
"hufh.. hufh.. untung saja kita masih bisa sempat untuk kabur" kata suya sedikit terengah engah
"no..nona sejak kapan kau mengusai jurus lautan kabut berlapis" tanya rubah itu
"aku mempelajari nya saat aku membacanya di perpustakaan kuno tadi sebelum orang aneh itu muncul" jawab suya
"tapi jurus lautan kabut berlapis itu adalah jurus yang sulit dikuasai hampir tidak ada orang lagi yang mampu mengusai jurus itu, bagaimana nona bisa menguasainya hanya dengan membaca nya" tanya lagi rubah itu dengan terkejut
"eh.. sesulit itu ya, tapi jurus tadi terasa mudah bagiku. Ya walaupun belum sempurna sih" ucap suya sambil duduk
Suya masih penasaran, sebenarnya siapa orang yang menyerangnya tadi, di kehidupan sebelumnya dia tidak pernah bertemu orang yang tadi menyerang nya.
Suya juga juga sempat berfikir bahwa orang yang menyerangnya tadi adalah orang suruhan ibu tirinya untuk membunuhnya, tapi setelah suya mengamati orang itu dengan cermat dia yakin bahwa orang itu bukanlah orang suruhan ibunya.
__ADS_1
Itu membuat suya semakin bingung sebenarnya apa tujuan orang itu menyerangnya.
"hei rubah, selama kau tinggal di hutan apakah kau pernah bertemu dengan hewan atau apapun itu yang aura nya sebesar orang yang menyerang kita tadi" tanya suya
"selama aku tinggal di hutan, aku tidak pernah bertemu dengan aura yang sebesar itu. Tapi yang pasti aura itu lebih kuat dari pada aura hewan sihir tingkat tinggi" jawab sang rubah
"sebenarnya siapa sih dia, apa dia punya dendam padaku sehingga menyerang ku" gumam suya
"gara gara orang itu juga nona tidak sempat mengambil beberapa buku untuk nona pelajari" ucap rubah
Suya kemudian mengeluarkan 4 buku dari belakang bajunya, rubah yang tak mengetahui kapan suya mengambil buku itu membuatnya bertanya tanya.
"nona, sejak kapan kau mengambil buku ini? jurus jurus dalam buku ini juga tergolong sulit untuk dipelajari" tanya rubah itu sambil tercengang
__ADS_1
"aku mengambil buku itu pada saat aku mengeluarkan jurus lautan kabut berlapis dan kau tak perlu khawatir aku pasti akan bisa mengusai jurus di buku itu" jawab suya
setelah suya dan rubah nya selesai beristirahat ketika melarikan diri dari orang yang menyerang mereka, mereka kemudian pergi untuk mencari batu sihir dan guci pil agar dapat membuat pil peningkat spiritualitas
"nona kenapa kita tidak pulang saja sih, bagaimana jika orang itu masih mengejar kita. Dan jika kita pulang bukankah kita akan aman" kata rubah
"apa kau tidak tahu biasanya tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya, orang yang telah menyerang kita tadi mungkin telah mengetahui latar belakang ku dan kemungkinan dia bisa saja datang kerumah" ucap suya
"benar juga, nona kau benar benar cerdas" puji sang rubah
Guci pil merupakan guci yang digunakan untuk mencampur kan bahan bahan untuk membuat pil, tapi guci pil memerlukan batu sihir untuk dapat membuat pil.
Fungsi dari batu sihir sendiri ialah untuk dapat memanaskan guci pil agar ramuan yang telah telah dimasukkan dan tercampur dalam guci pil dapat berubah menjadi sebuah pil
__ADS_1
Semakin baik kualitas batu sihir dan guci pil, dapat membuat tingkat pil menjadi lebih tinggi
...makasih buat yang telah membaca ya, jangan lupa tinggalkan like dan beri saran pada saya jika ada kesalahan dalam saya menulis...