
"lebih baik kau diam saja atau kau akan terluka nanti. Tenang lah, target ku itu istri dan putri mu" ucap suya
"sialan, cepat lepaskan aku. Menjauh lah dari istri dan putri ku" ucap ayah suya yang tak dapat bergerak
"kau tak perlu khawatir, karna aku tak berniat untuk membunuh mereka" ucap suya sambil pergi
Setelah suya pergi, jaring yang menjerat ayah suya menghilang dan ayah suya langsung menghampiri istri dan anaknya itu
"kalian tidak apa apa kan?" tanya ayah suya khawatir
"a..ayah, sakit sekali.. tubuhku rasanya sakit sekali" ucap xiou kesakitan
"aku juga sangat kesakitan suamiku, tubuhku tak bisa bergerak sama sekali" ucap yuro
Ayah suya pun langsung membawa istri dan putrinya itu istirahat dikamar dan memanggil kan tabib untuk mengobatinya
Setelah suya pergi dari rumah itu, suya pergi ke sungai untuk mencuci muka dan menghilangkan efek pil pengubah wajah
"huft... aku sedikit merasa lega karna telah melakukan itu, yah.. walaupun itu belum cukup untuk menjalankan dendam ibuku" ucap suya
"jadi apa nona akan melakukan hal lain lagi pada dua orang itu?" tanya zion sang rubah
__ADS_1
"tentu saja, lagi pula ibuku meninggal karna mereka. Dan aku akan membuat hidup mereka lebih menyakitkan daripada kematian" ucap suya
"wah ternyata kau kejam juga ya rupanya" bisik seseorang dari belakang suya
Suya yang mendengar ada yang sedang berbisik padanya dari belakang, suya langsung menengok kearah belakang dan orang itu adalah anhuang
Setelah suya melihat anhuang berada di dekatnya, suya segera menjauh dari anhuang
"eh.. kenapa kau menjauh begitu, tenang lah aku tidak akan melukai mu" ucap anhuang
"untuk apa aku mempercayai bahwa kau tidak akan menyerang, lagi pula setiap kita bertemu kau yang selaku menyerang duluan bukan" ucap suya
"jika kau tak ingin menyerang ku, lantas kenapa kau mendatangi ku lagi?" tanya suya
Anhuang tiba tiba menghilang dan muncul disamping suya dan mendekatkan wajahnya ke wajah suya
"kau cantik juga ya ternyata jika dilihat dari dekat" ucap anhuang
"ba..bagaimana bisa dia selalu muncul di dekat ku secara tiba tiba" pikir suya
"kenapa diam saja, kelihatannya kau bingung bagaimana caraku selalu muncul tiba tiba di dekat mu" ucap anhuang sambil membelai wajah suya
__ADS_1
"lepaskan tangan mu dari wajah ku" ujar suya sabil mendorong anhuang menjauh darinya
Muka suya memerah karna anhuang membelai wajahnya dengan lembut, dan membuat jantungnya berdegup kencang
"muka mu kenapa memerah seperti itu? apa kau malu jika aku membelai wajah mu seperti tadi" ucap anhuang
Suya langsung pergi setelah anhuang berkata begitu, tapi saat suya pergi anhuang terus mengikuti suya dibelakangnya kemanapun suya pergi
"hei kenapa kau terus mengikuti ku?" tanya suya dengan kasar
"memangnya tidak boleh apa jika aku mengikuti mu?" tanya balik anhuang
"tidak! sekarang kau pergi sana jangan mengikuti ku lagi" perintah suya
"aku akan mematuhi perintah mu itu jika kau dapat menang melawan ku" bantah anhuang
"ck..." suya kembali berjalan
"sulit bagiku untuk dapat mengalahkannya, apalagi setelah aku melihat kemampuan regenerasi miliknya itu" pikir suya
Anhuang pun terus mengikuti suya dibelakangnya
__ADS_1