Aku Anak Haram

Aku Anak Haram
episode 3


__ADS_3

hallo semuanyaaaa, terus baca novel karya aku yaa.


support aku teruusss ❤❤


"mel, mama gak sanggup lah bayar cicilan motor dan bank, abg mu juga gak ada kasih uang sampai sekarang, padahal sudah dekat waktu pembayaran lagi" keluh mama padaku.


mama sudah menyerah dengan kondisi keungan kami saat itu, mau tidak mau mama terpaksa merelakan motor kami, daripada harus kehilangan rumah dan kebun.


"kalau motor Mela untuk sekolah kita jual, Mela mau nak?" tanya mama dengan suara yg sedih.


"Ya ma, dijual juga tidak apaapa, besok kalau Mela sudah besar, Mela ganti dengan yang baru buat mama ya" ucap ku sederhana kala itu..


"ya sudah nanti mama bilang ke abg mu, nanti biar motor dia untuk Mela sekolah ya, dia beli motor bekas saja" ucap mama lagi


mama masih saja terlihat merenung, karena motor itu adalah kendaraan ku untuk ke sekolah setiap hari. apalagi motor itu satusatu nya motor yg lumayan bagus yg kami miliki.


mulai saat itu keuangan kami sangat berantakan, sedang abg tertua ku seperti tidak ada tanggung jawab sama sekali, aku si anak manja yg biasanya terpenuhi keinginannya mulai merasakan banyak hal yg berubah.


sejak tahun itu kami sering berhutang ke warung untuk beli kebutuhan sehari hari dan lainlain nya. bahkan minyak sepeda motor untuk sekolah ku pun kadangkadang harus berhutang ke warung langganan mama.


"ma, Mela mau bayar uang minyak ke temen sekolah Mela, sama uang jaja Mela juga ma?" pintaku sore itu.


"mama ga ada uang mel" jawab mama sedih. kemudian masuk ke kamar,


"ini untuk minyak motor, jajan 2 rb aja ya" ucap mama sambil memberikan uang 10rb dan 2rb.

__ADS_1


"Iya ma, gapapa" sambil tersenyum ku terima uang pemberian mama. tahun tahun berlalu dengan keuangan yg tidak stabil. hidup yg sangat berubah drastis.


"ma, tadi Mela di panggil ke Tata Usaha sekolah, mereka minta uang sekolah Mela yg sudah menunggak 5 bulan ma, uang buku juga masih belum di bayar" ucap ku yg sebenarnya tidak tega namun harus memberi tahu mama.


raut wajah mama makin sedih, pasti banyak hal yg dipikirkan mama saat ini. "ya tuhan, bagaimana ini, mama pasti sedih sekali" keluh ku dalam hati.


"besok kalau bapak sudah siap kerjain rumah paman gito, uang gajian nya untuk bayar sekolah Mela ya nak" jawab mama menenangkan.


bapak seorang kuli bangunan, tapi cukup ternama di kampung kami. jadi job bapak lumayan banyak juga, karena banyak org yg ingin pembuatan rumah nya di kerjakan langsung oleh bapak, bapak di gaji sesuai kesepakatan awal. kadang ada yg mingguan, kadang ada yg sampai selesai pembanguna rumah nya.


tapi sebanyak apapun job bapak, hasil kerja bapak selalu saja di tabung mama untuk persiapan pembayaran bank bulan depan dan bulan selanjutnya. karena mama takut tidak bisa bayar bulan selanjutnya.


sore itu aku pergi main kerumah kakek buyutku, kakek buyutku tinggal bersama anak lakilaki yg paling kecil, ya bapak ku adalah anak Sulung dari 5 bersauda. dan semua anak kakek buyutku tinggal di satu kampung yg sama.


(gais, kalian pasti bingung kan, kenapa Mela panggil adik adik bapaknya dengan sebutan kakek dan nenek? sedang bapak dari bapak Mela di panggil kakek buyut? baca terus ya novel aku, supaya paham alur cerita ini)


"eh ada nenek Ani, dari mana nek?" sapa ku pada nenek ani.


"dari rumah Mel, kamu sama siapa kesini?" tanyanya padaku.


"sendiri nek, mama lagi masak dirumah" jawabku.


kemudian nenek Ani bercerita "dulu bapak si Mela ini tinggal di rantau parapat, bapak Mela ini nasrani, beda agama sama kita"


"iya ya? Jadi dimana la dia itu skrg ya?" timpal nenek Yati lagi

__ADS_1


"ya gak tau la dimana, dulu katanya sudah nikah sama org pekanbaru" jawab nenek Ani lagi.


di usiaku yg masih 12 tahun, aku tidak mengerti apa maksud pembicaraan nenek Ani tadi, tapi aku terus memikir kan nya.


"Kalau bapak Mela di sana, terus bapak disini siapa dong?" dialog ku dalam hati.


"Kalau Mela anak bapak, kenapa Mela panggil adik adik bapak dengan sebutan kakek nenek ya? sedangkan abang abang Mela panggil nya paman?" masih dengan dialog dalam pikiran..


sore itu Mela pulang, mandi kemudian makan, masih dengan pertanyaan pertanyaan dikepala tapi tidak berani untuk bertanya kepada mama.


hari terus berganti, saat ini Mela sudahkelas 2 mts, memiliki banyak teman, saat sedang rebahan tibatiba


"mel besok jemput aku sekolah, aku di rumah nenek" pesan dari ratih.


"Oke, besok aku jemput" balasku lagi.


pagi itu aku berangkat lebih cepat karena ingin menjemput Ratih di kampung sebelah, nenek nya tinggal tidak jauh dari kampungku, kampung sebelah tapi masih bisa sejalan jika aku menjemputnya terlebih dahulu saat akan berangkat sekolah.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


hallo teman teman, terus baca novel aku yaaaaa,


karena episode selanjutnya akan banyak konflik dalam kehidupan Mela.


see you gais ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2