak sendiri, si ratih" jawabku sinis. ku rasa dia malu atas kelakuan keponakannya.


" kenapa dia ikut campur, ga seharusnya dia ngomong kayak gitu. udah jangan dimasukkan ke hati ya omongannya Mela?" pinta bapak itu lembut. tapi sudah terlanjur basah kan. sedang berita itu sudah menyebar ke penjuru sekolah.


"sudah terlanjur pak, udah sakit hati juga" jawabku lagi.


"nanti bapak bilang ke ratih supaya jaga mulutnya kalau bicara" tegas bapak itu.

__ADS_1


"terserah bapak lah, toh juga berita ini sudah tersebar ke mana mana, apa lagi gunanya coba?" jawabku dalam hati.


kepala sekolah duduk di sebelah ku, seakan merasa bersalah atas kejadian akhir akhir ini.


"Mela, jangan berkecil hati ya, tetap jadi anak baik ya nak, ibu minta maaf sama kejadian ini" ucap kepala sekolah padaku.


aku masih belum terlalu dekat dengan teman teman ku semenjak kejadian itu. meskipun bibir merekabisa tersenyum di depanku. Tapi rasanya sorot mata mereka seolah mengintimidasi ku, menertawaiku.


"ayi, anterin aku pulang sekolah ya" iya katanya, sambil berboncengan seperti dolan dan milea , ayi mengajakku singgah untuk minum jus sebelum benar benar mengantarku pulang.


"yi, kok bapak kamu bisa tau tentang aku?" tanya ku penasaran.


"oh itu, bapak kan satu kampung dulu dengan ibumu. kakek nenek aku juga masih tinggal di kampungmu". jelasnya padaku.


"ha ? siapa kakek nenekmu? apa aku kenal?" tanya ku heran,


ada apa ayi ini, kakek neneknya sekampung dengan ku pun dia tidak memberitahuku, ya setidaknya kan aku harus jaga attitude dong di depan kakek neneknya kalau ketemu" batin ku kesal dalam hati.


haiii semuanyaaa? teman teman yg baik.


jangan lupa baca novel aku terus ya.


terimakasih ❤❤❤


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2