
Hallo guyyys... ☘️
Apa kabar nih❓❓❓😊😊
Gimana menurut kalian novel ini guyysss❓
Jangan lupa cantumin pendapat kalian di kolom komentar ya, biar author terus meningkatkan kemampuannya😁
Dan jangan lupa juga buat kasih like dan vote ya guyyysss... Dukungan kalian sangat berarti buat author😊
...----------------...
...----------------...
Suasana hatiku seperti senyap. Hampa. Tidak karuan rasanya setelah kejadian itu.
Aku seperti kehilangan selera untuk hidup. Bagaimana tidak?
Aku harus terbang dengan sayap sebelah. Bapak sudah tiada. Kalau bukan karena ibu mungkin aku sudah terjun kebawah tanah ikut bersama Bapak saat di makamkan. Hanya demi Ibu, Aku harus bertahan untuk melalui kehidupan yang cukup pahit.
Inilah Kisah hidup yang sebenarnya baru dimulai_.
...****************...
__ADS_1
Pagi-pagi sekali Aku sudah bangun. Membantu Ibu di dapur untuk menyiapkan sarapan dan membereskan rumah. Ini terjadi tiga bulan setelah Bapak pergi.
“Nggak usah masak banyak-banyak buk, Aku berangkat pagi kok. ”
“Setidaknya Kamu harus sarapan dulu Khof, entah itu sepiring atau dua piring, tiga piring pun boleh_.” Kata Ibu sambil bercanda.
“Hah... Tiga piring...? ”
“Iya barangkali Kamu mau makan tiga piring. ”
“Ibu kalau bercanda jangan segitunya deh, makan sepiring aja jarang habis. Apalagi tiga piring. ”
“Ya nggak apalah biar cepet gendut. Masa iya di tinggal Bapaknya baru sebentar aja udah kurusan. Nggak bisa makan kali ya__. Nanti orang-orang bilang gitu lo. ”
“Buk... ”
“Ibu kenapa...? Kok jadi sedih gitu. Ada yang salah ya tadi ucapan Khof...? . ” Ibu menggeleng.
“Kenapa Bapakmu meninggalkan Kita dengan secepat itu Khof__?. Kenapa...?. ”
“Ibu jangan gitu dong. Aku jadi sedih nih. ” Ibu semakin histeris.
“Bapakmu enak sekali... Memberikan semua bebannya ke Ibu begitu saja. ”
__ADS_1
“Buk, Bapak itu orang baik. Jadi Allah lebih sayang pada Bapak.”
Ibu tidak menjawab. Hanya saja tangisnya semakin menjadi.
“Bapak itu sudah tenang Bu, jangan bikin Bapak sedih lagi ya. ”
“Tapi kenapa harus secepat itu...?. Aku harus menjalani kehidupan sendiri. ”
“Ibuk lupa disini ada siapa? ”. Aku berusaha mati-matian untuk tidak meluapkan air mata. Entah apa yang dipikirkan Ibu sekarang. Hingga tiba-tiba menangis seperti ini. Dan baru kali ini terjadi pada Ibu. Seumuran Bapak tiada, Ibu biasa-biasa saja.
“Ya udah buk, Khof mau mandi dulu ya. Nanti takut telat kalau di kampus. ” Ibu kembali tenang. Air matanya sudah hilang.
“Kalau gini ceritanya mana bisa Aku ninggalin Ibu sendirian dirumah. ” Batinku dalam hati.
Suasana dirumah memang sepi. Dulu sebelum Bapak pergi hanya di huni oleh mereka berdua. Aku punya Mas Ab dan Mbak Imah. Tapi mereka berdua sudah sama-sama berkeluarga. Jadi mereka hanya sebulan sekali mengunjungi Ibu dan Bapak.
“Apa yang harus Aku lakukan? ”. Aku terus berpikir saat berada di kamar mandi. Karena biasanya akan muncul ide-ide baru yang cemerlang.
Semoga saja iya guyysss😅
Wah author lagi bingung nih mau ngelakuin apa buat Ibu❓😇😇
Kasih sarannya dong kalau boleh😁Atau jangan-jangan kalian malah gak jadi sedih.
__ADS_1
Waduuhhhh... Itu tadi ceritanya udah mengandung bawang lohhh. Kacau dah kalau udah gini😅