AKU BUKAN IDAMANMU

AKU BUKAN IDAMANMU
BAB 05 Dear Myself


__ADS_3

Hari-hariku mengalir seperti air, mengalir dengan tenang. Aku menikmati dunia kepenulisan sehingga sesekali sampai dua kali dalam seminggu Aku selalu menerbitkan tulisan terbaru. Bagiku menulis membuatku menciptakan banyak inspirasi, tulisan-tulisan yang unik meskipun belum sebaik orang di luaran sana. Karena Aku tidak punya teman dekat, tidak punya bestie kalau anak-anak sekarang menyebutnya. Sehingga Aku lebih suka untuk mengupdate kisah sesuai jalan hidupku. Tak hanya itu, bukan berarti Aku tidak punya teman sama sekali, melainkan Aku tidak suka saja terlalu akrab dengan orang lain. Menurutku, bukan berarti Aku suka berburuk sangka atau tidak percaya orang lain, melainkan jika suatu saat Kita pernah dekat sedekat-dekatnya dengan seseorang sampai Mereka tau segala tentang Kita, justru Merekalah suatu saat yang mampu menghancurkan Kita sehancur-hancurnya. Untuk itu, Aku lebih suka memilih untuk diam, menyimpan rahasia diri sendiri. Kemudian jika Aku rasa pikiranku cukup penuh, dadaku sesak karena terlalu banyak menyimpan kekacauan, Aku memilih untuk menuliskan kisahku. Itu lebih menarik dan indah. Menceritakan diri sendiri dengan menggambarkan karakter itu kepada tokoh lain. Selain itu dengan suka-suka Aku bisa menciptakan karakter lain.


Hari sudah larut malam, Aku selalu tidur paling akhir di antara anak-anak lain yang berada di sekolah berasrama ini. Bukan membuang-buang waktu scrolling konten-konten yang tidak penting, melainkan terus bergulat mempelajari dunia kepenulisan. Berusaha untuk baik, lebih baik bahkan terbaik. Setidaknya jika di atas yang terbaik masih ada yang paling baik dan seterusnya, Aku pernah menduduki yang terbaik di antara yang baik.


...****************...


“Khof, emang ya Kamu selalu yang terbaik”.


“Ah apaan sih, Aku cuma mengerahkan seluruh kemampuan yang Aku miliki. Masih banyak kok temen-temen lain yang lebih baik”.

__ADS_1


“You're always the best”


Pagi itu, kelas pertama. Dosen favoritku masuk kelas membawakan mata kuliah yang beberapa bulan baru saja Aku kenal. Tidak mudah juga tidak terlalu sulit, tapi Aku juga bisa. Baru-baru saja Aku menemukan celah agar bisa mencintai mata kuliah itu.


Giliranku yang presentasi juga beberapa kelompok lain. Aku menyampaikan dengan khidmah, berusaha sekuat tenaga, mengerahkan seluruh kemampuan agar bisa paham dan memahamkan orang lain.


“Oke teman-teman sesi saya untuk pemaparan materi sudah selesai, bila ada pemaparan yang kurang jelas bisa di pertanyakan atau pendapat teman-teman yang mau di sampaikan saya buka diskusi ini selebar-lebarnya”.


“Boleh, silahkan Kak”.

__ADS_1


“Melihat materi yang telah Kaka sampaikan tadi, yang mau Saya tanyakan adalah apakah kuliah itu penting Kak? Kalau ujung-ujungnya juga kebanyakan mahasiswa dengan nilai cum laude masih banyak yang pengangguran, belum memiliki masa depan yang jelas, terus apa gunanya kuliah mereka selama ini kalau juga tidak menjamin kesuksesan Kita?. Itu saja pertanyaan dari Saya Kak, terimakasih”.


“Terima Kasih Kaka, pertanyaan yang sangat bagus. Beri tepuk tangan yang meriah dong buat Kak Nadia”. Suara tepuk tangan memenuhi ruang kelasku yang mulai memanas.


“Sebelum Saya mengutarakan pendapat, Saya persilahkan kepada teman-teman terlebih dahulu untuk menyampaikan pendapatnya mengenai pendapat Kak Nadia tadi”. Teman-temanku mengangguk respect segera mengacungkan telunjuknya.


“Izin masuk Kak, Saya berasumsi bahwa kuliah itu sangat penting karena seiring dengan perkembangan zaman banyak hal-hal yang harus Kita pahami yang mana pada zaman sekolah Kita dahulu belum di ajarkan sama sekali. Akan tetapi di zaman sekarang anak-anak sudah lari secepat mungkin dengan sendirinya, sedangkan Kita generasi Milenial harus bisa menyeimbangi keilmuan yang ada pada zaman sekarang. Itu saja dari Saya Terima kasih”.


“Terima Kasih Kak, pendapat yang luar biasa teman-teman. Berikan Aplaus yang meriah dong buat Kak Risma. Ada pendapat yang lain atau cukup? ”.

__ADS_1


“Sepertinya sudah cukup Kak, silahkan sekarang giliran Kaka”.


__ADS_2