Aku Anak Haram

Aku Anak Haram
episode 10


__ADS_3

haiii semuanya.. selamat membaca novel karya ku,


kalau ada salah harap maklum ya. Masih amatiran soalnya 😁😁😁😁


.


"Aku ini bodoh sekali, bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu, yg ku lakukan tdi sudah sangat salah. maa, maafin Mela sudah berbuat salah. maafin Mela gak bisa jaga diri baik baik" ucap ku lirih dalam kesendirian.


masih menatap langit langit kamar, dengan segudang pikiran, "bapak? bapak dimana ya? emang bapak gak pernah cari aku ya? apa bapak memang gak mau aku ada, jadi bapak ga pernah cari aku?" pertanyaan ku untuk diriku sendiri.


Mela adalah anak yg jarang sekali mau berbagi cerita soal perasaannya dengan mama, apalagi soal kesedihan. biasanya aku akan menyimpan banyak cerita yg menyakitkan sampai aku sendiri tidak kuat menahannya.


masih sibuk dengan pikiran pikiran nya. tibatiba mama memanggil.


"Mela, kamu gak makan nak?" panggil mama dari luar.


"Enggak ma, ga laper" jawabku dari balik kamar.


"Ya sudah, nanti kalau laper makan ya" perintah mama.


saat ini Mela sudah kelas 3 Mts, sudah mulai banyak kegiatan tambahan untuk menghadapi ujian akhir kelulusan. dengan begitu aku pun pasti akan sering bertemu dengan ayi.


sabtu pagi, mata pelajaran memang sedikit di hari sabtu, biasanya lebih banyak kegiatan diluar kelas. saat jam istirahat, Mela memutuskan untuk pergi ke kantin sendiri.


ternyata di kantin sudah ada ayi dan ade, akupun ikut gabung dengan mereka. tapi aku tidak memesan makan, biasa hari sabtu uang jajan sudah menipis, jadi aku hanya makan cemilan saja. mama memberi ku uang jajan sekali seminggu, jadi ya cukup tidak cukup tergantung aku setiap hari nya.


"kamu ga makan?" tanya ayi.


"nih makan, makan cemilan" jawab ku lagi


kemudian Ayi berdiri dan berjalan ke arah ibu kantin,


"bu, tambah bakso satu porsi lagi ya, untuk Mela" ucap nya yg membuat aku tersenyum sendiri.


"udah aku pesan makan tu, jangan ga makan" ucap nya lagi.


Aku hanya tersenyum karena perhatiannya. kemudian ibu kantin mengantar kan satu porsi bakso untukku.


"terima kasih bu" ucapku pada ibu kantin.


"besok ikut kerumah yuk? sore aku jemput ya" ucap ayi saat aku sedang menikmati seporsi bakso yg pedas

__ADS_1


berhubung besok libur sekolah, mungkin tidak ada salah nya pergi keluar sekali kali.


"hmmm, boleh juga. tapi aku takut?" ucap ku sambil menatap mata nya


karena yg aku tau, ayi adalah anak kesayangan mama nya. jadi mama nya pasti sangat pilih pilih terhadap segala hal untuk anak laki laki satu satunya ini.


"Enggak usah takut mel, mama baik kok, mama ga makan orang" ucap nya meyakinkan sambil bercanda.


"bener ya gapapa?" tanya ku lagi


"iya gapapa, mau ya besok?" tanya ayi padaku


"yauda deh" jawab ku menyetujui nya.


mela dan ayi memang masih remaja, tapi bisa kalian simpulkan gaya pacaran mereka yg entah meniru siapa sudah seperti sepasang kekasih dewasa saja.


keesokan harinya ayi menjemputku pukul 3 sore. seperti biasa, sebelum pergi dia pasti akan memberi kabar melalui pesan singkat.


"assalamualaikum, Mela?" panggil ayi yang sudah berada di depan rumah.


sore itu mama sedang pergi, jadi hanya aku dirumah seorang diri, bapak juga seperti biasa tidak pernah di rumah jam segini, pasti bapak sudah sibuk di kebun.


