
happy reading gaiiiis..
alur cerita ini maju mundur ya, jadi jangan bosan untuk terus mengikuti cerita ku..
2005.
Mela masih menjadi gadis kecil berusia 6 tahun, hari ini adalah hari pertama nya masuk sekolah dasar.
dengan seragam merah putih, kaos kaki setinggi lutut, topi merah berlogo garuda, dan tak lupa, dasi instan dengan karet tanpa repot membentuk pola. rambut panjang kuncir dua, dengan tas ransel berisi buku dan pensil..
"semangat belajar nya ya nak, jangan nangis nanti di sekolah." pesan mama untukku yg dengan senang hati berangkat kesekolah di antar menggunakan sepeda kala itu.
sesampainya di sekolah, banyak sekali anak anak seumuranku yg juga di antar oleh orang tuanya pagi itu.
ada yg menangis, tidak mau di tinggal oleh ibu atau ayahnya, aku si anak ceria dan sudah punya teman dengan senang hati mengikuti kegiatan di hari pertama sekolah ku.
__ADS_1
putri, ya dia adalah kakak sepupuku, satu kelas denganku.
kala itu ku pikir dia kakak sepupuku, padahal dia bibiku.
"kak, kita duduk sama sama ya" ucap Mela. "iya, kita duduk dibangku paling depan ya" jawab Putri.
"Selamat pagi anak anak, selamat datang dikelas, perkenalkan nama ibu, ibu wati. ibu akan menjadi wali kelas kalian" ucap ibu guru yg ramah itu.
"sekarang kita perkenalkan nama kita ya, kita mulai satu persatu dari yg paling depan" ucap ibu wati sambil menunjuk barisan depan sebelah kanan.
pukul 11.00 kelas selesai, kali ini aku di jemput dengan bapak menggunakan motor tua kesayangan nya.
saat itu, keluarga ku tergolong keluarga mampu untuk ukuran sebuah desa kecil, akupun tergolong anak manja yg setiap hari jajan tidak cukup sepuluh ribu. tahun 2005, anak SD jajan lebih dari sepuluh ribu sehari itu sudah luar biasa boros.
"mel, mari kita pulang" kata bapak saat melihatku keluar dari ruang kelas satu sekolah dasar.
__ADS_1
sekolah ku hanya berjarak satu kilometer dari rumah, sesampainya dirumah, mama sudah menunggu ku, ku cium tangan nya sambil bergembira ria ingin menceritakan kegiatan hari ini disekolah.
belum sempat bercerita, "ganti baju, kemudian makan siang" ucap mama padaku. huuuufffttt lesu. padahal aku sudah ingin bercerita.
akhirnya aku mengganti seragam sekolah ku dengan pakaian rumahan, aku cukup tomboi untuk anak perempuan seusia ku. bahkan sebelum hari pertama masuk sekolah, aku tidak ingin sekolah menggunakan rok, aku ingin pakai celana, tapi peraturan sekolah tidak mengizinkan.. jadi mama tetap memaksaku pakai rok.
cukup celana pendek, dengan kaos tanpa lengan, melenggang ke dapur, "maaa, kenapa gak ada telur goreng" rengekku manja . "makan sayur dong mel, masak setiap hari makan telur!" jawab mama.
"yaudah ga jadi makan" jawabku sambil manyun, dan mengembalikan piring ke rak piring.
dengan kesal mama terpaksa memasak telur goreng untukku. ya telur dadar tanpa garam atau bumbu apapun tambahannya. sudah manja, banyak permintaan.
"sudah mel , makan sana. sudah matang telurnya" ucap mama, meski kesal, apapun tetap dilakukan untuk anak bontot kesayangannya.
saat umurku 6 tahun, mama ku sudah berusia 47 tahun, dan bapak sudah memasuki usia 50 tahun. cukup mustahil bukan, tapi begitulah nyatanya.
__ADS_1
hallo gaiiis, tunggu up selanjutnya ya. jangan bosan dengan tulisan ku teman teman. maafin karena baru belajar ya 😊😊😊