Aku Anak Haram

Aku Anak Haram
episode 12


__ADS_3

haiiiiiii temantemaaan, semoga sehat selalu ya,


supaya terus bisa baca novel karya ku


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


sesampainya dirumah aku memberikan tagihan itu pada mama, ya sudah pasti mama terkejut melihat nominal yg harus di bayar. dengan ekonomi kami yg tidak baik, sedangkan abg tertua tidak pernah membantu membayar hutang nya, mama dan bapak bekerja keras demi kebutuhan hidup kami. ditambah lagi biaya sekolahku yg lumayan untuk kami yg tinggal di desa.


"Mela, bilang sama wali kelas Mela, minggu depan mama baru bisa bayar ya nak" ucap mama padaku yg membuat ku sedih karena tidak bisa membantu mama.


aku membersihkan diriku, setelahnya aku masuk ke kamar, ya aku memang begitu, lebih memilih berdiam diri dikamar, entah kenapa aku sekarang kurang tertarik menonton televisi bersama mama dan bapak.


setelah ku rebah kan tubuh mungil ku pada kasur kapuk yg jika tidak dijemur dalam waktu sebulan, sudah di pastikan rasanya seperti tidur di atas lantai yg keras..


"ma, maafin Mela ya nyusahin mama terus, malah diam-diam Mela juga sudah menyakiti hati mama" ku tatap langit langit kamar sambil terus memikirkan hal-hal yg lain.


"ibu, ibu kenapa sih gak mau urusin Mela? kenapa juga gak mau biayai sekolah Mela? ibu kenapa jahat sih?" lagi lagi akal pikiran ku meracau entah kemana.


"ibu, Mela salah apa sih emang nya sampai ibu tinggalin Mela sama mama disini? bapak juga? kenapa Mela gak tau bapak dimana? emang bapak gak ada niatan buat ketemu Mela ya? bapak ga kangen apa sama mela?" batin ku yg masih saja tak menerima kenyataan ini.


"Mela? sedang apa?" pesan singkat ayi


"tidak ada, hanya berbaring saja" balasku lagi


"aku lagi dirumah kakek nenek aku loh, aku main kerumah ya?" pesan nya lagi

__ADS_1


"oh ya? sama siapa kamu disitu?" tanya ku lagi.


Belum ada balasan yg muncul, tapi tibatiba suara sepeda motor berhenti di depan rumah. sepertinya aku kenal dengan suara motor ini


"assalamualaikum, Mela?" panggil ayi dari luar yg langsung di buka kan pintu oleh mama.


"walaikumsalam, eh Arli, sama siapa nak? sini masuk kerumah." tanya mama


"sendiri aja bu, lagi main tempat kakek tadi, jadi singgah kesini sebentar, Mela nya ada bu?" jawab ayi yg ku dengar dari dalam kamarku.


"Ada itu di kamar, sini masuk, duduk dulu, biar ibu panggil Mela nya" jawab mama.


setelah mama memanggilku, aku langsung keluar, denga wajah yg sumringah, bagaimana tidak? sang pujaan hati datang tibatiba.


"Mela, ada Arli itu di depan" panggil mama didepan pintu kamar ku.


"eh sudah jam 9, aku pulang dulu ya" ucap ayi sambil melirik ke arah jam tangan nya.


"yah sudah mau pulang ya?" tanya ku cemberut sambil menatap seakan tak rela di tinggal pulang.


Ya tuhan, padahal besok kami juga bertemu di kelas . tapi entah apa gerangan yg membuatku begitu tidak rela ditinggal pulang.


"iya sudah malam, lagian kan besok kita ketemu dikelas mel, jadi aku pulang dulu ya" jawab nya sambil berdiri akan pamit kepada mama dan bapak.


"bu, Arli pulang dulu ya, sudah malam. kapan kapan boleh main lagi kan?" ucap ayi pada mama.

__ADS_1


"oh iya, boleh dong main lagi kesini, hati hati ya pulangnya, sudah malam di jalan sepi soalnya" ucap mama lagi.


"Ya bu, Arli pamit dulu ya. assalamualaikum bu" pamit ayi sambil mencium tangan mama .


mama adalah type orang tua yg mempercai anak anak nya, dengan siapapun boleh bergaul. tapi mama selalu mengingatkan untuk tetap jaga diri. sebab itu mama tidak melarang jika teman-teman anaknya datang kerumah. bahkan teman teman abg hampir setiap hari ada yg menginap dirumah dulu.


keesokan pagi nya saat aku baru sampai di sekolah. kebetulan tempat parkir sepeda motor dengan kantin bersebelahan, jadi aku duduk sebentar di kantin sambil menunggu bel masuk.


"heiii" ucap ayi sambil menepuk pundakku dari belakang.


"astaga, kamu!!" aku benar benar terkejut dengan kehadirannya. sejak kapan anak ini datang?


"hahahaha, jangan marah " ucapnya sambil menertawaiku.


"tidak marah, cuma kesal saja" jawab ku singkat.


"nih buat kamu" ucap nya sambil menyodorkan beberapa lembar kertas uang nominal 100ribuan.


"Ha? untuk apa?" tanyaku heran.


"untuk bayar uang sekolah kamu" jawabnya lagi


"gak usah yi, minggu depan mama yg bayar" ucap ku tak enak, ternyata dia benar benar membuktikan omongannya.


"Ya sudah pakai aja, atau kamu pakai aja buat bayar uang sekolah dulu, besok yg dari mama bisa kamu simpan, atau kamu mau beli apa gitu, terserah kamu Mela, yg penting ini jgn di tolak. oke?" ucapnya tidak mau aku menolak pemberiannya.

__ADS_1


haloooo semuanyaaa. Makasih sudah membaca novel amatiran ku ini yaaa.


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2