
Pertarungan antara arga dan suya terus berlangsung, arga terus menerus melancarkan serangan akan tetapi suya hanya menangkis serangan dari arga tanpa menyerang balik
"se..sebenarnya siapa kau ini,bagaimana kau bisa terus menerus menangkis semua seranganku" ucap arga keheranan
"sepertinya kau sudah tak sanggup menyerang lagi ya, kalau begitu sekarang giliran ku untuk menyerang" ucap suya
Kemudian aura yang keluar dari suya begitu pekat dan tiba tiba banyak tangan yang muncul dari bawah dan mencoba menarik arga
Arga begitu terkejut karna ia tak pernah melihat jurus ini
Arga bahkan tak dapat bicara karna mulutnya ditutup oleh tangan yang menariknya ke bawah
"hei kenapa tuan arga tiba tiba tumbang?" ucap pengawal yang sedari tadi menonton pertarungan
"entah lah, tapi bagaimana mungkin bahkan wanita itu belum menyerang sekalipun" ucap pengawal yang lain
Ternyata jurus yang digunakan suya adalah jurus ilusi yang dapat membuat lawan masuk kedalam ilusi tanpa sadar
ilusi yang diberikan oleh jurus ini berbeda beda tergantung sang pengguna
Suya pun menghentikan jurus ilusinya itu dan membiarkan arga sadar
"a..apa yang baru saja terjadi? bukankah aku tadi ditarik oleh banyak tangan" pikir arga
__ADS_1
"jadi sekarang bisakah kau biarkan aku masuk" tanya suya
"apakah yang tadi itu adalah jurus wanita ini! kekuatannya benar benar tidak boleh diremehkan" pikir arga
"ada apa ini.."
Seorang wanita tua kemudian keluar dari kuil dan menanyakan apa yang terjadi
"mohon maaf nyonya jou, wanita ini tadi ingin masuk dan berdoa tapi tuan arga menghalanginya dan mengajaknya bertarung" ucap pengawal
"apa itu benar arga?" tanya nyonya jou
"maafkan saya nyonya, saya sudah bertindak seenaknya" jawab arga
Nyonya jou kemudian melihat kearah suya dan saat ia melihat suya ia seperti melihat anaknya sendiri yaitu anming
Nyonya jou mendekat ke arah suya dan meminta maaf atas kejadian barusan
"maaf soal tadi, murid didik ku yang tadi memang keras kepala dan suka seenaknya" ucap nyonya jou
"tidak apa, lagi pula saya baik baik saja" kata suya
Nyonya jou kemudian membawa suya masuk untuk berdoa dan meminum teh bersama
__ADS_1
Disaat mereka minum teh, nyonya jou terus memperhatikan suya
"wanita ini mirip dengan anming, dia bahkan juga cukup mirip dengan ku waktu masih muda" pikir nyonya jou
"permisi nyonya, apa ada yang salah denganku? kenapa nyonya terus menatap ku" tanya suya
"ah.. maaf, aku merasa kau mirip dengan anak perempuan ku. Maaf membuat mu tak nyaman" jawab nyonya jou
Suya dan nyonya jou berbincang cukup lama dan bahkan suya merasa nyaman berbincang dengannya
Biasanya suya langsung menghindari orang yang mengajaknya berbincang
Apalagi kalau yang diperbincangkan adalah hal tak berguna
"nak apa yang membuat mu kemari? aku yakin kau kemari bukan untuk berdoa" tanya nyonya jou
"anda sangat peka rupanya, sebenarnya saya kemari untuk mencari nenek saya oleh ibu saya" jawab suya
"begitu ya, lalu dimana ibu mu?" ucap nyonya jou
"ibu saya sudah wafat dan beliau meninggalkan surat pada saya dan menyuruh ku untuk mencari nenek saya" ucap suya
"maaf sudah bertanya hal yang seperti itu" kata nyonya jou
__ADS_1
"hm.. tidak apa" balas suya