"walaikumsalam, mau langsung pergi atau duduk dulu?" tanya ku saat keluar menemuinya, karena aku memang sudah bersiap sebelum dia sampai.


" mama pergi dari tadi. Tapi tdi aku sudah izin mau pergi sama kamu" ucap ku lagi.


"Oh kalau begitu ya sudah kita langsung pergi saja" kata ayi.


kemudian aku menutup pintu dan bergegas naik ke atas motor. saat di jalan aku benar benar gugup, bahkan aku sudah memikirkan jawaban apa yg akan ku berikan jika di tanya oleh mama ayi. karena ini kali pertama aku akan bertemu dengan mama nya ayi.


"gimana kalau mama nya ga suka ya? mereka kan keluarga kaya, sedangkan aku? keluarga yg biasa biasa aja" pikirku ku lagi


saat sampai di rumah ayi, sepertinya sepi sekali. ternyata mama ayi sedang pergi, ayi mengajak ku masuk kedalam rumah. percayalah saat ini jantungku rasanya sulit untuk bernafas.


"mama kamu kemana?" tanyaku heran.


"pergi, biasalah, kamu seperti gak tau mama saja, sejak kapan dia bisa duduk tenang dirumah?" jawab ayi yg entah mengungkapkan isi hatinya atau malah menggerutu tak terima dengan kesibukan ibunya.


"Ya mungkin memang lagi sibuk, bapak kemana?" tanyaku lagi,


"bapak dari pagi pergi lomba mancing bareng teman temannya " ucapnya lagi.

__ADS_1


"terus Si dinda?" tanya ku yg tak sudah sudah.


"pergi main lah, kemana lagi dinda jam sgini" jawab nya santai


dinda adalah adik perempuan ayi, adik satu satunya. karena mereka memang hanya 2 bersaudara.


saat sedang asyik mengobrol kesana kemari, tibatiba suara mobil berhenti di depan rumah, ternyata mama ayi sudah pulang. seketika jantungku terasa sesak seperti kekurangan oksigen. saat mama ayi masuk kerumah aku dan ayi langsung menghampiri, aku mencium tangan mama ayi, untuk pertama kalinya,


"sudah dari tdi Mela datangnya?" tanya mama ayi padaku,


"belum lama kok bu" jawabku kaku.


"Oh iya, ibu abis ketemu sama orang makannya keluar sebentar tadi, soalnya ingat kata Arli mau bawa Mela kerumah" jelas mama ayi padaku.


mataku langsung menoleh melihat ayi "ternyata kamu sudah bilang kalau aku mau datang" ucap ku dalam hati saja.


"Mela sudah makan nak? " tanya mama ayi lagi


"sudah bu, tadi Mela sudah makan" jawabku.


"Arli, ajak Mela makan" perintah mama pada ayi.


"ma tadi sebelum kesini kami sudah makan dulu di luar" jawab ayi lagi.


"beneran kalian sudah makan? Ga usah sungkan Mela" tanya mama ayi lagi.


"Ya benar bu, kami sudah makan tdi" .


"ya sudah, kalau gitu lanjut ngobrol lagi ya. ibu mau selesaikan urusan sebentar. maaf ya nak Mela, ibu sibuk sendiri ga bisa temani nak Mela jadi nya" ucap mama ayi padaku.


"iya ga papa bu, malah Mela jadi ga enak ibu lagi sibuk malah Mela nya ganggu" ucapku lagi.


"gak ada ganggu, ya sudah ibu pergi dulu ya, nanti hati hati antar Mela pulang ya Arli!" ucap mama ayi.


ternyata sudah pukul 5 sore. Aku kemudian meminta ayi mengantarku pulang.


"sudah sore, ayo pulang" pintaku pada ayi.


Aku dan ayi bergegas keluar rumah, menutup pintu lalu pergi. ku fikir ayi memang akan mengantarkan aku pulang. ternyata tidak. ayi membawa ku lagi kerumah temannya. "apalagi yg ada dalam pikiran anak ini?" tanyaku dalam hati.


haiii teman teman, terima kasih masih setia membaca novel amatir ku..

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2