Aku Anak Haram

Aku Anak Haram
episode 11


__ADS_3

hallo semuanyaaaaa, semoga kalian sehat selalu yaa...


baca terus novel karya aku ya. walaupun amatiran, Tapi aku berharap kalian suka..


❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Aku dan ayi bergegas keluar rumah, menutup pintu lalu pergi. ku fikir ayi memang akan mengantarkan aku pulang. ternyata tidak. ayi membawa ku lagi kerumah temannya. "apalagi yg ada dalam pikiran anak ini?" tanyaku dalam hati.


"Kita ngapain kesini yi?" tanyaku pada ayi.


"ga ada mel, singgah saja sebentar" jawab nya sederhana.


setelah kami masuk, seperti biasa, hanya ada teman ayi. dan aku tidak paham kenapa teman ayi seakan biasa saja melihat teman nya membawa pacar nya kerumah, padahal kan harusnya dia bisa saja mengusir kami.


"hai mel, dari mana?" tanya Deka sambil bermain game di depan laptop nya.


"hai ka, habis main kerumah ayi tdi" jawabku sembari duduk di sofa santai yg ada dirumah ini.


"deka, kamu emang tinggal sendirian ya dirumah ini?" tanya ku pada deka, saat ini ayi sedang berada di toilet.


"Iya aku sendiri disini, mama ku tinggal di kota dengan suami barunya, dari pada aku tinggal disana ga nyaman. jadi aku lebih memilih disini" penjelasannya padaku.


"ooowwhhhh begitu" jawab ku lagi sambil mengangguk kan kepala


tibatiba ayi datang dan duduk disampingku, kemudian menggendong tubuh kita tibatiba hingga aku terkejut. deka hanya tertawa melihat kelakuan teman nya.

__ADS_1


"heii mau ngapain?" jawabku sambil memukul dada ayi


"mau ngapain? mau mesra mesraan lagi" jawabnya sambil mendekatkan wajah nya kepada ku, kemudian mel***t bibirku dan menjatuhkan tubuh ku di atas kasur.


entah sejak kapan aku mengijinkan nya berbuat hal ini lagi.


tapi entah kenapa aku sendiri juga tidak bisa menolak, ada rasa ingin saat bibirnya mulai memagut bibirku.


tentu aku mulai merespon setiap tindakannya, entah kenapa rasanya aku tidak bisa menolak, sepertinya tubuhku merasakan sesuatu yg bergejolak, rasa yg tidak bisa tertahan "aaah" desahku saat tangannya mulai meraba bagian bagian sensitifku.


ayi mulai melancarkan serangan nya kepadaku, hingga pusaka nya sudah bersiap untuk menerobos milikku.


"ssshhh aah" desahku tak tertahan


sungguh lelah sekali rasanya, Tapi sepertinya aku mulai menyukai kegiatan ini. ayi menciumi ku, entah atas dasar apa yg membuatku mencintainya, mungkin karena ucapan nya yg akan membantuku mencari ayah kandungku. ya ku pikir dia adalah lakilaki yg sangat ku butuh kan saat ini.


"Kita pulang yuk? sudah hampir jam 6 sore" pintaku pada ayi yg masih memelukku.


"5 menit lagi" jawabnya sambil mempererat pelukannya.


masih dalam pelukannya aku terus memikir kan tentang kehidupan ku yg entah akan seperti apa kedepan nya. saat ini aku bisa bersandar dengannya, Tapi bagaimana kalau dia meninggalkan aku juga? bagaimana masa depan ku?


"hei, mau pulang tidak? mikirin apa sih?" panggil ayi sambil menciumi pipi ku


"eh, iya mau pulang" sadarku dari lamunan.

__ADS_1


kemudian kami bersiap, ayi mengantar ku pulang kerumah, seperti biasa mengobrol sebentar dengan mama dan bapak saat dirumah, kemudian Ayi berpamitan pulang.


hari terus berlalu, 2 minggu lagi ujian akhir sekolah, seperti biasa segala urusan keuangan harus di selesaikan sebelum ujian. setiap siswa diberikan selembar kertas berisi semua tagihan yg harus di berikan kepada wali nya masing-masing.


"astaga, ini seriusan yg harus di bayar sebanyak ini?" dalam pikiranku sambil melihat isi kertas itu.


"tenang aja, nanti aku bantu bayar" ucapnya dari belakang ku. ternyata ayi berdiri di belakang ku dari tadi. Ya dia sudah pasti melihat nilai tagihan sekolah ku.


"astaga, kamu ngapain disini. Buat terkejut aja! emangnya kamu ada uang mau bantu bayar?" tanya ku heran.


"Ya ada dong, kamu tenang aja" jawabnya santai.


"terserah kamu aja deh" jawab ku lagi


aku tidak percaya dengan omongan nya itu, walaupun aku tau jumlah uang itu tidak seberapa untuknya. Tapi tetap saja , aku tidak boleh berharap padanya kan.


sesampainya dirumah aku memberikan tagihan itu pada mama, ya sudah pasti mama terkejut melihat nominal yg harus di bayar. dengan ekonomi kami yg tidak baik, sedangkan abg tertua tidak pernah membantu membayar hutang nya, mama dan bapak bekerja keras demi kebutuhan hidup kami. ditambah lagi biaya sekolahku yg lumayan untuk kami yg tinggal di desa.


"Mela, bilang sama wali kelas Mela, minggu depan mama baru bisa bayar ya nak" ucap mama padaku yg membuat ku sedih karena tidak bisa membantu mama.


Haaaii teman-teman. terima kasih sudah membaca novelku. tetap baca trus karya ku ya.


karena episode selanjutnya akan lebih menarik.


❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2